Tag: Roberto Mancini

Roberto Mancini Bantah Rumor Akan Melatih Klub Liga Inggris

Vivagoal – Liga Inggris – Roberto Mancini yang dikaitkan dengan beberapa klub Inggris menegaskan akan terus bertahan sebagai pelatih Gli Azzurri hingga target yang ditentukan tercapai.

Usai kegagalan menyakitkan dengan tidak lolos ke Piala Dunia 2018, Timnas Italia melakukan perombakan. Salah satu langkah yang mereka ambil adalah dengan menunjuk Roberto Mancini sebagai pengganti Giampiero Ventura.

Kinerja Mancini sebagai pelatih Timnas Italia terbilang sangat menjanjikan. Tercatat La Nazionale berhasil menyapu bersih 10 kemenangan di 10 laga kualifikasi Euro 2020 kemarin.

Berkat kinerjanya tersebut, nama Mancini belakangan disebut tengah menjadi incaran sejumlah klub Liga Inggris. Meski demikian, Mancini menegaskan komitmennya untuk tetap bertahan sebagai pelatih Timnas Italia.

“Ambisi saya adalah membawa Italia tampil bagus di Piala Eropa dan Piala Dunia. Akan menjadi sebuah penyesalan jika meninggalkan Tim Nasional Italia kepada orang lain,” ujar Mancini seperti dikutip Goal International.

“Tak ada satupun klub yang mencoba menggoda saya pada musim panas ini,” tegas Mancini terkait rumor yang beredar luas belakangan.

Mancini sendiri memiliki segudang pengalaman di Liga Inggris setelah menukangi Manchester City pada tahun 2009-2013. Empat musim di Etihad Stadium, Mancini berhasil mempersembahkan gelar Liga Inggris pada musim 2011-12 silam.


Baca Juga: 


Selain City, Mancini juga pernah menukangi beberapa klub elit Eropa seperti,  Lazio, Inter Milan, Galatasaray, hingga Zenit St Petersburg.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Mancini: Beruntung Pirlo Awali Karier Bersama Juventus

Vivagoal Serie A – Pelatih timnas Italia, Roberto Mancini menyebut Andrea Pirlo beruntung bisa mengawali karier kepelatihannya bersama klub sebesar Juventus.

Mancini sendiri mengaku terkejut ketika Juventus tersingkir di Liga Champions. Menurutnya tim asal Turin itu menjalani musim dengan kurang maksimal dan Maurizio Sarri tak cukup mampu melakukan pekerjaannya dengan baik.

“Saya tak mengira Juventus tersingkir dari Liga Champions. Saya yakin mereka akan lolos,” ujar Mancini kepada La Gazzetta dello Sport.

“Namun, musim ini menjadi musim yang buruk, tak terprediksi, dan sulit. Sarri tak mampu menunjukkan gaya sepak bola khas dia,” tambah Mancini.

Akibat capaian buruk tersebut, Juventus kemudian memutuskan berpisah dengan Sarri. Manajemen klub kemudian mengambil langkah berani dengan menunjuk Pirlo sebagai pelatih baru untuk musim depan.

Mancini melihat Pirlo begitu beruntung mendapat kesempatan melatih Juventus. Pasalnya dibandingkan dengan pelatih-pelatih lain, Pirlo mengawali langkahnya bersama sebuah klub besar.


Baca Juga:


“Pirlo beruntung. Dia mengawali dari puncak dan dengan tim terbaik. Mungkin saya tidak memulai dari bawah, tetapi saya memulai di Fiorentina, bukan dengan Juve,” tutur Mancini.

 

“Bukan bercanda, jika saya mencari, saya akan melihat Andrea. Dia memiliki pengetahuan soal sepak bola. Seperti Daniele De Rossi. Saya akan senang bekerja dengannya,” imbuh Mancini.

“Selalu ada yang pertama kali. Andrea membuka lembaran baru. Mari pantau dia. Semoga beruntung,” tukasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Mancini: Balotelli Terus Sia-siakan Bakatnya!

