Tag: Roberto Mancini

Mancini: Tak Ada yang Mau Melatih Timnas Italia!

Vivagoal – Berita Bola –  Pelatih Tim Nasional Italia, Roberto Mancini mengklaim bahwa sebenarnya tak ada yang benar-benar mau untuk melatih tim Italia. Ia pun kini ingin membuat sesuatu yang spesial bersama Gli Azzurri.

Dibawah komando Mancini, Italia sukses melalui Kualifikasi Euro 2020 dengan hasil sempurna, lewat 10 kemenangan dari 10 pertandingan. Jika tak ada pandemi corona ini, mereka kini mungkin tengah melakukan persiapan menuju Euro 2020.

Mancini merasa Italia saat ini sedang berada di kondisi yang baik. Ia menilai timnya itu dalam kondisi siap tempur dan akan sulit dikalahkan oleh tim lawan.

“Dalam dua bulan ini, kami seharusnya memainkan dua pertandingan persahabatan melawan Inggris di Wembley dan Jerman di Nuremberg. (Tapi) Sekarang, kami lebih baik mundur demi Euro,”ujar Mancini dilansir Football Italia.

“Kami melewatkan semuanya demi pekerjaan ini, termasuk kehidupan normal sehari-hari. Saya pikir akan sulit bagi siapapun untuk mengalahkan kami. Saya harap tahun ini para pemain muda kami akan mendapat pengalaman yang lebih baik lagi.


Baca Juga:


Mancini mengungkapkan Ia setuju untuk menangani Timnas Italia karena ingin menciptakan sebuah hal yang luar biasa bersama mereka. Sejauh ini Mancini merasa para pemain Italia bisa melakukan hal tersebut.

“Ide saya adalah membuat sesuatu yang spesial untuk membawa orang-orang lebih dekat pada tim nasional. Para pemain sangat baik untuk menciptakan atmosfer luar biasa,”ungkapnya.

Selain itu, Ia bercerita karena beberapa hal, awalnya tak ada satupun yang berani untuk melatih tim Italia hal. Namun kepercayaan diri yang Ia miliki membuatnya tak menyianyiakan tawaran melatih Azzurri.

“Saat saya datang tak ada yang ingin melatih tim nasional. Kebanyakan takut terjerumus pada situasi sulit. Tapi sepakbola juga menciptakan berbagai momen dan kamu hanya perlu sedikit yakin serta percaya pada kualitas para pemain muda,”bebernya.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Figo; Mancini Permalukan Saya di Inter Milan

Vivagoal Serie A Luis Figo menjadikan Inter Milan sebagai tempat terakhir sebelum gantung sepatu. Namun perjalanan di sana tak selamanya mulus meski banyak gelar juara ia raih.

Figo sendiri berseragam Inter dari musim 2005-2009. Inter Milan mendapatkan mantan pemain paling mahal di dunia tersebut dengan status bebas transfer setelah kontraknya berakhir di Real Madrid.

Figo yang saat itu tak lagi muda nyatanya masih memberi banyak kontribusi bagi Inter. Pada dua musim pertamanya, Luis Figo masih mampu memainkan lebih dari 30 pertandingan di Serie A.

Sederet trofi bergengsi berhasil ia raih termasuk empat scudetto Serie A. Selain itu, mantan kapten timnas Portugal tersebut juga meraih satu gelar Coppa Italia dan dua gelar Supercoppa Italia bersama Inter Milan.

Namun perjalanan Figo di Inter tak selamanya baik. Adalah keberadaan Roberto Mancini yang disebutnya sebagai hal yang membuatnya malu. Di usianya yang saat itu lebih dari 30 tahun, Mancini meminta hal yang berlebihan dan lebih ke arah untuk mempermalukannya.

“Awalnya saya memiliki pengalaman yang baik di Inter Milan, kemudian saya memiliki pengalaman buruk dengannya Roberto Mancini,” kata Figo kepada Fabio Cannavaro dalam percakapan di Instagram, dikutip dari Marca.


