
Jelang Hadapi Madrid, Guardiola Justru Beri Saran Pada Alonso
Vivagoal – Liga Champions – Reuni kecil bakal menghiasi partai antara Manchester City melawan Real Madrid, dengan bertemunya Pep Guardiola menghadapi salah satu muridnya, Xabi Alonso, yang kini menangani El Real, tapi posisinya sebagai pelatih mulai goyah.
Goyahnya status Xabi Alonso itu kembali menyeruak pasca kekalahan Real Madrid dari Celta Vigo di LaLiga akhir pekan kemarin. Bermain di Santiago Bernabeu, Los Blancos menderita kekalahan 0-2 dari Celta Vigo.
Alhasil, Alonso kini mulai merasakan tekanan besar sejak ditunjuk menjadi pelatih Madrid pada musim panas 2025 lalu. Kekalahan tersebut membuat Madrid kini tertinggal empat angka dari Barcelona di puncak klasemen LaLiga 2025/26.

Belum lagi adanya spekulasi tentang kurang harmonisnya Alonso dengan sejumlah bintang Madrid, seperti Vinicius Jr dan Jude Bellingham. Ditengah tekanan itu, Madrid sudah ditunggu oleh Manchester City, Kamis (11/12) dini hari WIB pada lanjutan pekan ke-6 Liga Champions.
Pep Guardiola kemudian mendapat pertanyaan terkait dengan situasi yang kini dialami salah satu muridnya itu. Tapi, Ia enggan terlibat lebih jauh dan hanya mendoakan yang terbaik bagi Alonso, walau akan ikut membuat rumit situasi andai bisa mengalahkan Madrid di laga ini.
Baca Juga:
- Ilias Alhaft Tak Sabar Cicipi Atmosfer Kandang Persib
- Pelatih Persib Bandung Ajak Bobotoh Birukan Stadion GBLA
- Sambil Soroti Wasit, Slot Syukuri Kemenangan Liverpool atas Inter
- Kalah Dari Filipina, Manajer Timnas Ingin Mencontoh Apa yang Dilakukan Shin Tae-yong
“Aku berharap yang terbaik untuk Xabi, tapi masa depannya adalah jawaban yang tidak aku ketahui. Kalian semua lebih tahu situasi ini daripada aku; aku jauh dari situ. Aku belum berbicara dengan Florentino, dan dia belum memberitahuku bahwa besok akan menjadi pertandingan terakhir Xabi,” ujar Guardiola dilansir Goal.
“Jika kamu tidak menang dalam pertandingan besar, segalanya menjadi sulit. Tapi Xabi mengendalikan situasi dan tahu apa yang sedang terjadi. Kekhawatiranku adalah melihat apa yang telah kita lakukan dengan baik. Untuk mengalahkan Real Madrid dalam kompetisi ini, tidak cukup hanya lebih baik; kamu harus jauh lebih baik.”
Guardiola yang pernah menangani Barcelona, tampak paham dengan tekanan ketika menjadi pelatih tim besar, seperti Madrid. Ia mengutarakan rasa simpatinya pada Alonso, terlebih tekanan serupa Guardiola alami bersama City di musim lalu.
“Saya memahami perasaannya karena kami pernah bekerja sama dan itu adalah pengalaman yang luar biasa. Kami berbagi banyak hal. Barcelona dan Madrid sulit untuk dikelola karena tekanan dan lingkungan yang ada. Dia tahu kenyataannya dan segalanya berputar di sekitar kemenangan. Hal itu terjadi pada kami musim lalu. Dia mampu membalikkan keadaan dan dia mampu melakukan apa yang diperlukan,” tambah Guardiola.
Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com