Vivagoal Serie A – Roberto Mancini mengatakan jika Mario Balotelli saat ini terus menyia-nyiakan bakat terpendamnya. Namun demikian ia berharap sang pemain bisa segera bangkit.

Balotelli tak pernah lepas dari berbagai kontroversi. Terbaru ia disebut menolak untuk berlatih bersama Brescia guna mempersiapkan diri untuk melanjutkan kompetisi musim ini.

Namun demikian, Mancini terus melihat jika Balotelli adalah sosok bertalenta. Hanya saja ia tak sadar sikapnya selama ini hanya menyia-nyiakan potensi yang dimilikinya.

“Saya tentu saja peduli padanya, terlepas dari semua hal yang pernah dia lakukan,” kata Mancini kepada RAI Sport.

“Saya melatihnya ketika dia masih muda [di Manchester City], saya sering memainkannya dan dia luar biasa selama bertahun-tahun,” lanjutnya.

“Harapan saya adalah dia akan melakukan sesuatu untuk mengubah semua ini, karena dia baru berusia 30 tahun dan akan berada di puncak karirnya,” imbuhnya.


Baca Juga:


“Saya berharap suatu hari nanti dia terbangun dan menyadari bahwa dia masih menyia-nyiakan bakatnya. Mario adalah anak yang luar biasa, sangat baik dan sopan. Saya telah menjelaskan kepadanya berkali-kali bahwa ia membuang bakatnya, karena potensinya luar biasa,”pungkasnya.

Di musim 2019/20 ini, Balotelli tercatat telah mencetak lima gol dari 19 penampilannya untuk Brescia di Serie A.

Meski terikat kontrak bersama Brescia hingga Juni 2022, namun sekarang masa depannya tidak jelas seiring sosoknya yang terpinggirkan dari skuad.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Mancini Kesulitan Memprediksi Pemenang Coppa Italia Musim Ini

Vivagoal – Serie A – Pelatih timnas Italia, Roberto Mancini menganggap duel taktik antara Gennaro Gattuso dan Maurizio Sarri yang akan tersaji di final Coppa Italia 2020 sangat menarik untuk disaksikan. Bahkan ia sulit memprediksikan yang akan menang musim ini.

Juru taktik Gli Azzuri, Roberto Mancini mengharapkan partai final Coppa Italia antara Juventus dan Napoli musim ini akan seimbang. Pasalnya Mancini menilai Napoli di bawah asuhan Gattuso saat ini mampu mengimbangi permainan Juventus.

Dilansir Football Italia, pelatih berusia 55 tahun itu juga menyebutkan Gattuso telah membuat perubahan besar dalam kubu Napoli. Bahkan Mancini menambahkan apa yang dilakukan mantan pemain AC Milan itu bukanlah hal yang mudah.

“Saya mengharapkan Napoli, karena mereka kuat, sangat kuat. Mereka kini lebih baik. Mungkin mungkin orang berpikir Gattuso adalah seorang motivator, namun itu adalah kesalahan. Gattuso lebih dari itu.


Baca Juga:


“Ia mengalami banyak perubahan dan telah berkembang di setiap musim. Ia juga mengumpulkan semua pengetahuannya, pengalaman termanis hingga pengalaman terburuknya. Bahkan kala ia melatih Milan, kepelatihannya terlihat bagus,” ucap Mancini.

Mancini juga menambahkan apa yang dilakukan Maurizio Sarri pun tak kalah menakjubkan. Ia telah menunjukkan pada dunia bahwa dirinya memang layak melatih tim sekelas Bianconeri dan mempertahankan ritme permainan mereka.

“Mengambil tim yang telah sering menang dalam beberapa tahun terakhir tampaknya sangat sulit. Namun ia melakukannya, ia menjaga kualitas anak asuhnya untuk tetap berada pada puncak performa mereka. Saya pikir ini imbang,” ujar Mancini.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Mancini; Awal Kembalinya Serie A Akan Berjalan Sulit

Vivagoal Serie A – Pelatih Timnas Italia, Roberto Mancini menyebut jika bergulirnya kembali kompetisi Serie A akan berjalan sulit.