Baca Juga:



“Mancini adalah salah satu orang yang paling mempermalukan saya sepanjang karir. Saya menderita dan saya tidak berusia 20 tahun lagi, saya 34 atau 35 tahun. Saya harus menjalani situasi yang seharusnya tidak kulakukan,” ucap Luis Figo.

“Ini bukan masalah bermain kurang atau lebih, pada usia 34 Anda tahu itu bisa saja terjadi,” kata Luis Figo.

“Mancini meminta saya untuk melakukan pemanasan selama 85 menit dan bermain tiga menit hanya untuk melihat apakah saya cukup siap untuk bermain, itu tidak normal,” tegas Luis Figo.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Mancini Optimis Serie A Bakal Tuntas

Vivagoal Serie ARoberto Mancini optimis Serie A musim ini bakal terselesaikan. Namun FIGC harus memastikan semua pemain negatif dari corona sebelum keputusan diambil.

Serie A sudah berhenti bergulir sejak awal Mei kemarin. Langkah tersebut dilakukan demi memutus mata rantai penyebaran corona yang sudah menjamah ranah sepakbola.

Namun demikian, ada wacana untuk kembali melanjutkan kompetisi setelah kasus corona di Italia mulai reda. Bahkan beberapa klub disebut akan kembali menggelar latihan pada 4 Mei mendatang.

Mancini menilai  kemungkinan besar kompetisi bisa dilanjutkan dengan aman. Tapi dia meminta federasi memastikan semua pemain negatif covid-19 sekaligus mendongkrak imun para pemain untuk meminimalisir hal yang tidak beresiko.


Baca Juga:


“Dalam pandangan saya, olahraga kontak tak terlalu beresiko. Kita bisa terlebih dahulu menghitung jumlah kasus pemain yang terinfeksi, terutama di level tertinggi.

“Lapangan sepakbola itu begitu luas sekali, ada ruang untuk setiap pemain berlatih, terutama di klub-klub besar yang memiliki berbagai macam area untuk latihan tim

S

“Mari kita lanjutkan lagi bermain sepakbola dan anda akan melihat bagaimana sepakbola bisa membantu negara ini untuk bangkit. Andai kata 500 pemain di Serie A itu imunnya kuat dan sehat bugar, maka tidak ada resiko lainnya,” kata Mancini, dilansir dari Football Italia.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Mancini Sebut Ada Pihak yang Diuntungkan di Balik Penundaan EURO

Vivagoal Serie A – Juru taktik Timnas Italia, Roberto Mancini mengklaim jika Italia mendapatkan keuntungan dengan dimundurkannya EURO. Ia menilai, pemain muda bisa mempersiapkan diri dan tampil di ajang empat tahunan tersebut.


Baca Juga:


Sekedar catatan, Italia sukses melaju ke putaran final dengan raihan 100 persen kemenangan di fase grup. Meski sedikit kecewa karena EURO ditunda, ia merasa hal tersebut menimbulkan kans bagi pemain muda untuk unjuk gigi dan mendapatkan atensi lebih darinya.

“Mengecewakan karena kami tidak bisa memainkan Euro, tapi di saat yang sama saya kira itu akan jadi keuntungan bagi Italia, karena kami tim muda dan memiliki pengalaman ekstra satu tahun bisa berguna bagi beberapa pemain kami,” tutur Mancini kepada Rai 1.

“Saya menilai, kami akan berada di antara tim yang bisa memenangkan trofi ini. Saya tidak suka menetapkan terlalu banyak aturan kepada para pemain saya. Karena bagi saya tidak tepat mengurung personalitas mereka,” pungkas eks juru taktik Man City ini.

