Tag: Ranieri dipecat

Manajemen Roma Siap Boyong Pelatih Ini Usai Kecewa dengan Ranieri

VivagoalSerie A – Tiga pertandingan tanpa kemenangan sepertinya membuat petinggi AS Roma naik pitam menyoroti kinerja pelatih Claudio Ranieri. Kini, klub raksasa Serie A itu dikabarkan mengincar Jose Mourinho sebagai juru taktik baru mereka.

Diwartakan dari berita Football Italia, manajemen Roma disebut mulai mendekati Jose Mourinho untuk menggantikan Ranieri per musim depan. Klub kebanggaan ibu kota Italia ini enggan terpuruk dalam perburuan titel juara seperti musim ini.

Claudio Ranieri yang didatangkan Roma sebagai pengganti Eusebio Di Francesco pertengahan Maret lalu kenyataanya belum mampu mengangkat prestasi I Giallorossi alias Si Kuning-Merah (julukan Roma).

Setelah terdepak dari Liga Champions, kini AS Roma juga terpuruk di kompetisi domestik. Dari lima pertandingan terakhir, mereka hanya mampu mengemas satu kemenangan, bahkan keok secara telak dari rival sekota, Lazio (0-3), dan Napoli (1-4).

Akibatnya catatan hasil buruk tersebut, klub yang berkandang di Stadion Olimpico itu harus melorot pada posisi ketujuh klasemen sementara Serie A 2018/19 dan terancam gagal menyabet tiket kompetisi antarklub Eropa musim depan.

Jose Mourinho sendiri saat ini sedang menjadi pengangguran setelah dipecat Manchester United pada akhir tahun lalu. Jose Mourinho sempat mengkonfirmasi bahwa dirinya akan kembali melatih per musim depan dan sudah melakukan kontak dengan sejumlah klub elite Eropa, termasuk Roma dan Inter Milan.

Sepanjang karier menjadi pelatih, Jose Mourinho menyimpan kenangan indah di Italia, tepatnya saat menukangi Inter pada periode 2008-2010. Pelatih berjuluk The Special One itu bergelimang trofi, puncaknya tentu adalah raihan treble winners edisi 2009/10.

 

Fulham Resmi Berpisah Dengan Ranieri

Vivagoal Liga Inggris – Kerasnya Premier League kembali memakan korban. Kali ini Ranieri terpaksa angkat kaki dari jabatannya sebagai pelatih Fulham.

Claudio Ranieri sendiri ditunjuk sebagai pelatih Fulham per bulan November 2018 kemarin. Ia ditunjuk sebagai pelatih setelah beberapa jam sebelumnya manajemen klub memutuskan untuk memecat Slavisa Jokanovic.

Ambisi untuk keluar dari zona degradasi kala itu muncul mengingat Ranieri memiliki peran positif di Premier League. Yang paling diingat tentu keberhasilannya membawa Leicester City juara.

Namun harapan tinggal harapan setelah Ranieri hanya bisa meraih 12 poin dari 16 pertandingan yang dijalani oleh Fulham. Mereka pun masih gagal menjauh dari zona degradasi saat ini.

Chairman Fulham, Shahid Khan menegaskan jika keterpurukan Fulham sepenuhnya bukan salah Ranieri yang mana ia datang di saat situasi tidak kondusif. Selanjutnya Fulham akan menunjuk Scott Parker sebagai caretaker.

“Claudio masuk dalam situasi sulit, mewarisi skuat yang hanya meraih satu poin dalam delapan laga, dan dia langsung memberikan dampak dengan membawa tim meraih sembilan poin dalam delapan laga pertamanya sebagai manajer,” ujar Shahid Khan.

“Saya meminta Scott Parker untuk menjadi manajer caretaker kami. Tugas Scott adalah untuk membantu kami stabil, tumbuh, dan menemukan kembali kami sebagai klub sepak bola. Jika Scott bisa menjawab tantangan tersebut, dan para pemain kami memberikan reaksi, mungkin kemenangan akan kami raih selama beberapa bulan ke depan,” tambahnya.

Atas situasi itu sendiri Ranieri mengaku sangat kecewa. Hanya saja kekecewaan yang ia rasakan bukan karena pemecatan yang dilakukan melainkan karena hasil yang kurang maksimal.

“Saya sangat kecewa dengan hasil yang diraih oleh tim belakangan dan saya kecewa karena kami tak bisa meneruskan start bagus yang kami buat setelah saya ditunjuk,” tutur Ranieri.

“Akhirnya, saya ingin mengucapkan terima kasih pada klub, para pemain, dan para suporter untuk dukungan yang mereka berikan selama saya melatih klub,” tutupnya.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS