Tag: Ronaldo

Mantan Pemain Timnas Portugal Ungkap Satu Hal yang Buat Ronaldo Begitu Gemilang

Vivagoal Serie A – Mantan pemain Timnas Portugal, Abel Xavier menyebut jika Cristiano Ronaldo selalu fokus berkembang. Salah satu caranya adalah dengan meninggalkan zona nyaman.

Xavier mengatakan jika Ronaldo bisa saja bertahan di Manchester United atau Real Madrid hingga pensiun dan meraih banyak gelar. Namun yang terjadi, mantan rekannya di timnas itu memilih untuk menjauh dari zona nyaman.

Hal itu dilakukan agar Ronaldo bisa memaksa dirinya untuk jauh lebih berkembang. Dan kini Ronaldo tengah berada di Juventus untuk memaksa tubuhnya terus berlari dan tidak duduk santai di zona yang membuatnya nyaman.

“Dia adalah seorang pemenang sejati dan fokus mentalnya sangat hebat. Anda menyadari bahwa dia tidak pernah merasa senang berada di zona nyaman,” buka Xavier kepada Stats Perform News.

“Dia pernah bermain di Madrid, dia menang. Dia pernah di Man United, dia menang. Dia sekarang di Juventus dan juga memenangi banyak hal.”

“Kemanapun dia pergi, dia akan menang baik secara individual maupun kolektif,” imbuhnya.


Baca Juga:


Ronaldo sendiri saat ini sudah berusia 35 tahun. Namun Xavier tidak melihat ada yang hilang dari Ronaldo. Fokusnya tetap membawa tim meraih berbagai gelar bergengsi demi menambah gelar individunya.

“Saya kira itulah tujuannya [membantu Juve terus juara]. Itulah tujuan utamanya, sebab dia adalah seorang pemenang,” sambung Xavier.

“Saya mengenal dia pada masa saya masih bermain dan dia adalah pemain muda yang begitu cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan timnas.”

“Saya percaya dia masih pemain yang komplit, dia punya pikiran kuat, sangat fokus. Dan dia ingin meraih gelar. Dia ingin meraih gelar individu dan dia ingin meraihnya secara kolektif,” tandasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Bukan Messi Atau Ronaldo, Jangan Paksa Werner Langsung Bawa Chelsea Juara

Vivagoal Liga Inggris – Dimitar Berbatov tak menampik Chelsea telah melakukan pembelian menarik untuk Timo Werner. Namun ia meminta semua pihak tak langsung membebaninya untuk langsung membawa tim meraih gelar juara.

Chelsea secara resmi mengumumkan kesepakatan dengan RB Leipzig untu transfer Timo Werner musim panas ini. Sang bomber merapat ke Stamford Bridge setelah ditebus dengan mahar sebesar 47,5 juta pounds.

Chelsea memang dikabarkan tengah aktif dalam mencari rekrutan baru untuk musim depan. Sebelum Werner, Chelsea sudah merampungkan Hakim Ziyech dari Ajax Amsterdam. Mereka juga masih dikaitkan dengan beberapa nama potensial seperti Ben Chilwell (Leicester City) dan Kai Havertz (Bayer Leverkusen).


Baca Juga:


Banyak yang menyebut jika kedatangan mereka akan membuat Chelsea mampu bersaing untuk gelar juara musim depan. Namun Berbatov berharap itu tak terjadi.

Menurutnya masih terlalu dini memberikan tanggung jawab yang begitu besar untuk pemain seperti Werner. Ia adalah pemain hebat, namun dia bukan Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo.

“Chelsea berhasil mendapatkan pemain incarannya, tapi saya masih merasa mereka perlu melakukan banyak upaya untuk jadi tim penantang gelar musim depan. Werner itu bukan Messi atau Ronaldo,” kata mantan pemain Tottenham Hotspur dan Manchester United itu.

“Meski demikian, ini adalah sebuah langkah bagus di arah yang benar, dan Chelsea mungkin akan mengejar pemain-pemain lain untuk memperkuat skuad mereka. Tapi merekrut Werner adalah awal yang bagus,” ujarnya kepada Betfair seperti dikutip Metro.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Dikritik Sarri, Kakak Ronaldo Angkat Bicara Terkait Adik Tersayangnya

Vivagoal Serie A – Kakak perempuan Ronaldo sangat murka terhadap pelatih maurizio sarri karena mengkritik adiknya yang yang saat itu membela Juventus dan menerima kekalahan di final Coppa Italia melawan Napoli.