Serie A sendiri terpaksa ditunda sejak awal Maret kemarin karena pandemi corona. Kini, setelah angka penyebaran mulai terkontrol, pemerintah dan pihak penyelenggara bersiap menggulirkan kembali kompetisi pada 20 Juni.

Namun demikian, kekhawatiran tetap menghantui. Para pemain yang sudah terlalu lama absen bermain disebut memiliki kemungkinan besar untuk mengalami cedera nantinya.

“Para pemain banyak yang tidak berada di kondisi prima mereka sehingga kompetisi akan berjalan sulit pada awalnya,” ujar Mancini seperti dilansir dari Gazzetta dello Sport.

Mancini juga menerawang jalannya kompetisi musim ini. Menurutnya sisa laga yang nantinya digelar akan menghadirkan berbagai kejutan. Hal ini mengingat persaingan di papan atas klasemen yang begitu ketat.

“Juventus memang mempunyai skuad yang bagus, tetapi permainan Lazio juga sedang membaik,” kata Mancini.


Baca Juga:



“Pertarungan selanjutnya akan menarik dan kejutan pasti ada,” ujar mantan pelatih Manchester City tersebut.

Saat ini Juventus masih berada di puncak klasemen dengan raihan 63 poin. Cristiano Ronaldo cs jelas tak bisa bersantai mengingat mereka hanya unggul satu angka saja dari Lazio di peringkat kedua.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Mancini: Tak Ada yang Mau Melatih Timnas Italia!

Vivagoal – Berita Bola –  Pelatih Tim Nasional Italia, Roberto Mancini mengklaim bahwa sebenarnya tak ada yang benar-benar mau untuk melatih tim Italia. Ia pun kini ingin membuat sesuatu yang spesial bersama Gli Azzurri.

Dibawah komando Mancini, Italia sukses melalui Kualifikasi Euro 2020 dengan hasil sempurna, lewat 10 kemenangan dari 10 pertandingan. Jika tak ada pandemi corona ini, mereka kini mungkin tengah melakukan persiapan menuju Euro 2020.

Mancini merasa Italia saat ini sedang berada di kondisi yang baik. Ia menilai timnya itu dalam kondisi siap tempur dan akan sulit dikalahkan oleh tim lawan.

“Dalam dua bulan ini, kami seharusnya memainkan dua pertandingan persahabatan melawan Inggris di Wembley dan Jerman di Nuremberg. (Tapi) Sekarang, kami lebih baik mundur demi Euro,”ujar Mancini dilansir Football Italia.

“Kami melewatkan semuanya demi pekerjaan ini, termasuk kehidupan normal sehari-hari. Saya pikir akan sulit bagi siapapun untuk mengalahkan kami. Saya harap tahun ini para pemain muda kami akan mendapat pengalaman yang lebih baik lagi.


Baca Juga:


Mancini mengungkapkan Ia setuju untuk menangani Timnas Italia karena ingin menciptakan sebuah hal yang luar biasa bersama mereka. Sejauh ini Mancini merasa para pemain Italia bisa melakukan hal tersebut.

“Ide saya adalah membuat sesuatu yang spesial untuk membawa orang-orang lebih dekat pada tim nasional. Para pemain sangat baik untuk menciptakan atmosfer luar biasa,”ungkapnya.

Selain itu, Ia bercerita karena beberapa hal, awalnya tak ada satupun yang berani untuk melatih tim Italia hal. Namun kepercayaan diri yang Ia miliki membuatnya tak menyianyiakan tawaran melatih Azzurri.

“Saat saya datang tak ada yang ingin melatih tim nasional. Kebanyakan takut terjerumus pada situasi sulit. Tapi sepakbola juga menciptakan berbagai momen dan kamu hanya perlu sedikit yakin serta percaya pada kualitas para pemain muda,”bebernya.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Figo; Mancini Permalukan Saya di Inter Milan

Vivagoal Serie A Luis Figo menjadikan Inter Milan sebagai tempat terakhir sebelum gantung sepatu. Namun perjalanan di sana tak selamanya mulus meski banyak gelar juara ia raih.

