
Tertinggal dari PSG, Liverpool Diingatkan Soal Momen Magis 2019
Vivagoal – Liga Champions – Kapten Liverpool, Virgil van Dijk tak menutupi fakta bahwa timnya itu mengalami musim yang sangat tidak optimal, namun Ia juga menengaskan The Reds belum melemparkan bendera putih terkait peluang mereka di Liga Champions musim ini.
Liverpool kini berada dalam posisi sulit setelah kalah dari Paris Saint-Germain 0-2 pada leg pertama perempat final Liga Champions. Dalam laga tersebut, Liverpool tampil di bawah standar dan harus menerima kenyataan tertinggal agregat menjelang leg kedua di Anfield pekan depan.
Namun, Van Dijk menolak untuk mengibarkan bendera putih sebagai tanda menyerah begitu saja tanpa perlawanan. Ia percaya bahwa Liverpool masih mampu menciptakan malam magis di kandang sendiri, mengingat sejarah klub yang pernah melakukan comeback luar biasa beberapa tahun silam.

Van Dijk merujuk pada semifinal Liga Champions 2019, ketika Liverpool membalikkan ketertinggalan 0-3 dari Barcelona di leg pertama. The Reds kemudian mampu berbalik unggul 4-0 di Anfield, sebelum akhirnya meraih gelar juara.
Menurut Van Dijk, situasi saat ini memiliki kemiripan dengan momen bersejarah tersebut. Ia menekankan bahwa kunci kebangkitan terletak pada mentalitas dan keyakinan tim untuk bisa mengulangi momen heorik itu dihadapan PSG nanti.
Baca Juga:
- Persebaya Waspadai Kebangkitan Persija Usai Dipermalukan Bhayangkara
- Jakmania Siapkan Aksi Protes ke Persija di Laga Kontra Persebaya
- Persija vs Persebaya: 2000 Bonek Siap Geruduk Jakarta
- Setelah Dean James, Giliran Nathan Tjoe-A-On dan Tim Geypens yang Sudah Bisa Main Lagi di Belanda
“Saat itu, kami menghadapi salah satu tim terbaik di Eropa. Dengan salah satu pemain terbaik sepanjang masa di dalamnya, dan kami juga dilanda cedera. Sekarang kami menghadapi tim terbaik di Eropa. Mereka adalah juara bertahan, jadi secara di atas kertas mungkin tidak ada yang memberi kami peluang,” ujar Van Dijk dilansir Goal.
“Semuanya dimulai dari kepercayaan diri. Itu datang dari dalam diri kami sendiri, pelatih, rencana permainan tepat, dan dari intensitas yang harus kami tampilkan sejak detik pertama hingga terakhir jika ingin mencapai sesuatu. Kami harus menunjukkan keinginan, menunjukkan semangat juang, itu adalah hal minimum sebagai pemain Liverpool.”
Ditengah usaha untuk membalikan keadaan itu, Van Dijk tak mengomentari perjalanan Liverpool secara keseluruhan di musim ini. Menurut Van Dijk, kekalahan sebanyak 17 kali di semua ajang musim ini sama sekali tidak bisa diterima bagi tim sebesar Liverpool.
“Itu tidak bisa diterima. Itu kenyataan yang besar, dan mengapa sangat mengecewakan. Sangat sulit untuk menghadapinya. Segala sesuatu pada akhirnya akan selesai, termasuk masa saya di sini pada suatu saat. Saat ini, kenyataannya adalah kami tidak konsisten. Kalah terlalu banyak. Kami memiliki beberapa momen bagus, tapi tidak bisa konsisten dalam hal itu,” tambahnya.
Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com













