Tag: Roberto Mancini

Balotelli Dirumorkan Masuk Timnas, Mancini Buka Suara

0

Vivagoal Berita BolaMario Balotelli baru saja mendapatkan aksi rasisme kala Brescia menjamu Verona pekan lalu. Momen tersebut, menurut Presiden Federasi Sepakbola Italia (FIGC) bisa dijadikan momentum bagi Roberto Mancini untuk memaggilnya dalam skuat.

Meski demikian, Don Mancio menyebut pemanggilan pemain yang ia lakukan harus didasari dengan performa, bukan aspek lain, termasuk menaggulangi aksi rasialisme.

“Sepakbola dan olahraga harus bersatu, bukan saling mengnhancurkan. Pada 2020, kami masih berbicara tentang warna kulit,” ucap Mancini, Senin (11/11), seperti dinukil Goal International.  “Dia [Balotelli] akan dipanggil, jika dia memang layak mendapatkan kesempatan tersebut,” tutur eks juru taktik Man City.

Sejauh ini, Balotelli baru kembali bermain sekali di ajang Nations League beberapa waktu lalu. Pemanggilan tersebut merupakan yang pertama pasca ia tampil di Piala Dunia 2014 kemarin. Meski sempat dua kali menangani Balo di Inter dan Man City, ia akan tetap objektif dalam melakukan pemanggilan pemain untuk Timnas Italia.

Baca juga: Vivagoal Bagi-bagi Jersey Gratis!

Terdekat, Azzurri akan menghadapi Bosnia-Herzegovina, Sabtu (16/11) dan Armenia, Selasa (19/11) dini hari WIB. Laga kontra kedua tim tak akan menentuan apapun untuk Italia karena Negeri Pizza sudah memastikan diri tampil di putaran final EURO 2020.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Balotelli Jadi Korban, Pelatih Timnas Italia Tak Mau Panggil

Vivagoal Berita BolaRoberto Mancini, pelatih timnas Italia mengungkapkan bahwa dirinya akan memanggil Mario Balotelli jika tersebut pantas mendapatkannya karena alasan sepakbola bukan untuk menenangkan terkait rasisme.

Mantan pemain Inter Milan tersebut sudah tak pernah bermain untuk timnas Italia usai bulan September tahun 2018. Dia telah mendapatkan kasus usai menendang bola kearah penggemar melawan.

Dia juga mengancam akan keluar dari lapangan ketika menjadi sasaran pembinaan rasisme dari kerumunan para fans di laga Serie A ketika Brescia kontra Hellas Verona pada awal bulan ini.

“Ketika saya memanggil Mario Balotelli, itu karena dia pantas mendapatkannya, bukan karena warna kulitnya,” kata Mancini pada konferensi pers.

Baca Juga: Kapten Roma Masuk Radar tim Italia Lain

“Saya tahu Mario dan saya mencintainya. Ingat, saya membuat Mario bermain ketika dia masih kecil, jadi saya mengenalnya dengan sangat baik.”

“Saat, saya memanggil kembali Mario Balotelli itu lantaran dirinya pantas untuk mendapatkan posisi striker di timnas Italia bukan karena warna kulitnya,” ucap Mancini kepada media.

“Saya mengetahui bahwa Balotelli sangat mencintai sepakbola begitu pula dengan saya. Saya telah melihat Mario Balotelli ketika masih kecil, jadi saya sangat mengenalnya dengan sangat baik.

Sedangkan Gabriela Alvina selaku presiden federasi sepakbola Italia mengungkapkan bahwa memanggil Mario Balotelli dalam skuad timnas Italia akan mengirim pesan kuat untuk melawan rasisme. namun Roberto Mancini menilai bahwa Balotelli belum melakukan permainan di lapangan dan dia pantas dipanggil kembali.

“Anda seharusnya dapat memikirkan seperti yang telah dikatakan oleh Presiden. Namun, Anda perlu mengetahui bahwa bila Balotelli mendapatkan kesempatan lain itu lantaran dia pantas mendapatkannya dari permainannya,” imbuhnya

Memang rasisme menjadi masalah serius di Liga Serie A Italia ada beberapa bulan terakhir. terlihat bahwa terakhir Romelu Lukaku striker Inter Milan telah dilecehkan oleh para penggemar sehari-hari pada September lalu.

