
5 Fakta Pemain Krusial di Era Kejayaan Deportivo La Coruna
- Juan Valeron

Jauh Sebelum era David Silva, Valeron dikenal sebagai salah satu gelandang serang stylish yang pernah dimiliki Spanyol. Ia kerap disebut Zinedine Zidane dari Spanyol lantaran permainan apiknya. Namun saying karir Valeron lumayan rentan dengan cedera.
Ia banyak memperkuat berbagai tim seperti Las Palmas, Real Mallorca hingga Atletico Madrid. Namun karir terbaiknya hadir dalam seragam Deportivo. Ia datang dengan mahar 11 juta Euro pada tahun 200. Sang pemain sukses menjadi kreator serangan lini depan tim. Bahkan, pasca memenangkan LaLiga, ia banyak terlibat dalam perjalanan tim.
Juan Carlos Valerón Santana. Y luego, los demás pic.twitter.com/e0fWK4wWsA
— Mauricio Escuredo (@mauriescuredo) October 10, 2024
13 musim Valeron berada di Riazor. Dalam periode tersebut, ia sempat hadir dalam semifinal Liga Champions, menangkan Copa del Rey, Piala Super Spanyol serta hadir ketika tim tengah terpuruk di Segunda Division. Total, ia sudah mengepak 422 laga di lintas kompetisi dan mendulang 33 gol serta 64 assist bagi tim. Ia pergi pada 2013 saat kontraknya rampung dan kembali ke tim yang besarkan namanya, Las Palmas.
- Rivaldo

Rivaldo menjadikan Depor sebagai pijakan kaki pertamanya di Eropa. Pemain asal Brasil datang dengan mahar 6 juta Euro. Pasca Olimpiade 1996, namanya santer dikaitkan dengan Parma namun ia justru memilih jalan lain di Spanyol.
Rivaldo hanya mentas selama semusim di Riazor. Namun kontribusinya lumayan besar baik secara performa maupun finansial. Ia mampu keluar sebagai top skor keempat LaLiga dengan 21 gol dan hantarkan tim finish di urutan ketiga. Catatan tersebut terbilang spesial bagi tim ketika itu.
Semusim berselang, sang pemain mematik minat Barcelona yang harus merogoh kocek lumayan dalam dengan mahar 23,5 juta Euro pada 1997 lalu. Di sana, berbagai kesuksesan sempat ia torehkan termasuk menjadi pemenang Ballon d’Or dan membantu Timnas Brasil menjadi juara Piala Dunia 2002 lalu.
- Diego Tristan

Tristan bukan jebolan akademi Depor, ia meulai karir di Real Betis B dan Real Mallorca menjadi tim yang menikmati jasa profesional pertamanya pada 1999 lalu. Bersama Los Piratas, ia tampil gemilang dengna bukukan 18 gol di musim debutnya. Hal itu membuat Depor dan Real Madrid kepincut.
Dana tak kurang dari 17,75 juta Euro dikeluarkan sebagai mahar. Ia berduet dengan Roy Makaay di lini depan. Kolaborasi keduanya membuat Depor menuai status sebagai super depor di awal milenium dan membuat tim asal Galacia merusak struktur Eropa yang dibangun di LaLiga. Pasca kepergian Makaay ke Bayern, ia mulai menjadi andalan.
Enam musim berada di tim, ia sukses mendulang 111 gol bagi klub di lintas kompetisi. Gelar top skor LaLiga di musim 2001/02, Copa del Rey dan Piala Super Spanyol menjadi sumbangsih sang pemain bersama tim.
Baca Juga:
- 5 Fakta Pemain Penting Pernah Main untuk Ajax dan Feyenoord
- 5 Fakta Pesepakbola Aktif yang Punya Klub Sepakbolanya Sendiri
- 5 Fakta Calon Pemain Bintang Gratisan di Juni 2025
- 5 Fakta Anak Mantan Pesepakbola Dunia yang Siap Merekah di Masa Depan
- Roy Makaay

Lendoiro membuat langkah besar ketika mengamankan Makaay dari Tenerife pada 1999 dengan mahar 6 juta Euro. Pemain asal Belanda langsung bertransformasi menjadi mesin gol klub. Di musim perdananya, ia sukses hantarkan tim mendulang gelar LaLiga dan berpartisipasi dalam 22 gol di ajang LaLiga.
Ia juga masih menjadi andalan tim meski Depor mengamankan Diego Tristan semusim berselang. Pada 2002, ia hantarkan tim menangi Copa del Rey kedua. Tak berhenti sampai di sana, namanya sukses mendulang golden shoes pasca menjadi top skor dengan torehan 29 gol.
Roy Makaay at his best! pic.twitter.com/g0fLlZMJDc
— 90s Football (@90sfootball) September 26, 2024
Makaay juga membuat Depor menuai keuntungan tiga kali lipat dari harga belinya. Pada 2003, Die Roten harus mengeluarkan uang di angka 18 juta Euro guna membawanya ke Bavaria dan menjadi mesin gon baru tim. Di Jerman, berbagai kesuksesan domestik sempat direngkuh.
- Joan Capdevila

Seperti halnya Valeron, Capdevila banyak menghabiskan karir di berbagai tim Spanyol macam Tarrega, Espanyol, Atletico Madrid. Ia merapat ke Riazor pada tahun 2000 dengan mahar 6,4 juta Euro dari Atleti. Status sebagai fullback kiri tak tergantikan dari dekapannya ketika merapat.
Joan menikmati sisa-sisa kejayaan Depor ketika hantarkan tim menangi Copa del Rey 2022 dan sepasang gelar Piala Super Spanyol. Jebolan akademi Espanyol sempat mainkan 246 laga bersama tim dan mengepak 19 gol serta 7 assist bagi Depor.
Pada 2007, ia memulai petualangan bersama Villarreal. Namanya hadir dalam generasi emas Timnas Spanyol di medio 2008 dan 2010. Dalam dua turnamen besar itu, ia sempat hantarkan La Roja menangi Euro 2008 dan Piala Dunia 2010.
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com