Figo sendiri berseragam Inter dari musim 2005-2009. Inter Milan mendapatkan mantan pemain paling mahal di dunia tersebut dengan status bebas transfer setelah kontraknya berakhir di Real Madrid.

Figo yang saat itu tak lagi muda nyatanya masih memberi banyak kontribusi bagi Inter. Pada dua musim pertamanya, Luis Figo masih mampu memainkan lebih dari 30 pertandingan di Serie A.

Sederet trofi bergengsi berhasil ia raih termasuk empat scudetto Serie A. Selain itu, mantan kapten timnas Portugal tersebut juga meraih satu gelar Coppa Italia dan dua gelar Supercoppa Italia bersama Inter Milan.

Namun perjalanan Figo di Inter tak selamanya baik. Adalah keberadaan Roberto Mancini yang disebutnya sebagai hal yang membuatnya malu. Di usianya yang saat itu lebih dari 30 tahun, Mancini meminta hal yang berlebihan dan lebih ke arah untuk mempermalukannya.

“Awalnya saya memiliki pengalaman yang baik di Inter Milan, kemudian saya memiliki pengalaman buruk dengannya Roberto Mancini,” kata Figo kepada Fabio Cannavaro dalam percakapan di Instagram, dikutip dari Marca.


Baca Juga:



“Mancini adalah salah satu orang yang paling mempermalukan saya sepanjang karir. Saya menderita dan saya tidak berusia 20 tahun lagi, saya 34 atau 35 tahun. Saya harus menjalani situasi yang seharusnya tidak kulakukan,” ucap Luis Figo.

“Ini bukan masalah bermain kurang atau lebih, pada usia 34 Anda tahu itu bisa saja terjadi,” kata Luis Figo.

“Mancini meminta saya untuk melakukan pemanasan selama 85 menit dan bermain tiga menit hanya untuk melihat apakah saya cukup siap untuk bermain, itu tidak normal,” tegas Luis Figo.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Mancini Optimis Serie A Bakal Tuntas

Vivagoal Serie ARoberto Mancini optimis Serie A musim ini bakal terselesaikan. Namun FIGC harus memastikan semua pemain negatif dari corona sebelum keputusan diambil.

Serie A sudah berhenti bergulir sejak awal Mei kemarin. Langkah tersebut dilakukan demi memutus mata rantai penyebaran corona yang sudah menjamah ranah sepakbola.

Namun demikian, ada wacana untuk kembali melanjutkan kompetisi setelah kasus corona di Italia mulai reda. Bahkan beberapa klub disebut akan kembali menggelar latihan pada 4 Mei mendatang.

Mancini menilai  kemungkinan besar kompetisi bisa dilanjutkan dengan aman. Tapi dia meminta federasi memastikan semua pemain negatif covid-19 sekaligus mendongkrak imun para pemain untuk meminimalisir hal yang tidak beresiko.


Baca Juga:


“Dalam pandangan saya, olahraga kontak tak terlalu beresiko. Kita bisa terlebih dahulu menghitung jumlah kasus pemain yang terinfeksi, terutama di level tertinggi.

“Lapangan sepakbola itu begitu luas sekali, ada ruang untuk setiap pemain berlatih, terutama di klub-klub besar yang memiliki berbagai macam area untuk latihan tim

S

“Mari kita lanjutkan lagi bermain sepakbola dan anda akan melihat bagaimana sepakbola bisa membantu negara ini untuk bangkit. Andai kata 500 pemain di Serie A itu imunnya kuat dan sehat bugar, maka tidak ada resiko lainnya,” kata Mancini, dilansir dari Football Italia.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Mancini Sebut Ada Pihak yang Diuntungkan di Balik Penundaan EURO

Vivagoal Serie A – Juru taktik Timnas Italia, Roberto Mancini mengklaim jika Italia mendapatkan keuntungan dengan dimundurkannya EURO. Ia menilai, pemain muda bisa mempersiapkan diri dan tampil di ajang empat tahunan tersebut.