Juventus saat itu terlihat kesulitan untuk menembus pertahanan yang sangat kokoh dari Napoli. Lini belakang Napoli dipimpin langsung oleh Kalidou Koulibaly yang membuat Cristiano Ronaldo tidak bersinar saat pertandingan tersebut.

Ronaldo bahkan tidak mendapat giliran saat beraksi di drama adu penalti. Pemain asal Portugal tersebut dikeluarkan dari eksekutor Juventus dan tidak mendapatkan tas tasan terakhir karena telah selesai di penendang keempat.

Dikutip dari Daily Mail bahwa Maurizio Sarri malah menyalahkan Ronaldo menjadi penyebab utama kegagalan Juventus dan tidak mengevaluasi diri. Hal ini membuat geram Kakak Ronaldo, Elma Aveiro dan menanggapi hal tersebut.

“Apa lagi yang bisa kamu lakukan Cristiano Ronaldo. Saya meyakini bahwa adik kesayanganku tersebut tidak bisa membuat keajaiban sendirian. Untuk bangkitlah pemain bintangku dan kamu harus memainkan sepak bola seperti biasanya,” ujar Elma di akun Instagram pribadinya.


Baca Juga:


Sebelumnya, maurizio sarri mengatakan bahwa Cristiano Ronaldo saat ini tampil dengan performa yang buruk. Hal ini disebut karena faktor kebugaran dari sang bintang belum kembali pulih.

“Saat ini, Cristiano Ronaldo dalam kondisi sama seperti pemain yang lain yakni Douglas Costa dan Paulo Dybala. Dia terlihat kurang tajam dalam 2 pertandingan terakhir ini dan belum bisa menunjukkan performa terbaiknya,” jelasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Juventus Justru Memble di Coppa Italia Usai Diperkuat Ronaldo, Ini Faktanya!

Vivagoal Serie A – Sejak diperkuat Cristiano Ronaldo, Juventus nyatanya belum mampu merajai Coppa Italia. Padahal sebelumnya mereka bisa dengan mudah membawa trofi tersebut ke Turin.

Juventus harus puas menjadi runner-up Coppa Italia 2019/2020 usai kalah dari Napoli di laga final. Pada laga yang digelar di Stadion Olimpico tersebut, Si Nyonya Tua hanya mampu bermain imbang selama waktu norma. Penentuan pemenang kemudian dilakukan melalui drama adu penalti untuk kali pertama dalam 11 tahun terakhir.

Napoli kemudian berhasil mengunci trofi juara setelah menang 2-4 di babak tos-tosan. Dua eskekutor Juventus, Paulo Dybala dan Danilo, gagal melakukan tugasnya dengan baik.

Kegagalan mereka kali ini menjadi kegagalan kedua dalam dua ajang Coppa Italia. Di musim sebelumnya, Juventus bahkan sudah harus tersingkir di perempat final usai kalah 0-3 dari Atalanta.

Kekalahan tersebut tentu terasa menyakitkan. Terlebih mereka sudah menghadirkan sosok sekelas Cristiano Ronaldo yang diboyong dari Real Madrid dengan mahar mencapai 100 juta euro.


Baca Juga: 


Kegagalan Juventus itu cukup sulit diterima. Dilansir dari Transfermrkt, Juventus menjuarainya pada musim 2014/2015, 2015/2016, 2016/2017, dan 2017/2018. Ya, empat musim beruntun sebelum Ronaldo mendarat di Turin.

Ronaldo sendiri baru bisa membantu Juventus meraih dua trofi domestik bagi Juventus, Scudetto dan Piala Super Italia musim lalu. Praktis pemain 35 tahun itu hanya berpeluang membantu Juventus menjuarai Liga Italia dan Liga Champions.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Cristiano Ronaldo, Sosok yang Tidak Suka Kegagalan

Vivagoal Serie A – Mental, etos kerja serta semangat juara Cristiano Ronaldo tak perlu diragukan lagi. ia tak segan meluapkan kekecewaannya ketika ia merasakan kegagalan meski itu hanya sekedar latihan.

Costinha yang merupakan mantan rekan satu tim Ronaldo di timnas Portugal sudah sejak lama memperhatikan sikap Ronaldo bahkan dalam sesi latihan. Cerita menarik ia dapatkan ketika menyaksikan Ronaldo berlatih jelang laga menghadapi Bayern Munich dalam leg kedua semi-final Liga Champions 2011/12.

Saat itu Ronaldo dan rekan satu timnya di Madrid melakukan latihan tendangan sebanyak 20 kali. Ronaldo yang hanya gagal mencetak satu gol dari kesempatan itu terlihat begitu kecewa. Jose Mourinho yang melatih sendiri kala itu justru menggunakannya untuk melecut semangat Ronaldo.