Selalu update Berita Bola Terbaru hanya di Vivagoal.com

Italia Diprediksi Bakal Juara EURO 2020, Benarkah?

0

Vivagoal Berita Bola – Pelatih Timnas Yunani, John Van’t Schip memprediksi Italia akan menjadi juara Euro 2020. Keyakinan itu ia utarakan pasca laga Italia kontra tim asuhannya di Olimpico, Minggu (13/10) dinihari WIB.

Dalam laga tersebut, skuat arahan Roberto Mancini sukses menekuk Juara Eropa 2004 itu dengan skor 2-0 melalui gol Jorginho dan Federico Bernardeschi. Italia sendiri sukses melaju ke putaran Final EURO 2020 dengan nilai 21 hasil dari kemenagan 7 laga beruntun mereka di dase grup.

Van’t Schip pun yakin Italia bisa berbicara banyak di ajang empat tahunan itu. Materi pemain serta kultur sepakbola yang kental dipercaya bisa membuat Gli Azurri berbicara banyak di pentas terbesar se-Eropa itu.

“Italia selalu menjadi negara sepak bola yang hebat. Krisis yang mereka rasakan dua tahun lalu dengan gagal lolos ke Piala Dunia kini sudah mereka lalui,” tutur Van ‘t Schip, seperti dinukil dari Football Italia.

Baca Juga:  Roberto Mancini Siap Cetak Rekor Baru Bersama Timnas, Apa Itu?

“Mereka memiliki bek-bek hebat, gelandang dan penyerang bertalenta. Italia bisa menjadi penantang serius pada EURO 2020, mungkin menjadi salah satu favorit. Saya tak melihat alasan mengapa mereka tak bisa menjadi juara,” tukasnya,

Italia sendiri memang bisa dibilang bak tuan rumah di EURO 2020. Bagaimana tidak, tiga laga awal fase grup Piala Eropa itu akan dimainkan di Olimpico, yang notabene berada di Ibu Kota Negeri Pizza itu.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Roberto Mancini Siap Cetak Rekor Baru Bersama Timnas, Apa Itu?

0

Vivagoal Serie A – Roberto Mancini sukses mengantarkan Timnas Italia ke putaran final EURO 2020. Mantan pelatih Lazio itu sukses mengantarkan Azzuri dengna raihan poin sempurna. Hal itu pun membuahkan rekor pribadi untuknya.

Teranyar, Italia sukses membungkam Yunani dua gol tanpa balas melaluo Jorginho dan Federico Bernardeschi. Kemenangan itu membuat Italia lolos dengan raihan 21 angka dari 7 laga yang telah mereka mainkan. Don Mancio pun mengaku senang melihat performa anak asuhnya itu.

“Para pemain bermain sangat baik. Pertama, saya ingin berterima kasih kepada fans di Olimpico yang datang dan mendukung kami, bahkan jika babak pertama kami sedikit kaku, mungkin grogi karena kembali ke Roma,” ujar Mancini, seperti dinukil Goal International.

Baca Juga:  Italia Pastikan Satu Tempat di Euro 2020

Kemenangan atas Yunani menjadi yang kedelapan secara beruntun, mantan pelatih Manchester City itu berpeluang menyamai rekor sepanjang masa Vittorio Pozzo yang dibukukan pada 1938-39, andai menang melawan Liechtenstein tengah pekan ini. Namun Mancini enggan menyamai dirinya dengna Pozzo karena rentetan kemenangan yang dibukukannya.

“Pozzo adalah legenda karena dia memenangkan dua Piala Dunia, bukan karena menang sembilan kali secara beruntun,” pungkas Mancini.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Sebelum Pensiun, Buffon Berharap Bisa Bermain Lagi untuk Timnas

0

Vivagoal Serie A – Sebelum benar-bebar pensiun sebagai pemain, Gianluigi Buffon memiliki satu harapan lain. Dirinya sangat berarap bisa kembali membela Timnas Italia minimal satu kali sebelum ia gantung sepatu.

