Tag: Johan Cruyff

Mengenal Sosok Johan Neeskens, Penyempurna Taktik Total Football Ala Belanda

0

Vivagoal Berita Bola – Jika bicara Total Football milik Belanda, kebanyakan orang pasti akan langsung menyebut nama Rinus Michels sang penemu taktik unik tersebut dan Johan Cruyff. Tapi ada satu nama yang membuat gaya main tim Belanda era 1970-an itu terlihat sempurna, dia adalah Johan Neeskens.

TheseFootballTimes menyebut Johan Neeskens adalah sebuah penyempurna visi Total Football milik Rinus Michel meski ia sendiri bukan seorang alumni akademi Ajax Amsterdam.

Di awal kariernya, ia berperan sebagai seorang bek kanan. Saat itu Neeskens dianggap salah satu wing-back paling hebat di masanya karena keganasan dan kecepatannya saat membantu tim membangun serangan maupun bertahan.

Namun kecepatannya yang diatas rata-rata plus kelihaiannya dalam melepaskan umpan membuat Rinus Michels yang kala itu menjabat sebagai pelatih timnas Belanda memplotnya sebagai seorang gelandang tengah bersama WIm Jansen dan Wim van Hanegem.

Perjudian Rinus Michels ini terbukti berhasil setelah Johan Neeskens begitu piawai dalam mengadaptasi taktik Total Football di Piala Dunia 1974 dan sempat membuat timnas Brasil yang dikomandoi oleh Pele kala itu harus sibuk sepanjang pertandingan.

Sebagai jantung dari sistem Total Football, Neeskens bagai mesin yang terus menekan (pressing), ia begitu bugar dengan mengontrol penuh terhadap space di lapangan agar lebih besar ketika Belanda menguasai bola, dan menjadi kecil ketika timnya kehilangan bola.

“Faktanya, Neeskens hampir bermain sendirian di tengah lapangan. Kecepatannya dan kegigihannya membuat ia terdorong jauh ke depan. Hal itu membuat pemain Brasil terus sibuk di area pertahanan dan membuat Johan Cruyff memiliki banyak ruang kosong di lini depan.” tulis These Football Times soal peran Neeskens dalam taktik Total Football. 

Setelah membela Ajax dari 1970 hingga 1974 dan mempersembahkan 10 gelar juara, termasuk tiga gelar Liga Champions, Neeskens lalu hijrah ke Barcelona menyusul Johan Cruyff dan Rinus Michels yang sudah lebih dulu berlabuh ke Camp Nou.


Baca Juga:



Di tim Catalan, Johan Neeskens mendapat julukan El Toro atau si Banteng karena cara bermainnya yang begitu agresif dan pantang menyerang.

“Hampir semua orang saat itu mengingat bagaimana ia seperti banteng pemangsa yang mendorong dan menggaruk tanah, mendengus ke bawah dan membuat semua lawan menderita.” lanjut TheseFootballTimes.

Enam musim di Blaugrana, dengan tiga tahun diantaranya terpilih sebagai pemain luar negeri terbaik LaLiga, Johan Neeskens secara mengejutkan menerima tawaran bermain di Amerika Serikat bersama New York Cosmos. Sayang, keputusan ini menjadi awal petaka yang mengakhiri kariernya sebagai bintang lapangan hijau.

Kariernya yang moncer di Barcelona dan timnas Belanda membuat Neeskens jadi bintang idola publik Amerika. Didukung dengan wajah rupawan dan rambut gondrong keemasan, ia pun dinilai sebagai bintang rock lapangan hijau.

Pindah ke Amerika pun membuatnya menemukan surga dunia. Tiap malam Neeskens dikelilingi banyak wanita cantik, dan membuatnya terjerumus ke dunia hitam dengan kecanduan kokain, alkohol serta judi. Kariernya pun jeblok di New York Cosmos dan tak lagi dipanggil masuk timnas Belanda.

