
Tuchel Bahas Soal DNA Sepakbola Inggris Usai Tersingkir dari Piala Dunia
Vivagoal – Piala Dunia 2026 – Manajer Tim Nasional Inggris, Thomas Tuchel berbicara tentang perubahan DNA dari sepakbola Inggris secara keseluruhan yang perlu mereka lakukan, demi bisa memperbesar peluang The Three Lions kembali merasakan gelar juara di kancah internasional.
Hal tersebut diucapkan oleh Thomas Tuchel seiring dengan kegagalan Inggris mencapai partai Final Piala Dunia 2026. The Three Lions secara menyakitkan harus menyerah dari sang juara bertahan, Argentina dengan skor 1-2 di babak semifinal.
Inggris sejatinya sempat unggul lebih dahulu melalui gol Anthony Gordon pada menit ke-55 di Atlanta. Tapi harapan Inggris untuk tampil di final Piala Dunia pertama sejak edisi 1966 sirna, setelah Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez mencetak dua gol balasan pada penghujung pertandingan.

Kekalahan itu kembali memunculkan pola lama yang kerap menghantui The Three Lions saat tampil di laga-laga krusial. Inggris sebelumnya juga gagal mempertahankan keunggulan ketika menghadapi Kroasia pada semifinal Piala Dunia 2018 dan Italia pada final Euro 2020.
Sementara pada final Euro 2024 melawan Spanyol, mereka juga tidak mampu memanfaatkan momentum setelah berhasil menyamakan kedudukan. Penunjukan Thomas Tuchel awalnya diharapkan bisa mengakhiri penantian panjang Inggris meraih trofi internasional itu.
Tuchel lantas mengakui dirinya ikut bertanggung jawab, terutama dengan sejumlah keputusan yang berpengaruh besar atas hasil melawan Argentina. Namun, Ia juga mengatakan dengan tegas tentang perubahan mentalitas dari sepakbola Inggris andai ambisi meraih gelar ini ingin segera direalisasikan.
Baca Juga:
- Persib Bersiap Kenalkan Pengganti Frans Putros
- Bukan Soal Nilai Kontrak, Ini Alasan Frans Putros Tinggalkan Persib
- Juventus Daratkan Pemain Baru Kedua di Musim Panas 2026
- Michael Olise Akhirnya Angkat Bicara Soal Rumornya ke Real Madrid
“Jika situasi seperti ini terus terjadi, maka memang harus ada perubahan. Namun, saya selalu mencoba melihatnya dari sudut pandang sepak bola. Saya belum melihat seluruh data pertandingan, tetapi setelah kami mencetak gol, momentum benar-benar berubah. Penguasaan bola, peluang, dan ritme permainan kami menurun secara drastis,” ujar Tuchel dilansir ESPN.
Ia kemudian menilai para pemain Inggris seperti kehilangan keberanian untuk tetap bermain agresif setelah unggul. Menurut Tuchel, The Three Lions justru semakin pasif dan membiarkan Argentina mengambil alih kendali permainan, sampai akhirnya mampu membalikan keadaan.
“Kami menjadi terlalu pasif dalam struktur permainan. Saya mencoba membantu tim, bukan dengan membuat kami semakin bertahan melalui formasi lima bek, melainkan agar lebih agresif, lebih cepat menutup pergerakan pemain sayap lawan, serta tidak membuka celah di lini belakang. Kami terus mendorong para pemain untuk keluar menekan, tetapi kami kesulitan melakukannya,” jelasnya.

Tuchel menambahkan bahwa para pemain gagal memenangkan duel-duel penting sehingga secara perlahan dipaksa bertahan semakin dalam. Tuchel juga merasa kemampuan mengendalikan penguasaan bola merupakan salah satu aspek yang masih menjadi kelemahan utama sepak bola Inggris dibandingkan negara-negara elite lainnya.
“Kami tidak lagi mampu memenangi duel-duel penting. Itulah yang membuat kami terus mundur ke area pertahanan sendiri. Itu sama sekali bukan rencana kami. Kami seharusnya kembali menguasai bola. Tanpa penguasaan bola, kita tidak akan mampu mematahkan tekanan lawan ataupun merebut kembali momentum pertandingan,” katanya.
“Saya pikir penguasaan bola memegang peranan yang sangat penting. Mungkin itu belum menjadi bagian dari DNA sepak bola Inggris seperti halnya di Spanyol, Argentina, atau Brasil, yang terbiasa menguasai bola, mengendalikan jalannya pertandingan, dan menentukan ritme permainan. Bagi saya, itulah salah satu persoalan terbesar yang harus kami perbaiki.”
Selalu update berita bola terbaru seputar Piala Dunia 2026 hanya di Vivagoal.com