“Suatu hari, para pemain Madrid berlatih menembak ke gawang yang dijaga seorang kiper. Dalam 20 kesempatan menembak, dia [Ronaldo] hanya gagal sekali memasukkan bola ke gawang,” kata Costinha kepada Goal.

“Pemain lain rata-rata gagal memasukkan bola enam hingga sepuluh kali. Ketika Cristiano gagal sekali, para pemain lain mengejeknya dan dia terlihat sangat kecewa.”

“Dia kemudian mengambil sekantong penuh berisi bola, lalu berlatih sendirian menembak bola. Bagi dirinya, dia harus bisa sempurna mencetak gol dari 20 kesempatan itu. Ada berapa banyak pemain yang seperti dia?


Baca Juga:


“Itu menunjukkan mentalitas dan karakternya. Dia tidak membiarkan dirinya untuk gagal bahkan itu hanya sekali. Ini hal yang sangat penting. Banyak orang yang salah memahaminya ketika melihat Ronaldo menunjukkan wajah kecewa saat tembakannya meleset.”

“Saya bahkan sempat bertanya ke Mourinho usai latihan, ‘Mengapa Cristiano seperti itu?’ Lalu dia bilang, ‘Biarkan saja, dia akan siap.’ Dia sangat fokus dengan apa yang dilakukannya sehingga tidak terima dengan satu kegagalan saja. Dia adalah sosok pribadi dan pesepakbola yang fantastis.”

Costinha menambahkan jika tekad baja yang ditunjukkan Ronaldo sudah sejak lama terlihat. Semua orang tentu menyukainya kecuali mereka yang cemburu dengan Ronaldo.

“Dia terus berlatih untuk jadi yang terbaik. Dia sungguh-sungguh membuat kami takjub. Perlahan dia berhasil mengamankan tempat di timnas, dan Portugal mendapatkan manfaat dari karakter dan kepemimpinannya,” lanjut Costinha.

“Dia bekerja dengan keras. Dia tidak mau hanya sekedar duduk manis dan menunggu. Dia selalu mencari cara untuk menjadi pemain yang lebih baik setiap harinya. Dia pun semakin berkembang pesat saat di Manchester United, tapi dia masih ingin terus berkembang.”

“Tidak mungkin untuk tidak mencintai Ronaldo, kecuali jika Anda cemburu dengannya. Dia adalah orang yang rendah hati dan saya sangat senang dengan kesuksesan yang diraihnya. Saya bangga pernah melihatnya secara langsung untuk bisa berkembang menjadi yang terbaik seperti saat ini,” pungkas Costinha.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Cerita Jose Mourinho Yang Tidak Percaya Ronaldo Pemain Terbaik Di Dunia

Vivagoal La Liga – Belum lama ini, Luka Modric membeberkan perseteruan yang sempat terjadi antara Cristiano Ronaldo dengan Jose Mourinho di Real Madrid. Modric mengatakan pelatih asal Portugal itu pernah membuat Ronaldo sangat kesal hingga hampir baku hantam.

Teranyar, cerita serupa juga datang dari mantan penyerang timnas Togo, Emmanuel Adebayor. Meski tidak begitu lama membela Los Blancos, tapi Adebayor mengaku pernah menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri pertengkaran yang terjadi antara Ronaldo dengan pelatih berjuluk The Special One tersebut.

Momen itu terjadi pada musim 2010/2011, dimana Madrid dalam posisi unggul 3-0 di babak pertama saat melawan Villarreal di ajang La Liga Spanyol. Namun bukannya senang, saat jeda pertandingan, Jose Mourinho malah marah besar kepada Ronaldo karena gagal mengkonversi sebuah peluang menjadi gol.

Mourinho kala itu begitu menuntut permainan sempurna dari seorang Ronaldo yang disebut sebagai pemain terbaik di dunia. Alhasil, ia sangat tidak mentolerir sebuah kesalahan yang dibuat oleh CR7. Adebayor sendiri cukup terkejut dengan reaksi Mourinho itu, namun ia pribadi tidak bisa berbuat apa-apa.


Baca Juga:


“Di Real Madrid, Jose Mourinho begitu menuntut kesempurnaan Ronaldo. Saya ingat dimana kami sudah menang 3-0 di babak pertama melawan Villareal, tapi Mou masuk ke ruang ganti dan bersikap sangat temperamental.” ungkap Adebayor seperti dilansir dari Daily Star.