Beberapa nama macam Sandro Tonali, Moise Kean bahkan hingga Mario Balotelli masih memiliki waktu untuk unjuk gigi dan buktikan diri pantas dibawa Mancini ke EURO mendatang.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

7 Pemain Terbaik Italia yang Siap Dimainkan di Career Mode FIFA 20

Vivagoal – IGL – Italia merupakan satu dari dua tim yang lolos ke EURO 2020 dengan raihan poin sempurna dar 10 laga yang telah dimainkan. Mereka hanya kalah dari Belgia dalam urusan produktivitas gol. Gli Azzurri sukses mencetak 37 gol dan kebobolan empat gol. Sementara Belgia mampu menceplosan 40 gol dan hanya kebobolan tiga gol. Capaian tersebut tak lepas dari strategi jitu Roberto Mancini dan komposisi pemain yang dibawa ke ajang kualikasi EURO 2020.

Pasca menukangi Manchester City, Roberto Mancini berubah menjadi sosok yang tak lagi disegani. Ia hanya mampu mempersembahkan satu Turksh Cup pada 2013 silam bersama Galatasaray. Setelahnya, rekam jejak eks pemain Sampdoria ini seakan hilang. Ia pun sempat melalang buana hingga ke Rusia guna menukang Zenit St Petersburg. Namun kesempatan emas datang tatkala ia diberi kesemaptan menukangi Timnas Italia.

Bersama Gli Azzurri, Mancini memulai perjalanannya dengan baik. Ia sukses melewati rekor yang dipegang pelatih legendaris Italua, Vittoro Pozzo dengan mencetak 11 kemenangan beruntun baik di ajang uji coba maupun ajang resmi. Rentetan kemenangan tersebut membuat italia lolos ke EURO 2020 sekaligus menjadi ancaman nyata untuk tim-tim lain.

Melalui raihan tersebut, kontrak Mancini yang sebelumnya akan berakhir di tahun 2020 mendapatkan ekstensi anyar hingga 2022. Kejelian Mancini memilih komposisi pemain juga patut diacung jempol.

Baca Juga:  7 Fullback Murah Namun Mematikan di FIFA 20 FUT

Rata-rata pemain yang berada di Timnas Italia merupakan nama besar di klubnya masing-masing. Don Mancio sukses mengombinasikan peran mereka menjadi satu kesatuan utuh. Meski masih banyak didominasi pemain Juventus (atau Piemonte Calcio di game FIFA), namun nama-nama lain juga tetap memiliki peranan penting dalam tim.

Realsports 101 sudah merangkum 7 nama besar asal Italia yang bisa dimainkan di Career Mode FIFA 20. Mereka yang ada di dalam daftar memilki overall rating di atas 82. Bahkan beberapa diantara mereka masih memiliki potential rating yang cukup besar di tahun-tahun mendatang.

Namun untuk mendatangkan nama-nama dalam daftar, tentunya ada dana besar yang harus disiapkan mengingat pentingnya peran mereka dalam klub. Siapa saja mereka? Vivagoal telah merangkum daftarnya untuk anda. Selamat membaca.

Mancini Pastikan Semua Tim Di Euro 2020 Tak Senang Ketemu Italia

0

Vivagoal Piala Eropa – Timnas Italia antusias bisa satu grup dengan Turki, Italia, Wales dan Swiss di ajang Piala Eropa 2020. Pelatih Gli Azzurri, Roberto Mancini sangat yakin semua tim diatas tidak bakal senang bertemu dengan tim besutannya.

Drawing Piala Eropa 2020 yang dilangsungkan di Bukarest, Sabtu (30/11/2019) waktu setempat memunculkan Italia yang tergabung di grup A bersama Turki, Wales dan Swiss.

Baca Juga: Vivagoal Bagi-Bagi Jersey, Gratis!

Untuk partai pertama, Italia yang bertindak sebagai tuan rumah di grup A terlebih dulu akan melawan Turki di Stadion Olimpico, 13 Juni 2020. Setelah itu, Nicolo Barella dan kawan-kawan akan menantang Swiss, 18 Juni 2020 dan timnas Wales empat hari kemudian.