Bak gayung bersambut, pelatih Timnas Italia, Roberto Mancini bahkan siap membuka peluang bagi Buffon untuk kembali memperkuat timnas sebelum ia masuk ke jajaran manajemen klub pasca gantung sepatuu nanti.

“Jika federasi dan Mancini punya ide tersebut, saya akan menerimanya sebagai momen untuk mengakhiri karier saya sebagai pemain,” ungkapnya seperti dinukil Goal. “Saya berterima kasih kepada Mancini, yang selalu baik kepada saya,” lanjutnya.

Buffon lantas mengemukakan alasan khusus mengapa dirinya mau pulang ke Turin guna membela Juventus. Ia mengaku ornag-orang sempat bingung terhadap keputusannya. Pasalnya, kala memutuskan hengkang, farewell party sudah dibuatkan untuknya.

“Cukup benar, beberapa orang pada awalnya bingung dengan keputusan saya menerima peran baru ini [pelapis di Juventus],” ungkap Buffon seperti dikutip Football Italia.”Tapi saya menyadari satu-satunya klub di mana saya bisa menerima peran sebagai pilihan kedua hanyalah Juventus. Saya menantikannya dan terbukti benar.”

Baca Juga: Bintang Juventus Bahagia di Bawah Komando Maurizio Sarri

Saat ini, Buffon sudah tampil dalam dua laga Serie A. dirinya sukses mencatatkan satu clean sheet. Bahkan saat ini, pria berusia 41 tahun mengaku jika ia tengah dalam masa terbaiknya karena bisa kembali pulang dan memperkuat Juve.

“Saya senang bisa kembali ke ruang ganti bersama rekan satu tim, merangkul para penggemar dan para direksi klub, semua orang yang bersama-sama saya baik di dalam dan luar lapangan. Itulah mengapa saya membuat keputusan ini,” pungkasnya.

Teranyar namanya juga masuk dalam buku rekor Serie A karena mencatatkan diri sebagai pemain yang paling sering tamil di kasta tertinggi dalam piramida sepakbola Italia

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

 

Mancini; Juventus Masih yang Terbaik di Serie A

Vivagoal Serie APelatih timnas Italia, Roberto Mancini menyebut jika Juventus masih akan menjadi favorit untuk bisa merengkuh gelar scudetto musim 2019/20 mendatang. Ia meyakini dominasi Juventus belum akan berhenti.

Delapan musim sudah Juventus berhasil merajai Serie A. Tak satupun trofi juara liga gagal mereka amankan dalam kabinet trofi di ruangannya. Bahkan raksasa asal Turin tersebut acap kali keluar sebagai juara sebelum musim berakhir.

Kendati berhasil mendominasi Serie A, namun klub yang bermarkas di Allianz Stadium tersebut tak lantas berpuas diri. Sebut saja pada musim panas ini mereka terus memperkuat skuatnya dengan mendatangkan sederet pemain top dunia seperti Matthijs De Ligt, Aaron Ramsey, dan Adrien Rabiot.

Sama halnya dengan Juve, para rival mereka pun memperkuat setiap posisi dalam tim. Sebut saja Inter Milan yang mendatangkan Romelu Lukaku serta Antonio Conte atau Napoli yang terus memperkuat kuda-kuda mereka di lini pertahanan disebut bisa jadi masalah besar bagi Juventus pada musim baru nanti.

Meski begitu, Mancini melihat jika apa yang dilakukan Juventus saat ini masih belum mampu dikejar oleh klub lain termasuk Inter. Memang masih terlalu dini memprediksi juara di akhir musim nanti. Namun dengan apa yang dilakukan Si Nyonya Tua dalam beberapa musim terakhir, sepertinya masih cukup sulit meruntuhkan dominasi mereka musim baru nanti.

Baca Juga: Tiga Klub Serie A Cegah Kepindahan Icardi ke Juventus, Kenapa?

“Terlalu dini untuk mengatakan siapa yang akan memenangi scudetto musim ini, tapi sejauh ini Juventus masih yang terbaik,” kata Mancini di Football Italia. “Jangan lupakan bahwa mereka sudah menjadi juara dalam delapan tahun terakhir dan sudah memperkuat diri: Inter memang juga melakukannya, tapi Juve tak berhenti,” dia menambahkan.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Meski Menang Telak, Roberto Mancini Masih Tuntut Italia Main Lebih Baik, Kenapa?

