
5 Fakta Penjualan Gagal Benfica ke Tim Lain
- Joao Felix

Joao Felix suskes menjadi sensasi bagi Benfica di musim 2018/19 lalu dengan catatan apik di kompetisi domestik maupun kontinental. Ia sudah mengepak 20 gol dan 11 assist dari 43 laga di lintas kompetisi. Ia sempat dibidik berbagai tim mulai dari Manchester City, Barcelona dan berbagai tim besar. Namun sang pemain memilih langkah lain dengan merapat ke Atletico Madrid.
Di Atleti, ia datang dengan mahar 127,2 juta Euro sekaligus menjadi rekor pembelian Los Colchoneros dan penjualan termahal Benfica. Lumayan sering diandalkan Diego Simeone. Namun penampilannya tak sesuai harapan. Felix pun kemudian menjadi kutu loncat dengan memperkuat satu tim ke tim lain.
João Félix career path pic.twitter.com/bScFY2210b
— Troll Football (@TrollFootball) July 28, 2025
Dalam prosesnya, Chelsea, Barcelona sempat menjadi destinasinya. Ia kemudian dibeli the Blies pada 2024 kemarin. Namun karirnya juga premature sang pe,ain sempat dipinjamkan ke AC Milan sebelum akhirnya dilepas permanen ke Al-Nassr dengan mahar 30 juta Euro di musim panas 2025. Felix terlalu cepat untuk meninggalkan Eropa di usia 25 tahun.
- Darwin Nunez

Benfica harus merogoh kocek hingga 34 juta Euro untuk membawa Nunez ke klub pada 2020 lalu. Dana besar tersebut berjalan beriringan dengan kontribusi pemain asal Uruguay bersama klub. Dua tahun membela AS Aguias, ia menjadi motor serangan tim dengan bukukan 38 gol dan 16 assist dari 85 laga.
Pada 2022, Liverpool yang membutuhkan penyerang sempat dihadapkan dengan dua pilihan. Mengamankan dirinya atau Alexander Isak. Jurgen Klopp selaku pelatih kepala menjatuhkan pilihan pada Darwin. Dana 85 juta Euro dikucurkan untuk dibawa ke Anfield dengan harapan bisa menjadi kompetitor Erling Haaland dalam perburuan top skor. Namun kenyataan pahit harus diterima.
Gol-gol dari Nunez terbilang seret. Ia baru mengepak 40 laga di lintas kompetisi dari ratusan penampilan yang dibukukan. Catatan tersebut menjadi aib mengingat the Reds tak memiliki kekurangan apapun di lini depan lantaran ada Mo Salah, Diogo Jota hingga Luis Diaz atau Cody Gakpo. Belakangan, sang pemain santer dikaitkan bakal mengikuti jejak Felix, mentas di Saudi Pro League dengan Al-Hilal sebagai destinasi berikutnya.
- Victor Lindelof

Tak ada yang meragukan kapasitas Lindelof di lini pertahanan Benfica. Sosok asal Swedia sukses menjadi pembeda bagi keerapatan lini pertahanan AS Aguias sejak dipromosikan ke tim utama pada 2015 lalu. Dominasi klub di kancah domestik menjadi bukti betapa krusialnya sang pemain.
🚨👋🏻 Official: Christian Eriksen, Jonny Evans and Victor Lindelof leave Man United as free agents. pic.twitter.com/vmnL2YGvVj
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) June 9, 2025
Pada 2017, Manchester United menjatuhkan pilihan kepadanya guna menggalang lini pertahanan. Dana 35 juta Eeuro dikucurkan pada tengah musim 2016/17 lalu. Ia sempat bermain reguler bersama Setan Merah. Namun seiring berjalannnya waktu, peranan sang pemain mulai tereduksi dari tim utama.
Ia kalah bersaing dengan berbagai nama lain macam Harry Maguire, Raphael Varane atau Johnny Evans. Masalah cedera juga menjadi bumbu lain yang membuat performanya bersama Setan Merah kurang maksimal. Di musim panas kemarin, kontraknya tak diperpanjang United dan bek 31 tahun saat ini resmi tak memiliki klub.
Baca Juga:
- Obrolan Vigo: Hugo Ekitike yang Berpotensi Menjadi Dua Mata Pisau untuk Liverpool
- Obrolan Vigo: Victor Osimhen dan Tipu Daya yang Bisa Diredam
- What If: Andrea Pirlo ke Man City Tahun 2011, Sebuah Orkestra Sunyi di Etihad
- Obrolan Vigo: Milos Kerkez Adalah Jawaban Pasti dari Menuanya Andy Robertson
- Fabio Coentrao

Fabio Coentrao diharapkan bisa memperkuat barisan di sisi kiri pertahanan Real Madrid tatkala Los Blancos hanya punya sosok Marcelo dan Nacho di pos tersebut. Dana tak kurang dari 30 juta Euro dikeluarkan guna membawanya ke Santiago Bernabeu dari Benfica pada musim panas 2011 lalu.
Di musim perdana, 33 laga sukses dimainkan di lintas kompetisi. Namun setelahnya, menit bermainnya lumayan turun. Kehadiran Marcelo yang tak tergantikan membuat posisinya lumayan terpojok. Coentrao kemudian banyak dipinjamkan ke berbagai tim mulai dari AS Monaco dan Sporting CP sebagai destinasi. Namun karirnya tak lagi sama.
Pada 2018, Madrid tak memperpanjang kontraknya, ia pun kembali ke tim yang besarkan namanya, Rio Ave. Selain kalah saing, dalam wawancara kepada Marca sang pemain juga merasa tak cukup kompeten untuk bermain di tim sekelas Real Madrid.
- Lazar Markovic

Banyak berbagai pemain Serbia yang menuai kesuksesan di Liga Portugal, Markovic menjadi salah satu di antaranya. Namanya bahkan digadang sebagai Lionel Messi baru dari Serbia. Dalam kurun waktu satu musim saja, ia mampu menyita perhatian dengan gelontoran 7 gol dan 5 assist dari 49 laga bersama Benfica di musim 2012/13 lalu.
Liverpool kemudian menebusnya dengan mahar 25 juta Euro. Angka tersebut jelas perjudian besar bagi pemain yang belum benar-benar establish di Liga Portugal. Benar saja, Markovic gagal membuktikan diri dengan valuasi tersebut. Di musim perdananya, hanya tiga gol dan satu assist disumbangkan dari 34 laga.
Setelahnya, ia hanya kembali ke Liverpool pasca masa peminjaman ke berbagai klub rampung. Lazar banyak disekolahkan ke lintas tim macam Fenerbahce, Sporting CP, Hull City, Anderlect hingga dilepas permaneen ke Fulham. Ia tak bisa mengembalikan level permainannya. Pada 2025 kala usianya 31 tahun, ia terakhir kali mentas untuk tim Uni Emirat Arab, FC Baniyas dan saat ini belum memiliki klub lagi.
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com