“Dia menendang kulkas, menendang layar monitor, dan botol air minum ke lantai. Dia terlihat ingin membunuh semua orang. Dia berkata, ‘semua orang mengatakan anda adalah yang terbaik di dunia, tapi anda terlihat bermain begitu buruk. Tunjukkan pada saya jika benar anda adalah yang terbaik.’ kata Mourinho kepada Ronaldo.”

“Pada akhirnya, Ronaldo memang bisa mencetak hattrick tapi Mourinho terus saja membicarakan satu peluang yang terlewatkan oleh dia.” pungkas Adebayor.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

7 Pemain Yang Cetak Lebih Dari 600 Gol, Ronaldo Urutan Ke-6

Vivagoal Serie A – Nama Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo masuk dalam daftar pesepakbola yang sudah mencetak lebih dari 600 gol di level klub. Namun secara keseluruhan ternyata bukan mereka pencetak gol terbanyak dalam satu klub.

Melansir data dari SportBible, hanya Messi dan Ronaldo, pesepakbola yang masih aktif saat ini dengan torehan gol lebih dari 600 buat klub yang dibelanya masing-masing.

Mengecualikan laga friendly klub, Messi hingga saat ini sudah melesakkan 627 gol buat Barcelona, sementara Cristiano Ronaldo satu lebih sedikit dari La Pulga dengan torehan 626 gol untuk empat klub yang sudah dan saat ini dibelanya, yakni Sporting CP, Manchester United, Real Madrid dan Juventus.

Jika bicara dalam sejarah sepakbola, ternyata hanya ada tujuh pemain yang bisa mencetak lebih dari 600 gol di laga resmi buat klubnya. Ini menunjukkan betapa ini bukanlah pencapaian sembarangan yang bisa dibuat seorang pesepakbola.

Tak heran jika dalam daftar yang dirilis Rec.Sport Soccer Statistic Foundation (RSSSF), hanya terdapat tujuh pemain top semacam Ferenc Puskas, Gerd Mueller, Romario dan Pele dalam sejarah yang bisa menorehkan gol sebanyak itu. Lalu siapa di posisi pertama?


Baca Juga:


Dia adalah Josef Bican. pemain asal Ceko yang mampu mencetak gol total 777 gol di level klub.

Bican yang lahir pada 25 September 1913 silam dan pensiun di usia 42 tahun tercatat pernah membela sejumlah klub dalam karir profesionalnya, salah satu diantaranya adalah Rapid Vienna dan Slavia Praha. Josef Bican sendiri tutup usia pada tahun 2001 di umur 88 tahun.

Berikut 7 pemain dengan 600 gol lebih di level Klub:

1. Josef Bican – 777 gol
2. Pele – 707 gol
3. Romario – 679 gol
4. Gerd Muller – 653 gol
5. Lionel Messi – 627 gol
6. Cristiano Ronaldo – 626 gol
7. Ferenc Puskas – 622 gol

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Hanya Neymar Yang Bisa Teruskan Dominasi Messi-Ronaldo di Planet Bumi

Vivagoal Ligue 1 – Perdebatan soal siapa yang lebih hebat antara Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi memang takkan pernah ada habisnya mungkin hingga keduanya kelak gantung sepatu dari lapangan hijau. Meski tak lagi bermain bersama dalam satu liga, tapi pencapaian Messi dan Ronaldo masih kerap diperbandingkan.

Sesungguhnya semuanya itu wajar saja dilakukan jika merujuk prestasi keduanya dalam 12 tahun terakhir dalam dunia sepakbola. Sejauh ini, Messi dan Ronaldo merupakan pemilik Ballon d’Or terbanyak sepanjang sejarah, dengan Messi punya enam bola emas dan Ronaldo sebanyak lima. Catatan ini sudah sangat menegaskan kehebatan keduanya dalam skill olah bola.

Cafu yang merupakan legenda sepakbola Brasil mengaku sampai sulit jika disuruh memilih siapa yang lebih baik antara La Pulga atau CR7. Namun disisi lain, Cafu bisa menunjuk satu nama yang paling pantas dan layak untuk dijadikan suksesor keduanya sebagai pesepakbola tersohor di muka bumi.


Baca Juga:


Adapun pemain yang dimaksud Cafu adalah Neymar. Baginya, penyerang Paris Saint-Germain tersebut punya segalanya untuk melanjutkan dominasi Messi dan Ronaldo dalam penghargaan pemain terbaik di dunia.

“Sangat sulit jika harus memilih antara Messi dan Ronaldo karena kita sedang berbicara tentang dua kekuatan sepakbola dunia. Messi dan Ronaldo sudah berada di puncak permainan selama 15 tahun terakhir, dan tidak ada satupun pemain yang bisa menyamai konsistensi mereka.” tegas Cafu seperti dilansir dari Goal International.