Vivagoal Berita BolaDalam Kualifikasi EURO 2020, Italia berhasil menumbangkan Yunani dengan skor telak 3-0. Meski begitu, Pelatih Gli Azzuri, Roberto Mancini berharap anak asuhnya dapat bermain lebih baik lagi. Mengapa demikian?

Italia berhasil mengandaskan Yunani pada babak pertama. Negeri Pizza memporakporandakan Negeri Dewa-Dewa melalui gil Nicolo Barella, Lorenzo Insigne dan bek gaek Leonardo Bonucci. Mancini pun mengaku sangat senang karena anak asuhnya berhasil memetik angka penuh.

“Kami berhasil bermain dengan baik karena kami mengawali pertandingan sesuai dengan apa yang kami inginkan. Kami bermain dengan garis pertahanan yang tinggi dan kami bermain dengan baik ” ujar Mancini di halaman resmi UEFA.

Meski begitu, Pelatih yang pernah menangani Manchester City tersebut pun menyoroti Italia pada babak kedua. Menurutnya, Azurri bisa saja tampil sama baiknya di kedua babak. “Namun sayang di babak kedua kami bermain kurang baik, di mana kami seharusnya bisa membuat gol keempat kami,” ujarnya.

[irp]

Senada dengan Don Mancio, penyerang Italia Andrea Bettoli pun mengungkapkan keresahan yang diutarakan Mancini kepada rekan-rekannya. “Mancini agak marah karena di babak kedua kami tidak bermain sebaik di babak pertama, di mana kami tidak menekan lawan kami dengan ketat,” ungkapnya

“Kami harus mengembangkan permainan kami lagi. Ketika anda menurunkan tempo permainan, maka segalanya akan menjadi aneh. Kami nyaris saja kebobolan pada laga ini. Namun yang terpenting saat ini kami sudah meraih kemenangan dan kedepannya kami harus mengurangi kesalahan kami.” pungkasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

 

Dua Pelatih Ini Bisa Dibunuh Apabila Melatih di Italia

Vivagoal Serie A – Pelatih timnas Italia, Roberto Mancini menyebut jika Jurgen Klopp dan Mauricio Pochettino cukup beruntung karena melatih di Inggris. Andai mereka melatih di Italia, keduanya mungkin sudah dibunuh karena tidak memberi gelar juara.

Nama Pochettino sendiri ramai mendapat pujian usai berhasil merubah Tottenham Hotspur sebagai salah satu klub paling berkembang di Inggris. Selain terus berada di posisi empat besar dan menjadi penantang juara Premier League, pria asal Argentina tersebut baru saja mengantarkan Spurs lolos ke semifinal Liga Champions pertama dalam sejarah klub.

Sementara itu, Klopp tak kalah gemilang bersama Liverpool. Musim lalu ia berhasil membawa The Reds melaju ke final Liga Champions meski akhir tumbang dari Real Madrid. Musim ini mereka kembali melaju ke semifinal dan bersaing ketat juara Premier League dengan Manchester City.

[irp]

 

Keduanya memang memiliki catatan serupa, bukan perihal semifinal Liga Champions. Ya, keduanya sama-sama belum meraih gelar apapun bagi timnya masing-masing.

Capaian terbaik Klopp di Liverpool adalah mencapai tiga laga final yakni: Piala Liga musim 2015/16, Liga Europa musim 2015/16 dan Liga Champions musim 2017/18. Tiga kali melaju ke final, tiga kali pula Klopp gagal menjadi juara.

“Jurgen Klopp sudah berada di Liverpool selama tiga tahun tapi tidak mampu memenangkan apapun. Meskipun dia punya musim yang patut dibanggakan,” buka Mancini dikutip dari Football Italia.

[irp]

“Pochettino sudah berada di Tottenham lebih lama selama lima tahun, dia punya tim yang sangat bagus. Dalam lima tahun tersebut, dia belum memenangkan apapun. Di Italia, mereka sudah membunuh orang yang seperti itu,” sambung mantan pelatih Manchester City.

