Pelatih Top Eropa

5 Fakta Calon Pelatih Top Eropa

Heri Susanto - Agustus 10, 2022
Dibaca Normal dengan Waktu Menit
  1. Graham Potter
Sumber: Fandom.id

Hampir empat musim menukangi Brighton & Hove Albion, Graham Potter memberikan perubahan yang lumayan signifikan. Performa the Seagulls terus membaik setiap tahunnya. Potter sempat membawa tim sukses bertahan di Premier League dua musim lalu.

Bahkan musim kemarin, ia sempat hantarkan the Seagulls mengacak-acak top flight Premier League dengan bertengger di posisi 9 klasemen akhir. Secara permainan, Brighton nampak tak seperti tim-tim papan tengah Inggris. Mereka tak ragu untuk bermain terbuka dan menguasai pertandingan. Bahkan, Arsenal dan Manchester United pernah mereka taklukan.

Potter memiliki kemampuan untuk menguasai permainan melalui possession ball. Dirinya juga tebrbilang fleksibel dalam taktik kala memainkan sebuah pertandingan. Ia banyak terpengaruh oleh beberapa pelatih top macam Pep Guardiola dan Roberto Martinez.

  1. Mikel Arteta
Menarik! Arteta Setel Lagu Kebangsaan Liverpool Untuk Latih Pemain Arsenal
Sumber: Bola.net

Arteta awalnya memiliki tiga pilhan kala pensun menjadi pemain. Ia bisa menjejal karir manajerial dengan menjadi pelatih tim junior Arsenal, menjadi staff Mauricio Pochettino dan menjadi salah satu  asisten Pep Guardiola. Pilihan terakhir dipilihnya pada 2016 lalu.

Berada di ekosistem kepelatihan City, Arteta sedikit banyak memahami filosofi klub di bawah arahan Pep dengan skema pressing dan pemanfaatan possession ball. Namun, terus menjadi bayang-bayang kompatriotnya jelas bukan pilihan. Kala Arsenal memecat Unai Emery pada 2019/20. Ia sempat hantarkan klub mendulang Piala FA di musim perdananya.

Namun setelahnya performa Gunners merosot. Dua tahun lebih menukangi Arsenal, ia masih belum mampu membawa Gunners kembali ke Liga Champions. Musim ini, asa tersebut lumayan terbuka lantaran tim asal London Utara banyak mendatangkan pemain penting macam Fabio Vieira, Gabriel Jesus hingga Oleksandr Zichenko.

Pernah bekerja sebagai tangan kanan Pep, Arteta menekankan pola possession dalam setiap laga Arsenal. Selain itu, ia juga menekankan double pivot pada skemanya dan transisi cepat dari para fullbacknya kala menggalang pertahanan.

  1. Ruben Amorim
Sumber: Jawapos

Ruben Amorim sempat menjadi pembicaraan banyak pihak. Ia sempat hantarkan Sporting CP mendulang gelar Liga Portugal setelah 19 tahun gagal menjadi juara. Dua musim terakhir boleh dibilang menjadi titik balik sosok yang kerap digadang sebagai Next Jose Mourinho itu.

Ia sempat hantarkan Sporting ke fase gugur Liga Champions musim kemarin sebelum dihajar oleh Manchester City. Pendekatan taktik Amorim terbilang fleksibel. Ia memainkan skema 3-4-3 yang bisa berubah seiring jalannya laga. Dalam skemanya, ia memainkan dua pivot guna menjadi pelindung pertahnaan dan dua fullback bisa bergerak bebas hingga sepertiga akhir penyerangan.

Amorim sempat digadang menjadi penerus Ralf Rangnick di Manchester United beberapa waktu lalu. Namun pilihan pada akhirnya jatuh ke tangan Erik ten Hag.


Baca Juga:


  1. Matthias Jaissle
Sumber: Goal

RB Salzburg tak hanya piawai dalam melahirkan pemain-pemain potensial. Erling Haaland, Sadio Mane hingga Dominic Szoboszlai. Mereka juga pernah melahirkan pelatih berstatus wonderkid dalam wujud Jesse Marsch dan kni, Matthias Jaissle menjadi nama anyar.

Juru taktik asal Jerman menggantikan peran Bo Svensoon yang hengkang ke Mainz. Jaissle mengaku jika Ralf Rangnick sempat mencium potensinya sebagai pelatih. “Rangnick mengklaim jika ia melihat potensi pelatih pada diri saya saat saya tak mengetahuinya,”

Ia sempat hantarkan Salzburg menjuarai Austria Bundesliga. Selain diharapkan membawa tim berprestasi di kancah domestic, Jaissle juga dituntut untuk bisa menghadirkan pemain muda potensial yang memiliki nilai jual tinggi di kemudian hari.

  1. Andoni Iraola
Sumber: Jawapos

Andoni Iraola sukses menjadi manajer termuda di Spanyol kala ditunjuk sebagai pelatih Rayo Vallecano dua musim lalu. Sebelum menukangi Los Franjirros, ia sempat menukangi AEK Larneca dan Mirandes.

Sebagai mantn pemain Bilbao yang pernah dilatih oleh Marcelo Bielsa, Iraila menekankan gaya bermain yang meguras fisik dengan intensitas tinggi. Ia juga kerap mengedepankan lini serang pada pemain-pemain sayapnya.

Musim lalu, Rayo sempat tampil beringas di LaLiga. Bahkan di ajang Copa del Rey, tim asal Ibu Kota Spanyol sempat masuk hingga babak semifinal. Dengan komposisi pemain yang terbilang seadanya, ia menuai prestasi yang lumayan besar bagi klub.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com