“Saya senantiasa menyukai emosi yang dimunculkan dalam sebuah undian. Saya kira grup ini sangat merata. Dan saya percaya, tim-tim lain agak lebih takut kepada kami setelah melihat kampanye kami di babak kualifikasi yang begitu bagus. Meski kami sepenuhnya tahu bahwa kami harus tetap bekerja keras.” ucap Mancini seperti dilansir dari Football Italia.

Sebagai informasi, Italia melaju ke putaran final Piala Eropa 2020 dengan menyapu bersih 10 laga yang di pertandingan dengan kemenangan. Terakhir, Gli Azzurri melumat Armenia dengan skor 9-1 di matchday terakhir grup J, 19 November lalu.

Dengan performa itu, wajar jika kemudian Mancini menjadi sesumbar bahwa Italia bakal sangat diperhitungankan sekaligus jadi penantang yang pas bagi tim-tim raksasa, macam Prancis, Spanyol dan Inggris.

Baca juga:

“Italia punya sejarah hebat. Saya tidak berpikir tim lain akan mudah bertemu Italia. Mungkin mereka tidak takut, tapi seandainya bisa, mereka pasti ingin mencari lawan selain Italia.” sesumbarnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Mancini Heran, Mengapa Juara Bertahan Piala Eropa Masuk Di Pot 3

0

Vivagoal Internasional – Pelatih timnas Italia, Roberto Mancini, mempertanyakan keputusan UEFA yang menempatkan timnas Portugal di Pot 3 jelang undian babak grup Piala Eropa 2020. Menurutnya, keputusan tersebut sangat tidak masuk akal.

Portugal yang ditempatkan di Pot 3 bakal tergabung bersama negara-negara non unggulan seperti Turki, Denmark dan Swedia. Kejadian ini tentu saja cukup mengejutkan mengingat status Portugal sebagai juara bertahan Piala Eropa dan juara UEFA Nations League.

Baca juga: Dua Alasan Mou Terima Pinangan Tottenham

“Memasukkan Portugal ke pot 3 merupakan sesuatu yang tidak logis. Mereka adalah salah satu tim terbaik di Eropa dan berstatus sebagai juara bertahan,” geram Mancini seperti dikutip dari laman Football Italia.

Timnas Italia sendiri berada di pot 1 karena berstatus tuan rumah dan otomatis juga berstatus sebagai tim unggulan. Tapi Mancini justru menganggap itu adalah bencana karena besar peluang Leonardo Bonucci dkk bakal tergabung di grup neraka.

“Meskipun kami ditempatkan di pot 1 sebagai tim unggulan, tapi bisa saja tergabung di grup neraka bersama Portugal dan Prancis. Tapi, saya sama sekali tidak khawatir soal itu, karena hal tersebut adalah sesuatu yang positif,” Mancini menambahkan.

Sebagai informasi, UEFA menerapkan sistem baru dengan menggelar Piala Eropa di 11 negara berbeda. Di fase grup, bakal ada enam grup yang setiap grupnya berisi dua tuan rumah dan mendapat kesempatan menggelar pertandingan sebanyak dua kali.

Baca juga: Vivagoal Bagi-bagi Jersey Gratis!

Dengan demikian, empat dari enam tim sudah pasti menempati Pot 1 yakni Italia (Grup A). Inggris (Grup D), Spanyol (Grup E). dan Jerman (Grup F), semuanya adalah negara tuan rumah.

Untuk proses pengundian, 24 negara kontestan bakal dialokasikan ke dalam empat pot. Pot 1 akan berisikan tuan dan enam tim dengan peringkat terbaik di grup yakni Belgia, Italia, Inggris, Jerman, Spanyol dan Ukraina.

Lalu Pot 2 bakal berisikan enam tim dengan peringkat terbaik berikutnya, seperti Prancis, Polandia, Swiss, Kroasia, Belanda dan Rusia. Begitu pula untuk pot 3 dan pot 4 akan diisi oleh Portugal, Turki, Denmark, Austria, Swedia, Wales, Republik Ceko dan Finlandia. Empat tiket sisanya masih harus menunggu hasil babak play-off yang rencananya digelar pada Maret 2020.