Johan Neeskens pada akhirnya harus pensiun di klub kecil asal Swiss, Zug. Setelah pensiun, ia sempat berkarier sebagai asisten pelatih di Galatasaray dan Barcelona.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Johan Cruyff Berperan Penting dalam Karir Robert Rene Alberts Sebagai Pemain, Kok Bisa>

Vivagoal – Liga Indonesia – Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts mengungkapkan ada peran Johan Cruyff dalam perjalanan karirnya sebagai pemain di masa dulu. Hal itu bisa terjadi setelah ia bertemu legenda timnas Belanda tersebut saat usianya masih remaja.

Pertemuan antara Johan Cruyff terjadi pada saat Robert berumur 14 tahun dan dipanggil masuk membela tim junior Ajax Amsterdam. Pada suatu momen, dia tak sengaja bertemu Johan Cruyff dan mereka pun kemudian berbincang panjang lebar.

“Satu hari di mana hari itu mengubah hidup saya sebagai pemain muda. Saat itu saya masih berumur 14 tahun dan bermain di tim junior Ajax. Ada pemain terkenal sedang tiduran di sebelah saya ketika saya sedang bersiap tuk latihan,” kata Robert Alberts dalam Youtube pribadinya.

Lalu, saat dia menengok ternyata itu adalah Johan Cruyff, pemain paling tenar di Belanda kala itu dan Cruyff dikatakan oleh Robert sedang menderita cedera sehingga tidak bisa ikut latihan bersama tim.


Baca Juga:


“Setelah saya menyapanya, kami ternyata memiliki riwayat cedera yang sama, yakni cedera pangkal paha. Dia (Cruyff) pun mulai mengajak saya mengobrol,” lanjut Robert.

“Dia bilang ke saya, oke Robbie, kamu harus jadi pemain yang lebih jenius. Kamu latihan jangan hanya untuk itu-itu saja. Kamu harus berlatih untuk menjadi lebih baik saat pertandingan. Dan secara otomatis kamu akan menjadi pemain pembeda di setiap laganya,” Robert menceritakan.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Kala Johan Cruyff Memberi Warisan Tiki Taka Kepada Guardiola

Vivagoal Liga Inggris – Kredit keberhasilan Guardiola sebagai pelatih saat ini layak diberikan kepada pendahulunya, Johan Cruyff. Bagi Guardiola sendiri, sang legenda adalah pelatih yang sangat memperhatikan detail.

Cruyff bisa dibilang adalah salah satu pelatih tersukses Barcelona yang juga pernah menangani Guardiola. Pelatih asal Belanda itu adalah sosok yang sangat dihormati Guardiola dan kubu Barcelona karena berhasil mengantar tim asuhannya meraih 11 trofi di berbagai kompetisi tingkat domestik maupun Eropa.

Adapun alasan terpilihnya Guardiola sebagai pelatih Barcelona pada 2008 silam meski belum berpengalaman disebut karena jasa Cruyff. Ia disebut berbicara langsung dengan Presiden Joan Laporta dan bilang bahwa Guardiola bisa mengikuti jejaknya sebagai pelatih sukses di tim Catalan.

Wajar bila Cruyff mengatakan demikian, pasalnya, pria yang kini menangani Manchester City itu adalah pemain binaaan Cruyff periode 1990 hingga 1996. Dan setelah berkarier sebagai pelatih, Guardiola bisa dibilang makin mirip mentornya itu dalam hal strategi di lapangan.

Perlu diingat, Cruyff-lah sosok yang mengadaptasi taktik total Football ala timnas Belanda ke dalam permainan Barcelona yang kemudian lebih dikenal sebagai tiki taka. Saat ditunjuk menjadi pelatih Blaugrana, Guardiola menyempurnakan apa yang sudah dirintis Cruyff bahkan melewati capaian sang legenda dengan merebut 14 trofi sebelum akhirnya pindah ke Bayern Munchen 2012 silam.

Semasa masih bermain, Guardiola sangat ingat bagaimana Cruyff bicara soal proses melatih sebuah tim yang meski punya kelemahan dalam bertahan tapi sangat jelas punya visi menyerang yang luar biasa. Satu yang terpenting adalah soal pemilihan posisi yang diterapkan Cruyff.


Baca Juga:



“Saya sendiri bukan bek, jika saya harus menjaga banyak ruang kosong, saya adalah bek yang buruk. Tapi anda harus menjaga satu ruang kecil, dengan begitu tim anda bisa jadi yang terbaik.” ucap Cruyff kepada
Marca 2015 silam.