Baca Juga:


Sekedar catatan, Italia sukses melaju ke putaran final dengan raihan 100 persen kemenangan di fase grup. Meski sedikit kecewa karena EURO ditunda, ia merasa hal tersebut menimbulkan kans bagi pemain muda untuk unjuk gigi dan mendapatkan atensi lebih darinya.

“Mengecewakan karena kami tidak bisa memainkan Euro, tapi di saat yang sama saya kira itu akan jadi keuntungan bagi Italia, karena kami tim muda dan memiliki pengalaman ekstra satu tahun bisa berguna bagi beberapa pemain kami,” tutur Mancini kepada Rai 1.

“Saya menilai, kami akan berada di antara tim yang bisa memenangkan trofi ini. Saya tidak suka menetapkan terlalu banyak aturan kepada para pemain saya. Karena bagi saya tidak tepat mengurung personalitas mereka,” pungkas eks juru taktik Man City ini.

Beberapa nama macam Sandro Tonali, Moise Kean bahkan hingga Mario Balotelli masih memiliki waktu untuk unjuk gigi dan buktikan diri pantas dibawa Mancini ke EURO mendatang.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

7 Pemain Terbaik Italia yang Siap Dimainkan di Career Mode FIFA 20

Vivagoal – IGL – Italia merupakan satu dari dua tim yang lolos ke EURO 2020 dengan raihan poin sempurna dar 10 laga yang telah dimainkan. Mereka hanya kalah dari Belgia dalam urusan produktivitas gol. Gli Azzurri sukses mencetak 37 gol dan kebobolan empat gol. Sementara Belgia mampu menceplosan 40 gol dan hanya kebobolan tiga gol. Capaian tersebut tak lepas dari strategi jitu Roberto Mancini dan komposisi pemain yang dibawa ke ajang kualikasi EURO 2020.

Pasca menukangi Manchester City, Roberto Mancini berubah menjadi sosok yang tak lagi disegani. Ia hanya mampu mempersembahkan satu Turksh Cup pada 2013 silam bersama Galatasaray. Setelahnya, rekam jejak eks pemain Sampdoria ini seakan hilang. Ia pun sempat melalang buana hingga ke Rusia guna menukang Zenit St Petersburg. Namun kesempatan emas datang tatkala ia diberi kesemaptan menukangi Timnas Italia.

Bersama Gli Azzurri, Mancini memulai perjalanannya dengan baik. Ia sukses melewati rekor yang dipegang pelatih legendaris Italua, Vittoro Pozzo dengan mencetak 11 kemenangan beruntun baik di ajang uji coba maupun ajang resmi. Rentetan kemenangan tersebut membuat italia lolos ke EURO 2020 sekaligus menjadi ancaman nyata untuk tim-tim lain.

Melalui raihan tersebut, kontrak Mancini yang sebelumnya akan berakhir di tahun 2020 mendapatkan ekstensi anyar hingga 2022. Kejelian Mancini memilih komposisi pemain juga patut diacung jempol.

Baca Juga:  7 Fullback Murah Namun Mematikan di FIFA 20 FUT

Rata-rata pemain yang berada di Timnas Italia merupakan nama besar di klubnya masing-masing. Don Mancio sukses mengombinasikan peran mereka menjadi satu kesatuan utuh. Meski masih banyak didominasi pemain Juventus (atau Piemonte Calcio di game FIFA), namun nama-nama lain juga tetap memiliki peranan penting dalam tim.

Realsports 101 sudah merangkum 7 nama besar asal Italia yang bisa dimainkan di Career Mode FIFA 20. Mereka yang ada di dalam daftar memilki overall rating di atas 82. Bahkan beberapa diantara mereka masih memiliki potential rating yang cukup besar di tahun-tahun mendatang.

Namun untuk mendatangkan nama-nama dalam daftar, tentunya ada dana besar yang harus disiapkan mengingat pentingnya peran mereka dalam klub. Siapa saja mereka? Vivagoal telah merangkum daftarnya untuk anda. Selamat membaca.

LATEST NEWS

HOT NEWS