
5 Fakta Pemain Besar yang Pernah Merapat ke QPR
- Les Ferdinand

Inggris pernah memiliki salah satu nama besar dalam urusan menggedor pertahanan lawan dalam wujud Les Ferdinand. Sepupu dari Rio Ferdinand ini karirnya lumayan melesat di medio 80an hingga akhir 90an bersama beberapa tim Inggris.
Pada 1987, ia hengkang ke QPR dengan mahar 50 ribu paun pasca performa apik di Hayes. Performa nya tak langsung apik di awal bergabung lantaran ia harus dipinjamkan selama dua musim ke Brentford dan Besiktas. Di Turki, ia sempat membantu tim Istanbul itu mendulang gelar Piala Turki di tahun 1988/89.
Setelah kembali dari peminjaman, ia mentas 5 musim sebagai juru gedor dan kerap mendulang double digit gol bagi R’s, Total 90 gol dari 184 laga menjadi capaiannya bersama tim. Ia tak mampu memberikan kontribusi gelar namun penjualannya sebesar 6 juta paun pada 1997 ke Tottenham Hotspur memberikan dampak finansial bagi klub.
- Joey Barton

Barton merupakan pemain paling ugal-ugalan yang dimiliki Inggris. Ia adalah mantan narapidana penjara terketat di Inggris, Strangeways selama dua bulan akibat penyerangan yang dilakukannya di Liverpool pada 2008 silam. Namun, ia masih lumayan memiliki kiprah di Premier League.
Dalam karirnya, Barton sempat melesat bersama Manchester City dan Newcastle United. Sosok yang gemar menyulut friksi di lapangan pun merapat ke QPR pada 2011 pasca kontraknya dengan Magpies rampung. Manajer Neil Warnock bahkan memberinya ban kapten di musim perdananya.
Joey Barton’s on @ManCity: “Its not the club I left.” Yes @Joey7Barton we are much better these days. pic.twitter.com/B0wgJjOzzS
— City Chief (@City_Chief) August 17, 2016
Pada laga terakhir melawan City yang merupakan laga hidup mati timnya untuk menentukan degradasi atau tidaknya R’s, Pemilik satu caps Timnas Inggris ini pun terlibat friksi ketat dengan punggawa Sky Blues. Tak hanya satu, ia langsung menghajar dua orang yakni Sergio Aguero dan Carlos Tevez. Sang pemain langsung dikartu merah. Setelahnya, ia masih mentas untuk QPR semusim berselang dan semapt dipinjamkan ke Marseille saat timnya terdegradasi di musim 2012/13 lalu.
- Park Ji-Sung

Reputasi Park sebagai pemain terbaik Korea Selatan saat ini masih belum bisa disaingi siapapun, termasuk oleh Son Heung-min. Ia merupakan aktor protagonis di balik melesatnya Taegeuk Warrios ke semifinal Piaal Dunia 2002 dan menjadi orang Asia pertama yang menangi Liga Champions bersama Manchester United.
Pasca United, Park memutuskan untuk hengkang ke Qpr pada 2012 dengan mahar empat juta paun. Namun di London Barat, sang pemain kurang memberikan impresi lantaran inkonsistensi performa dan rentetan cedera yang menerpa. Ia hanya mentas 20 laga dan tak mendulang satu pun gol. Qpr terdegradasi dan ia kemudian dipinjamkan ke tim yang besarkan namanya, PSV Eindhoven sebelum putuskan pensiun setelah kembali dari masa peminjamannya.
Baca Juga:
- Obrolan Vigo: Borussia Moenchengladbach yang Menggali Tambang Emas Bernama Kevin Diks
- Obrolan Vigo Roy Keane: Si Pemarah di Dalam Maupun Luar Lapangan
- Obrolan Vigo: Adrien Rabiot yang Bertransformasi Menjadi Senjata Rahasia Marseille
- Obrolan Vigo: Frenkie De Jong Adalah Langkah Mundur Bagi Barcelona
- Clint Hill

Hill adalah sosok yang lumayan loyal bagi Qpr. Datang pada 2010 dengan status tim yang masih mentas di Championship, ia langsung membantu tim promosi ke Premier League. Uniknya, kompetisi itu merupakan momen perdana bagi dirinya dalam karir sepakbolanya dengan status sebagai juara di sana.
Banyak pemain yang keluar masuk pasca kedatangan Tony Fernandes dalam tim. Namun Hill tetap hadir dalam tim. Ia ada ketika tim harus terdegradasi dari Premier League dan membantu the Hoops kembali mentas di kasta tertinggi. Total 185 laga dan 5 gol sukses ia kemas dalam 6 tahun masa baktinya di klub.
- Charlie Austin

Charlie Austin hadir dalam masa gelar QPR ketika terdegradsi dari Premier Laegue. Sang pemain sebelumnya memiliki catatan gol yang lumayan mentereng bersama tim-tim minor macam Poole Town, Swindon Town hingga Burnley. Datang dengan mahar 4 juta paun, sosoknya langsung menjadi pembeda di lini depan.
would do anything for a 13/14 charlie austin back at QPR 😩
Follow my tiktok for more QPR edits@STNZQPR #QPR pic.twitter.com/h17O9SY696
— Rangerz.cent (@Rangerscentrall) February 23, 2025
Bersama Hoops, 17 gol dilesatkan di musim perdananya dan membantu tim promosi. Bahkan ketika main di Premier League, catatannya masih tetap terjaga dengan 18 gol dalam 35 laga yang dimainkan. Setelahnya, ia sempat mentas untuk Southampton dan West Bromwich Albion sebelum kembali ke Loftus Road pada 2020 lalu.
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com