Intinya, Cruyff tidak meminta pemainnya menjaga lawan dengan ketat, namun dengan melakukan full pressing dimana ada tiga pemain sekaligus mengurung satu pemain yang sedang menguasai bola.

“Ini bukan soal apakah anda bek yang baik atau buruk, tapi tentang ruang yang harus anda jaga. Sebagai pelatih, tugas anda adalah menempatkan dua gelandang lainnya tetap di samping anda (segitiga), satu disini, satu disana, dan tim anda akan jadi tim dengan pertahanan terbaik.” sambungnya

Sebagai informasi, di bawah arahan Guardiola, Barcelona bisa dibilang adalah tim terbaik yang pernah dipunya klub Catalan tersebut sepanjang sejarahnya. Selama empat musim membesut Barcelona, Pep begitu sempurna mengusung taktik tiga variabel yakni segitiga, ball-possession dan on-front defense pressing system yang begitu dikenal dengan sebutan tiki-taka.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Kalahkan Johan Cruyff, Mino Raiola Jadi Sosok Paling Berpengaruh

0

Vivagoal Berita BolaMino Raiola terpilih sebagai tokoh sepakbola paling berpengaruh di Belanda mengalahkan legenda Ajax Amsterdam, Johan Cruyff versi majalah Voetbal International.

Menariknya, dari 50 nama yang ada, Mino Raiola berada di urutan teratas sebagai figur lapangan hijau yang paling berpengaruh di Belanda. Raiola bahkan bisa mengungguli dua legenda sepakbola timnas Belanda, Ronald Koeman dan Johan Cruyff.

Selain mengalahkan dua mantan pemain Barcelona itu, Raiola juga berhasil menyingkirkan nama-nama pesepakbola top yang berpengaruh dalam beberapa musim terakhir seperti Frenkie De Jong, Virgil Van Dijk dan Matthijs de Ligt.

Meski mendapat penghargaan tapi Raiola merendah dan tetap menghargai Cruyff. Menurutnya Cruyff tetaplah legenda Belanda selamanya. 

“Saya bangga bisa berada di posisi teratas dalam polling tersebut, karena memang butuh waktu lama untuk publik bisa memahami pekerjaan saya. Saya juga senang karena pada akhirnya orang-orang melihat saya sebagai orang Belanda bukan Italia.


Baca Juga:


“Namun Cruyff adalah ikon Belanda, bukan saya. Idenya soal sepakbola masih terus abadi karena masih banyak tim yang mengikuti di seluruh dunia, ” ucap Raiola seperti dilansir dari Voetbal International.

Raiola sendiri dikenal sebagai agen dari banyak pemain top Eropa seperti Zlatan Ibrahimovic, Paul Pogba, Matthijs de Ligt dan Gianluigi Donnarumma.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Lebih Hebat dari Ronaldo, Deretan Legenda Puji Messi

0

VivagoalLa LigaLionel Messi dan Cristiano Ronaldo bisa dibilang sebagai dua pemain terbaik dunia saat ini. Mendominasi sejak 2008, keduanya saling berebut penghargaan pemain terbaik dunia, Ballon d d’Or.

Rivalitas kedua pemain ini begitu sengit di LaLiga selama hampir sembilan tahun. Meski Ronaldo kini sudah bermain di Serie A Italia, tapi keduanya masih kerap dibanding-bandingkan soal pencapaian keduanya di klub masing-masing.

Steven Gerrard, legenda sepak bola Inggris, ikut berkomentar soal persaingan keduanya. Menurutnya ada perbedaan mendasar soal permainan keduanya di atas lapangan. 

“Buat saya Messi lebih merupakan pemain tim. Jika dia berada di depan gawang, dia bisa memberikan umpan, dan secara individual, Messi punya statistik yang sangat bagus. Ronaldo buat saya lebih individual. 

“Dia sedikit lebih egois, entah itu dalam cara yang baik atau buruk. Saya lebih cenderung memilih Messi. Saya tidak egois, saya seorang pemain tim,” ucap Gerrard.

Baca Juga: Susun Tim Terbaik di MPL Liga Fantasi dan Dapatkan GoPay!