“Kami melebih-lebihkan apa yang terjadi di Italia,” keluhnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Balotelli Bisa Kembali Membela Timnas Italia Asalkan Penuhi Hal Ini

VivagoalLigue 1 – Pelatih timnas Italia, Roberto Mancini membuka peluang untuk penyerang Marseille, Mario Balotelli kembali memperkuat timnas. Bomber berdarah Ghana itu diminta terus tampil oke di beberapa laga sisa musim ini.

Terakhir kali Balotelli bermain untuk Italia boleh dibilang cukup lama. Saat itu Italia bermain imbang 1-1 melawan Polandia di laga UEFA Nations League, September 2018. Di laga tersebut, Balotelli dimainkan selama 61 menit.

Bersama Marseille, Balotelli menunjukkan performa yang ciamik. Dalam sembilan pertandingan di ajang Ligue 1 Prancis, Super Mario sudah membukukan tujuh gol. Penampilan yang bagus itu ternyata belum cukup untuk menarik minat Mancini memanggil Balotelli masuk skuat Gli Azzurri pada jeda internasional pekan lalu.

[irp]

Kendati demikian, Mancio, sapaan akrab Mancini, mengisyaratkan bahwa dirinya masih memberi peluang untuk penyerang 28 tahun tersebut kembali mengenakan kostum La Nazionale. “Saya sangat mengenal Mario. Saya bahkan sudah memainkan dirinya saat usianya baru 17 tahun. Dia seorang pemain dengan kualitas yang luar biasa. Dia masih cukup muda dan bertalenta.” ujar Mancini dikutip dari Football Italia.

“Saya pribadi masih memberi dia kesempatan untuk memperkuat Italia, tapi itu bergantung pada dirinya sendiri. Saya harap dia bisa terus bermain bagus di Marseille dan bekerja keras untuk mendapatkan kesempatan tersebut.” Mancini menambahkan.

Selalu update berita bola terbaru seputar LaLiga hanya di Vivagoal.com

Balotelli Tak Dipanggil Gli Azzurri Meski Tajam Bersama Marseille

VivagoalLiga Italia – Pelatih timnas Italia, Roberto Mancini memutuskan untuk tidak memanggil penyerang anyar Marseille, Mario Balotelli dalam laga kualifikasi Piala Eropa 2020. Menurutnya, Balotelli perlu meningkatkan banyak hal untuk kembali mentas di ajang internasional. 

Timnas Italia akan memulai perjuangannya dalam upaya meraih satu tiket ke Piala Eropa 2020 pekan ini. Gli Azzurri akan menghadapi Finlandia pada 24 Maret mendatang. Dilanjutkan melawan Liechtenstein dalam lanjutan kualifikasi Grup J Piala Eropa 2020.

[irp]

Untuk melakoni dua laga itu, Mancini memanggil sebanyak 29 pemain. Tapi, dari daftar yang dipublikasikan tak ada nama Balotelli. Padahal, sang bomber sedang on fire bersama klub asal Ligue 1 Prancis, Marseille. Mancini menyebut sang pemain belum berada dalam performa terbaiknya. 

“Mario belum dalam kondisi terbaik untuk masuk skuat Italia saat ini,” ujar Mancini dikutip dari Sport 24.

Didatangkan di bursa transfer musim dingin, Januari lalu  dengan status free transfer, Balotelli langsung menunjukkan ketajamannya. Total ia sudah mengemas lima gol dari tujuh penampilan terakhirnya di ajang Ligue 1.

Mancini sendiri beralasan keputusannya menepikan Balotelli karena performanya yang belum layak masuk timnas. Menurutnya, Super Mario harus bersabar, sembari terus berusaha mempertahankan performa apiknya saat ini.

“Secara fisik memang dia sudah membaik sedari September 2018 lalu, tetapi dia masih bisa lebih baik lagi. Dia sudah hampir 29 tahun dan sedang di puncak karier. Tapi untuk tim nasional dia harus memberikan lebih dari yang sekarang dia tunjukkan,” tegas Mancini.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

HOT NEWS