Baca juga: Mourinho Akan Buat Spurs Sejajar Dengan Liverpool dan City!

Melihat komposisi pot 1 hingga 4, potensi grup neraka sangat besar, mengingat Prancis, Belanda, dan Kroasia yang menempati pot 2 punya kans bersua dengan negara di Pot 1 dan Portugal yang ada di Pot 3 bakal menyempurnakan status grup neraka.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Prediksi Italia VS Armenia, Gli Azzurri Incar Poin Sempurna

0

Vivagoal Internasional – Kendati sudah memastikan diri lolos, namun Italia tetap akan mengincar kemenangan saat melawan Armenia pada matchday terakhir kualifikasi Grup J di Stadio Renzo Barbera, Selasa (19/11/2019) dini hari WIB.

Italia tercatat sudah meraih sepuluh kemenangan beruntun di mana sembilan diantaranya mereka raih di ajang kualifikasi Piala Eropa 2020. Sembilan kemenangan membuat mereka memastikan diri lolos dengan raihan sementara 27 poin.

Baca juga: Vivagoal Bagi-bagi Jersey Gratis!

Gli Azzurri lolos sebagai puncak klasemen Grup J diikuti oleh Finlandia (18), Yunani (11), Armenia (10), Bosnia (10), dan Liechtenstein (2). Meski demikian laga melawan Armenia nantinya tetap akan menjadi prioritas bagi tim besutan Roberto Mancini.

“Kami sudah melalui 10 kemenangan beruntun di semua ajang. Saya kira para pemain sudah tampil sangat baik. Jadi mulai sekarang, saya akan fokus mempersiapkan tim untuk Juni nanti,” kata Mancini dikutip Football Italia.

“Saya tidak berpikir tentang penambahan anggota baru ke tim. Karena tidak ada banyak waktu untuk mempersiapkannya. Sulit untuk benar-benar menambah pemain baru. Apalagi, kami hanya punya sedikit pertandingan dari sekarang hingga Juni. Tidak ada waktu untuk melakukan eksperimen,” ujarnya.

Baca juga: Lucas Paqueta Pakai Nomor 10 di Timnas Brasil, Rivaldo: Pelecehan!

Armenia dipercaya bermain dengan langkah terseok-seok. Keinginan mereka untuk memberi perlawanan keras sepertinya cukup berat lantaran skuad asuhan Abraham itu belum pernah menang pada tiga laga terakhir di kualifikasi (kalah 2 dan imbang 1).

Berikut perkiraan pemain kedua tim;

Italia (4-3-3): Sirigu; Emerson, Acerbi, Bonucci, Florenzi; Zaniolo, Jorginho, Barella; Insigne, Belotti, El Shaarawy. Pelatih: Roberto Mancini.

Armenia (3-4-3): Airapetyan; Ishkhanyan, Calisir, T Voskanyan; K Hovhannisyan, Artak Yedigaryan, A Grigoryan, Hambardzumyan; Sarkisov, Karapetyan, Barseghyan. Pelatih: Abraham Khashmanyan.

Pertemuan terakhir kedua negara

05-09-2019 Armenia 1-3 Italia (Kualifikasi Piala Eropa)
16-10-2013 Italia 2-2 Armenia (Kualifikasi Piala Dunia)
13-10-2012 Armenia 1-3 Italia (Kualifikasi Piala Dunia)

5 Pertandingan Terakhir Italia

05-09-2019 Armenia 1-3 Italia (Kualifikasi Piala Eropa)
09-09-2019 Finlandia 1-2 Italia (Kualifikasi Piala Eropa)
13-10-2019 Italia 2-0 Yunani (Kualifikasi Piala Eropa)
16-10-2019 Liechtenstein 0-5 Italia (Kualifikasi Piala Eropa)
16-11-2019 Bosnia 0-3 Italia (Kualifikasi Piala Eropa)