Senada, Johan Cruyff punya pandangan yang sama soal Messi dan Ronaldo. Pencetus total football itu tak ragu  menyebut Messi sebagai yang terbaik.

“Saya selalu menyukai pemain berteknik karena saya sendiri seperti itu. Cristiano adalah pemain hebat, tapi dia hanya pencetak gol. Cristiano tidak akan pernah menjadi pemain yang bisa membuat atau mengurusi timnya dengan baik. Dia hanya seorang finisher.

“Messi lebih merupakan pemain tim, tapi dia bisa mencetak gol dan juga mengkreasikan banyak assist. Buat saya, Messi lebih baik. Setiap orang yang mengerti sepakbola tahu ini. Sangat konyol buat saya bahwa masih ada beberapa orang yang berpikir Messi bukan yang terbaik,” tegas Cruyff.

Konsistensi Messi

Pemenang tiga piala dunia bersama timnas Brasil, Pele, punya opini yang sama. Menurutnya meski Ronaldo tajam di depan gawang, tapi Messi lebih baik lantaran mampu menjaga konsistensi permainan bersama Barcelona.

“Saya bisa saja menyebut beberapa nama, tapi dalam 10 atau 15 tahun terakhir, saya pikir Messi adalah pemain yang paling konsisten, tidak diragukan lagi. Cristiano seperti Ronaldo dari Brasil, dia pencetak gol yang bagus, tapi buat saya sebagai mantan pemain, yang terbaik adalah Messi,” ucap Pele seperti dikutip dari ESPN (16/9/2016).

Baca Juga: Pasca Operasi, Dembele Dipastikan Menepi Setengah Tahun

Sementara itu, mantan pelatih Messi di Timnas Argentina sekaligus legenda Tim Tango menyebut Messi lebih baik ketimbang Ronaldo. Baginya La Pulga tak pernah sekalipun tampil buruk.

“Saya tidak pernah melihat Leo bermain buruk. Saya lebih suka Messi daripada Ronaldo. Sejarah sepakbola akan lebih mengingat Messi.” kata Maradona dikutip dari Sport360.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Setien Pastikan Barcelona Bakal Mainkan Total Football Ala Johan Cruyff

0

VivagoalLa Liga – Quique Setien menjamin para penggemar Barcelona bakal melihat Lionel Messi dkk memainkan sepakbola menyerang nan cantik. Pasalnya, ia adalah pengagum berat Johan Cruyff, pencipta Total Football dan peletak fondasi filosofi tiki taka di Barcelona.

Meski tak punya riwayat dengan Barcelona baik sebagai pemain maupun pelatih, namun Setien cukup pede mengatakan bahwa dalam dirinya mengalir deras DNA Barcelona.

Baca Juga: Vivagoal Bagi-Bagi Hadiah, Mainkan Kuisnya Di Sini!

Pasalnya, semasa masih bermain sebagai gelandang dan ketika menghadapi Barcelona polesan Johan Cruyff, dia merasakan langsung bagaimana repotnya mengejar bola dan mengantisipasi pergerakan para pemain Barca kala itu.

“Saat itu, Barcelona bermain seperti perampok. Dia merampok penguasaan bola kami, dan saat Anda menguasai bola, mereka langsung menutup semua ruang gerak. Itu menjadi laga terberat selama karier saya.” cerita Setien seperti dilansir dari situs resmi klub.

“Melawan Barcelona, kami menelan kekalahan. Anda tahu, saat itu kami semua bahkan sampai lupa warna bola di pertandingan itu. Sepanjang 90 menit berusaha merebut bola itu membuat kami gila,” sambungnya.

Sejak saat itu, Setien mempelajari sepakbola ala Cruyff dan Barcelona untuk diterapkannya di tim-tim yang ditanganinya. Ia pun sempat sukses menarik perhatian banyak orang dengan keberaniannya memainkan sepakbola menyerang nan atraktif ala Cruyff saat masih membesut Real Betis musim 2018/2019 kemarin.

Menampilkan sepakbola tiki taka nyaris sempurna dengan pressing tinggi sedari lini depan, lalu coba memainkan bola dari lini belakang dan berani menyerang pertahanan lawan dengan permainan terbuka Setien sukses melibas dua raksasa, Barca dan Madrid di kandangnya masing-masing.

