
Obrolan Vigo: Victor Osimhen dan Tipu Daya yang Bisa Diredam
Vivagoal β Berita Bola β Ada dua jalan yang bisa diambil pesepakbola. Berprestasi dan melegenda dengan rangkaian gelar di level klub maupun negara atau memaksimalkan pundi uang sebanyak mungkin dalam karir singkatnya di lapangan hijau. Victor Osimhen nampaknya mengambil opsi kedua yang mana hal tersebut juga tak bisa disalahkan.
Osimhen merupakan perpanjangan tangan dari para penyerang top Nigeria setelah Nwankwo Kanu, Yakubu hingga Obafemi Martins. Reputasi sang pemain sudah mulai diperhitungkan ketika memperkuat Lille. Bersama Les Dogues, ia rajin mendulang gol dan membuat banyak tim Eropa melirik eksistensinya sebagai predator berdarah dingin di sepertiga akhir penyerangan.
Napoli sampai harus memecahkan rekor untuk mengamankan jasanya. Mahar 78,9 juta Euro dipecahkan guna membawanya ke San Paulo pada musim dingin 2020 lalu. Osimhen kemudian menunjukan tajinya sebagai sosok yang berbahaya di Serie A. Terlebih ketika ia berduet dengan Kvicha Kvaratskhelia. Kombinasi keduanya membuahkan Scudetto bagi I Partnenopei di musim 2022/23 kemarin.
π Alvarez, Isak, Joao Pedro, Sesko, Gyokeres and Osimhen β career stats.. π₯ pic.twitter.com/XNT3SQm3Kg
β Sholy Nation Sports (@Sholynationsp) July 22, 2025
Tak hannya itu, ia juga menjadi top skor Serie A dengan 26 gol yang dikoreksinya di musim yang sama. Namanya juga terpatri sebagai player of the seasons 2023 dan pemain terbaik Afrika di tahun yang sama. Lengkap sudah produktivitas Osimhen di musim tersebut. Seiring dengan reputasinya yang menukik tajam, Osimhen, yang juga manusia biasa memiliki hasrat lain yang harus dimaksimalkan. Pundi dompetnya tentu harus ikut beriringan.
Baca Juga:Β
- What If: Andrea Pirlo ke Man City Tahun 2011, Sebuah Orkestra Sunyi di Etihad
- Obrolan Vigo: Milos Kerkez Adalah Jawaban Pasti dari Menuanya Andy Robertson
- Obrolan Vigo: Chelsea yang Menemukan Hazard dalam Wujud Fofana
- Obrolan Vigo: Pep Guardiola yang Kembali Memanaskan Mesin Phil Foden
Sang pemain sudah enggan meneken kontrak baru yang akan rampung apada 2026 mendatang dengan harapan ada tawaran dari tim Eropa yang membutuhkan jasanya mau menampungnya. Bahkan, Direktur Napoli, Giovanni Manna, pada 2024 mengonfirmasai jika sang pemain sudah tak mau lagi mentas untuk I Partenopei.
Sejatinya, ada rangkaian negoisasi yang dilakukan tim lain mulai dari Arsenal, Chelsea, Liverpool hingga Al-Hilal. Namun tak satupun realisasi transfer menjadi kenyataan. Masalah uang kemudian menjadi perihal kepindahan sang pemain dari Italia urung terealisasi. Menurut kabar dari Sky Sports Italia, transfernya ke berbagai tim terbilang rumit.
The Blues sudah mencapai kesepakatan transfer dengan Napoli, namun tidak dengannya. Osimhen Β hanya dibayar empat juta Euro dan angka itu bisa saja naik andai Chelsea mentas di Liga Champions. Namun penolakan ia berikan pada tim asal London Barat. Di sisi lain, Negoisasi dengan Al-Ahli pun sempat berjalan.

Di Saudi, sang pemain akan menerima bayaran 40 juta Euro untuk kontrak selama empat musim ke depan. Kesepakatan personal sudah dikunci. Namun tim Saudi itu tak mencapai kesepakatan harga dengan Napoli sehingga transfer gagal. Agennya sempat mengklaim jika Eropa tetap menjadi harapannnya untuk bermain.
Namun, Napoli tak menerima kehadirannya lantaran sudah ada Romelu Lukaku dalan skema Antonio Conte. Sang pemain kemudian dibekukan dari skuat dan dipinjamkan ke Galatasaray untuk semusim ke depan dan bermain di level yang kadarnya jauh di bawah Serie A.
Baca Juga:
- 5 Fakta Transfer Paling Berdampak di Musim Panas 2025/26
- 5 Fakta Pemain Yunani di Premier League
- 5 Fakta Nasib Klub yang Ada di Musim Debut Premier League 1992/93
- 5 Fakta Kiprah Pelatih Italia di Premier League
Pergi ke Turki jelas menjadi sebuah anti klimaks bagi sang pemain. Rata-rata mereka yang ada di sana merupakan wonderkid siap panen dan pemain yang prospeknya hampir habis di Eropa. Osimhen tak ada di tengah, ia mungkin ada di pos terakhir meski masih memasuki usia prime sebagai pesepakbola.
Kenyataan pahit pun pada akhirnya harus diterima. Sosok yang digadang Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis bakal menjadi predator ganas di tim yang rutin main di Liga Champions macam Real Madrid dan PSG harus merelakan karirnya terasing ke Turkish Super Lig lantaran masalah uang yang sulit dipenuhi tim peminat.
Di Turki, ia memang masih dibayar 10 juta Euro per tahun, sesuai dengan keinginannya tatkala ada tawaran dari Al-Ahli masuk. Golnya pun masih terjaga. Di musim 2024/25 kemarin, sang pemain masih mendulang 26 gol dan menjadi top skor Liga Turki sekaligus player of the season. Ia juga membantu CImbom mendulang double winners dalam wujud Turkish Super Lig dan Piala Turki.
Namun di Turki, dengan potensi Galatasaray akan segera memecahkan rekork untuk mempermanenkan jasanya dalam waktu dekat, karir lain baginya agak tersendat. Kecil potensinya untuk kembali mentas di top flight Eropa. Sebagus apapun capaiannya kelak, ia akan dipandang sebelah mata lantaran jauhnya jurang pemisah antara kompetisi di Turki dan kompetisi lain macam Serie A, LaLiga, Ligue 1 hingga Premier League.
Osimhen mungkin berandai ia bisa mendapatkan gaji besar dengan main di tim Eropa. Namun banyak tim yang tak mau terjebak dengan fantasi gaji besar dari seorang pemain yang mungkin belum bisa bertaji di kompetisi lain. Tipu daya dari Osimhen diredam dan Galatasaray kebetulan tengah menjadi tim yang kena gendam.
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com