5 Pertandingan Terakhir Armenia

05-09-2019 Armenia 1-3 Italia (Kualifikasi Piala Eropa)
08-09-2019 Armenia 4-2 Bosnia (Kualifikasi Piala Eropa)
13-10-2019 Liechtenstein 1-1 Armenia (Kualifikasi Piala Eropa)
15-10-2019 Finlandia 3-0 Armenia (Kualifikasi Piala Eropa)
16-11-2019 Armenia 0-1 Yunani (Kualifikasi Piala Eropa)

Italia masih menjadi unggulan pada laga nanti. Tuan rumah dipercaya akan menang dengan persentase 65 persen berbanding 35 persen untuk Armenia.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Menang Atas Bosnia, Roberto Mancini Ungguli Rekor Milik Pelatih Legendaris Italia

0

Vivagoal Serie A –  Italia mencatatkan rekor 100 persen kemenangan dalam babak Kualifikasi Euro 2020. Teranyar, Gli Azzurri sukses membungkam Bosnia Herzegovina dengan skor 3-0, Sabtu (16/11) dini hari WIB.

Kemenangan tersebut menjadi yang kesepuluh dalam laga Timnas Italia baik di ajang Uji Coba maupun kompetisi resmi. Capaian tersebut melangkahi apa yang dicatatkan pelatih legendaris Italia, Vittorio Pozzo. Pelatih yang membawa Italia Juara Dunia 1938 itu mencatatkan 9 kemenangan beruntun. Mancini pun sangat senang dengan apa yang ditorehkan timnya.

[irp]

“Sangat menyenangkan, karena akan bohong apabila saya mengatakan itu tidak menyenangkan setelah mengalahkan rekor Vittorio Pozzo sang legendaris, tapi kami memang senang,” ungkap Mancini kepada Rai Sport.

Meski mengungguli Pozzo, Mancini masih bisa memperpanjang rekornya andai Italia berhasil menang atas Armenia dalam lanjutan babak kualifikasi Euro 2020, 19 November mendatang.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Bek Timnas Italia Dicoret oleh Mancini, Ini Penyebabnya!

Vivagoal Serie ALeonardo Spinazzola, salah satu bek sayap AS Roma dicoret oleh timnas Italia di ajang kualifikasi Piala Euro 2020 usai kembali menderita cedera pada akhir pekan lalu.

Setelah diistirahatkan oleh AS Roma dalam laga di Liga Eropa melawan Borussia Monchengladbach pada tengah pekan kemarin, terlihat bahwa spinazzola kembali memperkuat timnas Italia pada hari Minggu kemarin saat AS Roma dikandaskan oleh Parma dengan skor 2-0.

Namun sayang mantan pemain belakang Juventus tersebut hanya bertahan selama 26 menit di atas lapangan hijau usai cedera otot yang kembali meningkat dirinya.

Baca Juga: Pelatih Senior Italia Dukung Keputusan Sarri Tarik Keluar Ronaldo

Diwartakan dari Corriere Dello Sport bahwa kondisi tersebut membuat bak timnas Italia itu harus rela dicoret dari skuat Roberto Mancini yang akan bertanding melawan Bosnia pada pekan ini.

Tidak hanya Spinazzola, namun ada beberapa pemain timnas Italia yang mengalami cidera yaitu pemain dari Sassuolo, Domenico Berardi dan gelandang PSG, Marco Verratti.

Dicoretnya Spinazzola rasanya tak berpengaruh banyak terhadap timnas Italia. Pasalnya, skuad anak asuh Roberto Mancini telah memastikan dirinya lolos ke Piala Euro 2020 mendatang.

Dua laga pada minggu ini akan dijadikan oleh Roberto Mancini untuk memberikan kesempatan bagi pemain yang belum mendapatkan menit bermain di Tim Nasional Italia.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

HOT NEWS