Baca juga: Inilah Alasan Reinier Jesus Pantas Tuk Direkrut Madrid

Sebagai informasi, tak banyak pelatih di dunia ini yang bisa membawa timnya menang di Santiago Bernabeu dan Camp Nou dalam periode satu musim. Betis-nya Setien melibas Barcelona di Camp Nou dengan skor 4-3, pada pekan ke-12 LaLiga Spanyol, 12 November 2018). Real Madrid lalu dipermalukan di Bernabeu pada pekan terakhir Liga, 19 Mei 2019 dengan skor 2-0.

“Saya bisa jamin bahwa Barca akan memainkan sepakbola bagus, dan itu sudah saya peragakan di tim-tim yang pernah saya tangani. Saya akan menambahkan sentuhan-sentuhan dan detail saya, karena saya suka DNA Barcelona.” sambungnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

5 Pemain Ikonik Sebelum Era Messi-Ronaldo

Vivagoal 5 FaktaAda dua nama dalam daftar prestasi sepak bola dunia selalu dikenal dalam keahliannya mengolah bola. Mereka adalah Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Ronaldo memiliki persaingan yang ketat dengan rivalnya Messi. Apalagi saat CR7 masih memakai seragam Real Madrid pada musim 2009 sampai 2018.

Mereka berdua selalu bersaing dalam urusan trofi, gol maupun gelar individu. Tercatat bahwa Messi dan Ronaldo saling bergantian merebut gelar Ballon d’Or dalam rentang waktu 10 tahun. Saat ini mereka sama-sama memiliki status dengan pemilik lima trofi tersebut.

Baca Juga: 5 Pemain Red Bull Salzburg yang Perlu Diperhatikan oleh Klub Eropa

Pada beberapa tahun terakhir ini ada nama-nama yang bisa menyaingi kedua pemain terbaik di dunia tersebut. Ada beberapa nama yang muncul diantaranya Kylian Mbappe Neymar dan Harry Kane. Akan tetapi Messi dan Ronaldo yang selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemar sepakbola dunia.

Namun tahukah Anda, bila di zaman sebelum Messi dan Ronaldo terdapat nama-nama besar yang memiliki rekor dan prestasi yang sulit disamai oleh pemain sepak bola modern saat ini. Siapa saja mereka?

Berikut VIGO merangkum 5 Pemain Ikonik Sebelum Era Messi Ronaldo

1. Diego Maradona

Diego Maradona adalah pemain legendaris sepak bola yang memiliki kewarganegaraan Argentina.

Walaupun beberapa kali gagal dalam karir kepelatihannya saat ini. Namun Diego Maradona adalah salah satu pemain terbaik di dunia.

Bisa dilihat pada Piala Dunia tahun 1986 yang diadakan di Meksiko. Maradona telah menorehkan sebuah rekor dengan mencetak gol terbaik.

Ketika itu Argentina sedang menghadapi Timnas Inggris. Maradona menciptakan sebuah gol dengan berlari melewati lima orang pemain Inggris dengan seorang diri dan berhasil menjebol gawang kiper nomor satu di Inggris.

Akan tetapi, walaupun menciptakan gol yang spektakuler, dilansir dari These Football Times bahwa Diego Maradona juga mencetak gol memalukan lantaran sengaja menggunakan tangan. Gol tersebut lalai dari pengamatan Wasit dan sering disebut dengan “Gol Tangan Tuhan”.

Adapun rekor yang telah dicapai dari Deigo Maradona diantaranya:

Club

Boca Juniors

Argentine Primera División: 1981 Metropolitano

Barcelona

Copa del Rey: 1983
Copa de la Liga: 1983

Napoli

Serie A (2): 1986–87, 1989–90
Coppa Italia: 1986–87
UEFA Cup: 1988–89
Supercoppa Italiana: 1990

International

Argentina Youth
FIFA World Youth Championship: 1979

Argentina

FIFA World Cup: 1986
Artemio Franchi Trophy: 1993

2. Johan Cruyff

Johan Cruyff

Pemain legendaris sepak bola dunia, Johan Cruyff memang hanya membantu timnas Belanda menjadi runner-up pada Piala Dunia 1974 lalu.

