
Kemenangan yang “Dirampok” PSG?
Vivagoal – Ligue 1 –Pascalaga leg ke-2 semifinal Liga Champions antara Bayern Munchen dan Paris Saint-Geirman, perdebatan yang sudah ada lebih dari satu dekade jadi komoditas panas. Apakah ini memang ada campur tangan suatu hal atau memang jadi rangkaian hasil buruk bagi klub-klub Jerman di kompetisi Eropa?
Fans The Bavarian melihat kegagalan timnya melaju ke final Liga Champions adalah sebuah perampokan. Melihat dari jalannya pertandingan dan bagaimana wasit memimpin laga, rasanya klaim seperti itu jadi terasa wajar. Beberapa handball yang terjadi sepanjang pertandingan ditolak oleh Joao Pinheiro.

Setelah kecolongan gol cepat Ousmane Dembele di menit ke-3, Munchen terus memaksa menjebol gawang PSG. Tapi hingga masa injury time gol tak kunjung datang, sampai Harry Kane mencetak gol pada menit 90+4 dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Namun satu gol dari kapten timnas Inggris tersebut tak mampu menyelelamatkan Munchen dari kegagalan melaju ke babak final.
Kesalahan yang paling mencolok dan terlihat oleh mata telanjang adalah ketika dalam sebuah momen transisi penting, umpan Konrad Laimer mengenai tangan bek kiri PSG, Nuno Mendes. Wasit sempat menghentikan pertandingan. Tetapi mengejutkannya, keputusan justru diberikan menjadi keuntungan bagi PSG yang mendapatkan tendangan bebas karena Laimer dianggap melakukan pelanggaran handball.
Baca Juga:
- Tertinggal dari Forest, Emery Berharap Tuah Villa Park
- Persis Solo vs Persebaya Surabaya: Prediksi, Jadwal dan Link Live Streaming
- Kelme Janji Rilis Desain Jersey Terbaru Timnas Indonesia Tiap Tahun
- Keputusan Kontroversial Wasit Membuat Munchen Gugur?
Replay yang ditayangkan malah terlihat sebaliknya. Jelas Laimer tidak melakukan pelanggaran apa pun. Keputusan itu memicu kontroversi karena bukan hanya FC Hollywood yang kehilangan tendangan bebas berbahaya, tapi menghindarkan Mendes dari kuning ke dua.
Selanjutnya, saat Vitinha membuang bola, justru bola itu malah mengarah ke tangan Joao Neves yang sedang terbuka dan berada di area kotak penalti. Tapi keputusan untuk tidak memberikan pelanggaran kepada PSG dinilai sudah tepat. Pasalnya menurut IFAB, jika bola datang dari rekan setim dan bola berubah arah secara tiba-tiba, keputusan untuk tidak memberikan pelanggaran handball dinilai sudah tepat.
Selama bertahun-tahun, klub-klub di Jerman berkali-kali mengalami insiden kontroversial di kompetisi Eropa. Mulai dari saat melawan Real Madrid pada tahun 2017 dan 2024 dan kekalahan aneh Dortmund dari City dan Chelsea pada 2021 dan 2023.
Secara tidak langsung tim-tim Jerman mendapatkan perlakuan “istimewa” di kompetisi Eropa yang akhirnya merugikan mereka. Apakah klub dari Bundesliga memang bernasib apes saja atau ada hal lain yang memengaruhinya?
Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com













