
5 Fakta Pemain Penting Pernah Main untuk Ajax dan Feyenoord
- Johan Cruyff

Sebagai pesepakbola, Cruyff lumayan identik dengan Ajax dan Barcelona. Ia menjadi pilar penting De Godenzonen. Berbagai gelar seperti 8 Eredivisie, tiga Liga Champions dan 5 KNVB Bekker sempat dipersembahkan dalam dua periode berbeda.
Namun pada awal 80an, Cruyff kontraknya menipis meminta perpanjangan kontrak. Namun manajemen menolak hal tersebut lantaran ia ddinilai terlalu tua. Ketika itu, ia sudah berusia 36 tahun Di musim 1983/84, ia membuat langkah besar dengan pindah ke Feyenoord!
Hal ini membuat kedua fans kesal. Fans Ajax melakukan aksi protes ke klub. Di sisi lain, fans Feyenoord juga menolak sang pemain untuk ada di De Kuip. Mereka juga menolak hadir. Uniknya, di musim yang sama, ia justru membantu tim juara sebelum putuskan pensiun.
- Steven Berghuis

Karir Steven Berghuis lebih banyak dihabiskan di Belanda. Ia sempat memperkuat beberapa tim macam Twente, VVV Venlo, dan AZ Alkmar. Namun sang pemain sempat memutuskan menyeberang ke Inggris ketika menerima pinangan Watford pada 2015-2016 silam.
Sosok yang biasa beroperasi sebagai winger ataupun gelandang serang kemudian merapat ke Feyenoord pasca petualangan singkatnya di Inggris. Bersama De Trots van Zuid, ia mentas lima musim dan sempat hantarkan tim menangi Eredivisie, KNVB Bekker dan Johan Cruyff Shield dua kali.
Poetry in motion – Steven Berghuis ♥️#ajapsv pic.twitter.com/o6SyYvXhC6
— AFC Ajax (@AFCAjax) November 1, 2024
Pada 2021, ia membuat kontroversi dengan hengkang ke Ajax via mahar 5,5 juta Euro. Dalam musim perdananya di klub, ia sukses hantarkan De Godenzonen mendulang gelar Eredivisie dan membantu tim lolos dari fase grup Liga Champions. Sampai saat ini, ia masih mentas untuk Ajax di usia ke-33 tahun.
- Kenneth Vermeer

Vermeer merupakan jebolan dari akademi Ajax yang sempat mendapatkan kesempatan mentas reguler sejak 2008 lalu di bawah Komando Marco van Basten. Namun di sana, ia hanya menjadi pelapis Maarten Stekelenburg dan menunggu sang kiper utama absen untuk mendapat menit bermian.
Pada 2014, Frank De Boer yang ketika itu menukangi Ajax mengonfirmasi Vermeer meninggalkan Ajax untuk berlabuh ke Feyenoord dengan mahar satu juta Euro. Dalam karirnya bersama dua tim, sosok berdarah Suriname memiliki 139 laga untuk Ajax dan 133 laga untuk Feyenoord.
Baca Juga:
- Obrolan Vigo: Hugo Ekitike yang Karirnya Diselamatkan Frankfurt
- Obrolan Vigo: Mimpi Basah Aston Villa Bersama Unai Emery
- Obrolan Vigo: Ernesto Valverde yang Ditakdirkan Menjadi Pawang Singa Bilbao
- Obrolan Vigo: Sol Campbell dan Keputusannya Main di Divisi Empat Inggris
- Tim de Cler

Menilik dalam daftar, de Cler bukanlah orang yang berpindah dari Ajax ke Feyenoord secara langsung. Sosok kelahiran Leiden memiliki perantara tim lain yakni AZ Alkmaar sebelum berlabuh ke De Kuip dalam karir sepakbolanya.
VIDEO VVG
Dalam karirnya bersama kedua tim, de Cler lumayan menuai prestasi. Ia sempat menangi dua Eredivisie dan dua KNVB bersama Ajax dalam rentang 1997-2002 silam. Sementara dalam masa baktinya di Feyenoord pada 2007-2011, ia sukses mendulang satu gelar KNVB.
- Angelos Charisteas

Pahlaawan Timnas Yunani di Euro 2004 lumayan kesohor namanya ketika memperkuat Werder Bremen dalam rentang 2002-2005 silam. Ia kemudian hengkang ke Ajax guna menjadi suksesor Zlatan Ibrahimovic yang putuskan hengkang ke Juventus pada 2005 silam dengan mahar 5 juta Euro.
Di Ajax, penyerang jangkung ini jarang mendapatkan tempat. Ia hanya menjadi pilihan kelima setelah Klaas-Jan Huntelaar, Ryan Babel, Markus Rosenberg dan Rydell Poepon. Menit bermainnya tereduksi jauh. Semusim berselang, ia putuskan hengkang ke Feyenoord dengan mahar hanya separuh dari harga belinya.
Namun kedatangannya tak disambut baik. Kedatangannya ditentang ultras the Legion yang menyanyikan chant “we don’t want nose.” Nose disini berarti para pemain Ajax. Di Rotterdam, ia hanya bermain semusim sebelum kembali ke Jerman dan memperkuat Nurnberg.
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com