Akan tetapi, tidak hanya itu rekor yang ia cetak pada masa karirnya di dunia sepak bola. Ada beberapa rekor yang sulit untuk dipecahkan oleh para pemain sepakbola modern saat ini.

Banyak para penggemar sepakbola yang tahu mengenai taktik Total Football. Tabel tersebut berawal dari keahlian penguasaan bola dari seorang Johan Cruyff.

Dilansir dari Goal International, Johan Cruyff menciptakan filosofi baru dalam dunia sepak bola yakni pressing yang kuat dan penguasaan bola terhadap jalannya pertandingan.

Saat ini filosofi sepak bola tersebut banyak digunakan dalam sepak bola modern. Adapun klub yang memakai filosofi dari Johan Cruyff adalah Manchester City dan Barcelona. Kedua klub tersebut dikenal sebagai tim yang memiliki pressing yang kuat dan mematikan.

Adapun penghargaan dari Johan Cruyff diantaranya:

Ajax

Eredivisie: 1965–66, 1966–67, 1967–68, 1969–70, 1971–72, 1972–73, 1981–82, 1982–83
KNVB Cup: 1966–67, 1969–70, 1970–71, 1971–72, 1982–83
European Cup: 1970–71, 1971–72, 1972–73
Intercontinental Cup: 1972

Barcelona

La Liga: 1973–74
Copa del Rey: 1977–78

Feyenoord

Eredivisie: 1983–84
KNVB Cup: 1983–84

International

FIFA World Cup Runner-up: 1974
UEFA European Championship Third place: 1976

3. Franz Beckenbauer

Franz Beckenbauer

Franz Beckenbauer merupakan sosok pemain legendaris dari sepak bola Timnas Jerman. Dia dikenal sebagai julukan Der Kaiser atau biasa disebut sang kaisar.

Franz Beckenbauer adalah salah satu pemain bertahan terbaik di dunia pada masanya. Sang kaisar telah sukses menjaga ketat pesaing abadinya yakni Johan Cruyff pada masanya. Karena kontribusi dari seorang Franz Beckenbauer, Timnas Jerman Barat sukses menjadi juara Piala Dunia tahun 1974.

Pemain yang yang lahir di Jerman Barat tersebut memiliki gaya yang anggun dan penguasaan bola yang sangat kuat. Sampai saat ini sangat sulit untuk menemukan pemain belakang yang mempunyai penguasaan bola dan skill di atas rata-rata pada zaman modern ini.

Hanya ada beberapa Libero yang bisa diandalkan oleh klub maupun Timnas dalam dunia sepak bola dari masa ke masa ini. Franz Beckenbauer adalah Libero terbaik sepanjang masa yang pernah dilahirkan oleh Jerman Barat.

Adapun penghargaan yang berhasil diraihnya:

Bayern Munich

Bundesliga: 1968–69, 1971–72, 1972–73, 1973–74
DFB-Pokal: 1965–66, 1967–68, 1968–69, 1970–71
European Cup: 1973–74, 1974–75, 1975–76
UEFA Cup Winners’ Cup: 1966–67
Intercontinental Cup: 1976

Hamburger SV

Bundesliga: 1981–82
New York Cosmos
North American Soccer League: 1977, 1978, 1980

West Germany

FIFA World Cup: 1974
UEFA European Championship: 1972

4. Giuseppe Meazza

Giuseppe Meazza

Giuseppe Meazza merupakan pemain sepak bola legendaris Italia dan juga bermain bersama Inter Milan.

Pemain yang lahir di Milan pada tahun 1910 tersebut telah menorehkan 361 penampilan untuk Inter Milan dan menyumbangkan 243 gol .

Ketika usianya masih 18 tahun, Giuseppe Meazza setelah menjalani debut dengan rekor gol terbanyak yaitu 31 gol pada satu musim. Rekor tersebut belum pernah ada yang memecahkan sampai saat ini.

Perlu diketahui bahwa sistem Liga Seri A Italia zaman dulu jauh lebih sulit daripada seri A saat ini.