“Messi sudah memenangkan 6 Ballon d’Or dan Ronaldo meraihnya lima kali. Sangat sulit untuk memilih diantara mereka, siapa sebenarnya yang terbaik diantara keduanya.” Cafu menambahkan.

“Namun jika diharuskan siapa yang bisa menggantikan dominasi keduanya, menurut saya, mungkin hanya Neymar. Saya melihat Neymar memiliki segalanya untuk menjadi pemain terbaik di planet bumi ini.” tegasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Karir Sneijder Sebagai Pemain Bisa Saja Seperti Messi, Tapi..

Vivagoal La Liga – Legenda sepakbola Belanda, Wesley Sneijder mengklaim dirinya bisa saja mencapai level permainan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Namun ia memilih tidak melakukannya karena ingin menikmati hidup.

Sneijder sesungguhnya memang bukanlah pesepakbola kacangan semasa dirinya masih aktif bermain. Pada musim 2009/2010, Sneijder adalah sosok sentral dalam skema permainan Jose Mourinho kala berhasil membawa Inter Milan meraih treble winners.

Selain itu, Sneijder juga memegang peranan besar saat berhasil membantu timnas Belanda melaju hingga partai puncak Piala Dunia 2010. Pada saat itu, Sneijder diklaim sebagai pemain yang paling layak untuk memenangkan penghargaan Ballon d’Or. Namun, ia ternyata kalah bersaing dengan Lionel Messi yang di tahun itu juga bisa membawa Barcelona meraih sixtuple.

Sneijder sendiri tidak masalah gagal mendapatkan bola emas sepanjang kariernya sebagai pemain. Ia mengklaim, dirinya bisa saja meraih trofi Ballon d’Or beberapa kali layaknya Messi dan Ronaldo, namun ia memilih sedikit menikmati hidup, ketimbang harus melakukan pengorbanan besar untuk membentuk karier gemilang seperti keduanya.


Baca Juga:


“Saya bisa saja jadi seperti Messi atau Ronaldo. Saya tidak merasa bakal menyukainya, karena saya ingin menikmati hidup. Saya ingin menikmati segelas anggur saat makan malam, dan detail-detail itu yang jadi perbedaannya.” ucap Sneijder seperti dilansir dari Marca.

“Leo dan Cristiano berbeda, mereka melakukan pengorbanan besar dengan menjaga setiap asupan nutrisinya. Tapi karier saya juga sudah lumayan oke. Bagaimanapun juga, semuanya berjalan luar biasa.” tandasnya.

Untuk diketahui, pasca memenangkan treble di Inter, karier Sneijder perlahan mulai meredup. Ia sempat dilego ke Galatasaray, sebelum berlabuh ke klub papan tengah Ligue 1 Prancis, Nice kemudian gantung sepatu di klub asal Qatar, Al-Gharafa.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Perlukah Ronaldo Sesali Pindah dari Real Madrid?

Vivagoal La Liga – Cristiano Ronaldo memiliki alasan tersendiri untuk bergabung dengan juventus dan meninggalkan Real Madrid pada musim 2018. Perlukah Cristiano Ronaldo menyesali hal tersebut?

Diwartakan dari Marca, Cristiano Ronaldo tampak tidak memiliki gelar dari pada saat berada di Real Madrid. Ronaldo sukses berlangganan trofi seperti sepatu emas, Pemain Terbaik FIFA, UEFA Player of the Year dan Ballon d’Or.

Pemain asal Madeira Portugal itu sudah menjadi pencetak gol paling banyak di La Liga Spanyol dengan mengemas tiga sepatu emas dan dua sepatu emas Eropa bersama Real Madrid.

Berbeda saat bersama Juventus, Cristiano Ronaldo hanya berada di posisi kelima untuk perebutan sepatu emas Eropa dengan torehan 29 gol kalah telak dari Robert Lewandowski. Di liga domestik, Ronaldo juga kalah dari striker andalan Lazio, Ciro Immobile.

Pada musim Ronaldo hengkang dari Real Madrid, penghargaan EUFA Player of The Year dimenangkan oleh virgil Van Dijk dan Ballon d’Or berhasil diraih oleh mantan rekannya, Luka Modric.


Baca Juga:


Yang terbaru, Cristiano Ronaldo mengalami kekalahan saat perebutan Ballon d’Or keenamnya. Bahkan, Ronaldo tampak tidak terlihat saat penghargaan tersebut karena Lionel Messi berhasil menjadi peringkat pertama dan disusul oleh Virgil van Dijk di posisi kedua.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS