
5 Fakta Penyerang Underrated Terbaik yang Sempat Mentas di LaLiga
- Christian Vieri

Vieri merupakan proyek perjudian dari Presiden Atletico Madrid, Jesus Gil yang mengangkutnya dengan mahar 12,5 juta paun di tahu 1997 lalu ketika diamankan dari Juventus. Padahal catatan golnya tak benar-benar spesial ketika memperkuat Juventus maupun Atalanta dalam dua tahun sebelumnya.
Bersama Los Colchoneros, ia langsung tancap gas. Vieri mampu mendulang 29 gol dari 32 laga. Tak hanya itu, dirinya juga sukses mendulang status sebagai top skor di LaLiga. Soal kepindahan ke Madrid, dalam autobiografinya, ia mengklaim hengkang ke Spanyol lantaran uang. Pasalnya, Atleti mau membeirkan bayaran 3,5 juta lira, angka tersebut naik hampir dua kali lipat dari gajinya di Juventus yang berkisar 2 juta liar per tahun.
Karirnya di Spanyol hanya bertahan semusim tanpa satu pun gelar yang sukses direngkuh. Ia kemudian hengkang ke Lazio pasca Piala Dunia 1998 dan merapat ke Lazio dengan mahar 25 juta paun guna mentas di bawah komando Sven-Goran Eriksson.
- Roy Maakay

Makaay merupakan predator yang haus gol. Namun di awal karir, ia hanya mentas untuk dua tim minor dari Belanda dan Spanyol yakni Vitesse dan Tenerife. Namun catatan golnya terbilang apik. Dalam enam tahun, ia mampu mengepak 66 gol dari 178 laga bersama dua tim tersebut.
Deportivo La Coruna merekrutnya dengan mahar 8,6 juta Euro. Sebuah nilai yang lumayan tinggi kala itu. Namun investasi besar tim asal Galacia tak sia-sia. Penyerang asal Belanda langsung melejit menjadi mesin gol tim. Dalam karirnya bersama Depor, 96 gol dari 170an laga sukses dikoreksi.
Ia juga menjadi saksi bagaimana tim bertransformasi dari underdog menjadi penantang gelar. Dalam masa baktinya, Depor sukses mengangkangi dominasi Real Madrid dan Barcelona di LaLiga dengan mendulang beberapa gelar domestik macam LaLiga, Copa del Rey hingga sepasang Piala Super Spanyol dalam tiga tahun masa baktinya di klub.
- Dani Guiza

Seperti halnya Makaay, Guiza juga tak memulai karir di tim besar. Beberapa tim gurem macam Xerez CD, Real Mallorca dan Getafe sempat diperkuatnya. Bersama Los Azulones, karinnya lumayan melesat dan namanya mulai diperhitungkan sebagai penyerang tajam.
Dalam periode 2005-2007, ia suskes mendulang 27 gol dari 70 laga yang dimainkan. Bahkan Presiden Getafe, Angel Torres mengklaim jika Guiza merupakan “finisher terbaik di LaLiga setelah Ronaldo Nazario.”
Pasca Getafe, ia hengkang lagi ke Mallorca dan memukai catatan manis. Di musim 2007/08, ia mampu menjadi top skor LaLiga dengan 27 gol. Catatan tersebut juga membuatnya dibawa mentas ke Timnas Spanyol besutan Luis Aragones. Di sana, ia hantarkan Spanyol menjuarai Euro 2008. Saat ini, Guiza, 44 tahun masih bermain dengan memperkuat tim tier bawah asal Cadiz, UD Rotena.
Baca Juga:
- Obrolan Vigo: Adrien Rabiot yang Bertransformasi Menjadi Senjata Rahasia Marseille
- Obrolan Vigo: Frenkie De Jong Adalah Langkah Mundur Bagi Barcelona
- Obrolan Vigo: Langkah Bijak Adalah Kunci Terbaik Bagi Fiorentina
- Obrolan Vigo: Real Betis Adalah Suaka Bagi Mereka yang Terbuang
- Diego Forlan

Diego Forlan merupakan sosok yang kalah bersaing di Manchester United. Ia kemudian putuskan hengkang ke Spanyol dengan Villarreal menjadi destinasi karirnya. Bersama Yellow Submarine, reputasi sebagai pencetak gol andalan mulai terbangun. Ia juga suskes hantarkan tim menangi Piala Intertoto dan mentas hingga babak semifinal Liga Champions.
Diego Forlán and Riquelme reunited 🤝
Legends 💛 pic.twitter.com/Zo926CcBhn
— ESPN FC (@ESPNFC) March 26, 2023
Bersama Villarreal, Forlan sukses bukukan 59 gol dari 128 laga. Ketajaman sang pemain kemudian meningkat pasca merapat ke Atletico Madrid. Berduet dengan Aguero, ia mampu hantarkan tim mendulang berbagai prestasi macam Piala UEFA dan Piala Super Eropa.
Pemain asal Uruguay tercatat sudah dua kali mendulang status sebagai top skor LaLiga di musim 2004/05 an 2008/09. Namun pasca hengkang dari Spanyol, karirnya lumayan menurun. Ia bahkan pernah mentas di Jepang, India hingga Hong Kong.
- Artem Dovbyk

Dovbyk hanya butuh waktu satu tahun guna membuktikan diri menjadi penyerang berbahaya di Spanyol. Datang dari Dnpro ke Girona dengan mahar 7,5 juta Euro di musim panas 2023/24 kemarin, ia mampu hantarkan tim mendulang satu tiket ke Liga Champions. Raihan tersebut merupakan yang pertama dalam sepanjang sejarah tim Catalan itu.
Bersama Girona, ia juga sukses menjadi top skor LaLiga dengan koreksi 24 gol bersama Los Blanquivermells. Pemain asal Ukraina kemudian hengkang ke AS Roma dengan transfer 30 juta Euro dan memecahkan rekor penjualan tim Catalan itu.
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com