Dilansir dari Britannica, diketahui bahwa meninggal dunia pada tahun 1980. Namanya terus dikenang sebagai Stadion Inter Milan yang saat ini dipakai oleh anak asuh Antonio Conte.

Adapun penghargaan yang berhasil diraihnya:

Klub

Internazionale

Serie A: 1929–30, 1937–38, 1939–40
Coppa Italia: 1938–39

International

Italy

FIFA World Cup: 1934, 1938
Central European International Cup: 1927–30, 1933–35

Individual

Serie A Top Goal-scorer: 1929–30, 1935–36, 1937–38
Mitropa Cup Top Goal-scorer: 1930, 1933, 1936
FIFA World Cup Golden Ball: 1934
FIFA World Cup All-Star Team: 1934
Inducted into the Italian Football Hall of Fame: 2011
Inducted into the Walk of Fame of Italian sport: 2015

5. Pele

Pele

Tidak ada nama yang lebih terkenal dari Pele dalam jagat dunia sepak bola sampai saat ini.

Pemain yang memiliki nama lengkap Edson Arantes do Nascimento telah menjadi pencetak gol termuda di Piala Dunia dengan umur dibawah 18 tahun.

Tidak hanya itu, Pele juga telah membukukan hattrick dan akhirnya bisa membantu Timnas Brasil menjadi juara dunia pada tahun 1958..

Pemain andalan Timnas Samba tersebut telah mencatatkan namanya di buku Guinness World Recordsebagai pemain sepak bola yang paling banyak membawa negaranya menjadi juara Piala Dunia.

Tercatat bahwa Pele telah sukses membantu timnas Brasil menjadi juara dunia sebanyak 3 kali diantaranya tahun 1958 di Swedia, tahun 1962 di Chile dan 1970 di Meksiko.

Adapun penghargaan yang berhasil diraih oleh Pele diantaranya:

Klub

Santos

Campeonato Brasileiro Série A (6): 1961, 1962, 1963, 1964, 1965, 1968
Copa Libertadores (2): 1962, 1963
Intercontinental Cup (2): 1962, 1963
Intercontinental Supercup: 1968
Campeonato Paulista (10): 1958, 1960, 1961, 1962, 1964, 1965, 1967, 1968, 1969, 1973
Torneio Rio-São Paulo (4): 1959, 1963, 1964

New York Cosmos

North American Soccer League, Soccer Bowl: 1977
North American Soccer League, Atlantic Conference Championship: 1977

International

Brazil

FIFA World Cup (3): 1958, 1962, 1970

Selalu update berita terbaru seputar 5 Fakta hanya di Vivagoal.com

Klopp Miliki Visi Seperti Johan Cruyff

Vivagoal Liga Inggris – Keberhasilan Jurgen Klopp merubah wajah Liverpool dinilai seperti era Johan Cruyff untuk Barcelona beberapa tahun silam. Klopp disebut tak hanya membentuk tim yang kuat namun juga memberi nilai-nilai penting di Liverpool.

Asisten Klopp, Pep Lijnders melihat jika Klopp berhasil membawa perubahan besar di Liverpool. Selain membuat tim memiliki performa yang begitu meyakinkan, Klopp memberi sebuah warna berbeda dalam tim itu sendiri.

Baca juga: United Baru Bisa Juara Liga Andai Klopp dan Pep Tak Ada!

Lijnders menyebut jika apa yang sudah dilakukan oleh Klopp tak berbeda dengan apa yang sudah dilakukan oleh Cruyff. Nilai-nilai Liverpool tertanam kuat pada sikap Klopp sehari-hari.

“Dia [Klopp] bukan hanya sekedar wajah dari tim kami, dia adalah wajah klub. Tidak banyak pelatih asing yang di berbagai negara yang bisa memberikan dampak positif seperti dia,” kata Lijnders kepada Goal internasional.

“Sebagai contoh, saya selalu berkata bahwa Cruyff di Barcelona berhasil memberikan dampak positif tidak hanya soal apa yang terjadi saat ini, melainkan juga soal masa depan.”

“Dia [Klopp] menciptakan identitas nyata tentang bagaimana cara kami bermain, cara dia ingin bermain, dan itu bisa bertahan sangat lama,” imbuhnya.

Lebih lanjut Lijnders menyebut jika kualitas Klopp sudah terbukti dengan gelar pelatih terbaik FIFA yang ia raih. Semua berjalan beriringan dan berbagai gelar individu maupun tim terus berdatangan.

Baca juga: Sabet Gelar Pelatih Terbaik FIFA, Klopp: Terima Kasih Liverpool

“Itu [gelar pelatih terbaik] adalah pujian untuk struktur yang kami miliki. Pujian bagi pemilik klub yang mempercayai Jurgen sejak awal, dengan memberinya kontrak enam tahun. Itu membantu mereka membangun kepercayaan,” lanjutnya.

“Pujian besar untuk tim kami, sebab tanpa kesuksesan, penghargaan individu itu tidak akan datang. Juga pujian untuk Jurgen sendiri. Saya sangat bangga. Itu sangat berarti,” pungkasnya.

Musim lalu menjadi pembuktian Klopp bersama Liverpool. Pelatih asal Jerman itu berhasil memberikan trofi Liga Champions dan juga membawa The Reds finis sebagai runner up Premier League dengan catatan poin tertinggi ketiga dalam sejarah Premier League.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Barcelona Segera Perkenalkan De Jong Jumat Depan

VivagoalLa Liga -Barcelona telah secara resmi merekrut gelandang muda dan juga berbakat milik Ajax Amsterdam, Frenkie De Jong. Blaugrana pun akan segera  memperkenalkan De Jong pada pekan ini.

Seperti dilansir dari Football Espana, De Jong akan secara resmi diperkenalkan ke publik Camp Nou pada Jumat (5/7/2019) mendatang. Namun, menurut sumber yang sama, jadwal tersebut bisa saja berubah dan maju sehari dari yang sudah ditetapkan semula.

Gelandang 21 tahun itu sejatinya sudah direkrut Barcelona pada bursa transfer musim dingin Januari 2019 lalu. Namun, baik Ajax maupun Barca sama-sama sepakat untuk membiarkan De Jong lebih dulu menuntaskan tugasnya di Amsterdammers dan baru ke Camp Nou pada musim panas ini.

Baca Juga: Coutinho Buka Suara Terkait Persaingan Vidal dan De Jong

El Barca sendiri tentunya berharap dengan proses tersebut si pemain makin matang bersama Ajax mengingat level kompetisi di Spanyol sangat berbeda di Belanda. Apalagi De Jong bakal berseragam Barca yang sudah banyak diperkuat oleh gelandang-gelandang kelas wahid.

Bermain untuk Blaugrana jelas bakal jadi beban berat buat De Jong karena Barcelona yang begitu erat dengan sepakbola Belanda karena faktor Johan Cruyff-nya, namun sayang tidak semua pemain De Oranje bisa sukses selama bermain di sana.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

5 Fakta Dibalik Suksesnya Jebolan Akademi Ajax

Vivagoal5 Fakta – Siapa yang tidak tahu hebatnya bintang-bintang ternama seperti Dennis Bergkamp, Marc Overmars, Johan Cruyff, dan Edwin van der Sar merupakan beberapa nama pesepakbola hebat yang pernah bersinar di eranya.

Dari keempat nama yang tersebut, mereka semua memiliki persamaan, yaitu sama-sama berasal dari salah satu akademi sepakbola terbaik di dunia yaitu Ajax Academy atau bisa disebut Akademi Sepakbola Ajax.

Kemampuan yang dimiliki Akademi Ajax dalam melahirkan pemain-pemain berkelas memang tidak perlu diragukan.

 

Hal ini tak lepas dari konsistensi Ajax Amsterdam untuk memegang teguh filosofi klubnya itu yaitu mengembangkan bakat-bakat muda dari akademi untuk sukses di Eredivisie maupun di Eropa.

[irp]

Hal-hal tersebut berimbas gemilangnya prestasi klub, Ajax Amsterdam tercatat berhasil menjuarai liga Belanda sebanyak 33 kali dan menjuarai KNVB Cup sebanyak 18 kali.

Kali ini, VIGO akan mengungkapkan 5 Fakta Dibalik Suksesnya Akademi Ajax ini.

LATEST NEWS

HOT NEWS