
Obrolan Vigo: Bernardo Tavarers dan Cinta yang Bertepuk Sebelah Tangan
Vivagoal โ Berita Bola โ Bernardo Tavares baru saja mengundurkan diri dari statusnya sebagai pelatih PSM Makassar. Hal tersebut merupakan puncak gunung es dari situasi finansial yang terjadi pada tim kebanggaan Masyarakat Sulawesi Selatan itu,
Masalah finansial, terlebih dalam hal penunggakan gaji sudah lama terjadi. Hal tersebut dimulai sejak Wiljan Pluim masih memperkuat tim. Ia merupakan sosok yang lumayan loyal lantaran sudah berada di klub sejak 2016-2023 kemarin dan bahkan sempat menghantarkan tim mengepak gelar Liga 1 serta Piala Indonesia.
Pluim kemudian mengklaim jika Ayam Jantan dari Timur masih menunggak gajinya di angka Rp 2,2 Miliar! Sang pemain pun didepak dengan alasan faktor usia dan dianggap sudah melambat. Namun ia mencari suaka ke Borneo FC di musim 2023/24. Masalah gaji ini kemudian membuat sosok berpaspor Belanda melaporkan PSM ke FIFA dan Juku Eja pun terkena sanski embargo transfer.
๐๐ช๐๐ฉ๐ค ๐๐๐ง๐๐๐๐๐ค, ๐๐๐จ๐ฉ๐๐ง!
๐ง๐ฒ๐ฟ๐ถ๐บ๐ฎ ๐๐ฎ๐๐ถ๐ต ๐๐ฎ๐ป๐๐ฎ๐ธ, ๐๐ผ๐ฎ๐ฐ๐ต ๐๐ฒ๐ฟ๐ป๐ฎ๐ฟ๐ฑ๐ผ ๐ง๐ฎ๐๐ฎ๐ฟ๐ฒ๐! ๐ซกKeluarga besar PSM Makassar mengucapkan terima kasih atas segala pencapaian yg telah diraih bersama selama perjalanan tiga setengah tahun terakhir ini. pic.twitter.com/VOZc93s390
โ PSM Makassar (@PSM_Makassar) October 4, 2025
Selain dirinya, Yakob dan Yance Sayuri pun sempat mengalami masalah serupa pada 2023. Melalui unggahan Instagram story, keduanya pun menuliskan “Kerja terus menerus, gajian diundur terus.โ Bahkan di momen yang berdekata, Tavares sempat melelang polo shirt dan penghargaan best coach Liga 1.
Baca Juga:ย
- 5 Fakta Pemain Penting yang Pernah Dimiliki Panathinaikos
- 5 Fakta Pemain Nomor 10 Terbaik yang Pernah Main untuk Barcelona
- 5 Fakta Pemenang Piala Dunia yang Tak Pernah Menangkan Ballon dโOr
- 5 Fakta Pembelot yang Mentas untuk Atletico Madrid dan Real Madrid
Masalah tersebut bahkan terulang pada musim-musim berikutnya. Beberapa pemain penting seperti Sayuri bersaudara memutuskan hengkang ke tim lain. Hal serupa terjadi pada Kenzo Nambu. Meski terjebak dalam masalah finansial, PSM masih teteap solid dan mampu menembus semifinal ASEAN Club Championship dan duduk di posisi 6 klasmen akhir.
Jelang musim 2025/26, dalam surat perpisahan yang dituliskannya, Tavares mengaku sempat mendapatkan tawaran dari tim lain. Namun ia memutuskan untuk bertahan lantaran manajemen sudah menjanjukan kestabilan finansial. Pada laga awal, mereka tak bisa menurunkan pemain asing baru lantaran masalah tunggakan pada Pluim belum rampung. Meski begitu, masalah selesai kala para pemain baru mendapatkan lampu hijau untuk tampil.
Belakangan, masalah penunggakan gaji kembali tersiar. Jelang laga melawan Persija Jakarta, September 2025 kemarin, ia mengklaim dirinya dan staff belum dijagi 5 bulan! Hal ini jelas menjadi momen yang mengejutkan mengingat janji awal manajemen sekaan tak dipenuhi. Kini, Tavares pun resmi mundur pasca 6 laga menukangi tim dengan catatan 7 poin hasil dari satu kemenangan empat kali seri dan sekali kalah.
Mundurnya Tavares lantaran masalah tunggakan gaji jelas tak ubahnya lagu lama yang kerap diputar kembali. Masalah profesionalisme terkait bayaran memang bukan menjadi barang baru bagi sepakbola Indonesia. Khusus untuk Tavares, 3,5 musim yang dilaluinya penuh dengan pergolakan batin. Di satu sisi gajinya tersendat, di sisi lain timnya diminta berprestasi meski tim harus bermain di luar Makassar dua tahun belakangan.
Baca Juga:
- Obrolan Vigo: Dean Huijsen Pembelian Terbaik Alonso untuk Real Madrid
- Obrolan Vigo: Thiago Almada, Jackpot Besar yang Dituai Atletico Madrid
- Obrolan Vigo: De Paul, Bodyguard Messi yang Rela Tinggalkan Eropa untuk Idolanya
- Obrolan Vigo: Nostalgia Kedua untuk Mourinho Adalah Benfica
Gelar liga pertama sejak 23 tahun silam seakan tak berarti pasca pengunduran diri lantaran tak digaji. Tak berhenti sampai di sana, ia juga kerap menepikan tawaran dari tim lain untuk hengkang dari Celebes namun hal tersebut tak digubris lantaran tingginya rasa cinta pada laskar ramang. Berbagai pembenahan sempat ia suarakan dalam berbagai kesempatan.
Sosok asal Portugal kerap melakukan speak up di sesi press conference tim terkait permasalahan keuangan dan hal tersebut seakan menjadi angin lalu belaka. Entah siapa yang salah, namun PSM seakan tak membalas cinta Tavares dengan cara yang semestinya. Mereka seakan nampaknya belum benar-benar bebenah pasca lepas dari suntikan APBD di pertengahan 2000an lalu.
Siriโ na Pacce, yang sudah menjadi falsafah hidup Makassar dalam menjaga kehormatan seakan runtuh seiring dengan mudurnya Tavares. Entah bagaimana nasib dari Victor Dethan dan kolega setelahnya apakah akan tampil lebih baik atau justru sebaliknya di bawah carataker sementara sekaligus legenda klub, Ahmad Amiruddin. Satu yang pasti, jika tak ada pembenahan tegas dari klub, operator liga atau siapapun stakeholder soal masalah pembayaran yang tertunda, bukan tak mungkin hal serupa akan terulang.
Satu yang ironis, salah satu Direktur Keuangan PT LIB adalah Sadikin Aksa yang merupakan Direktur Utama PSM Makassar. Dalam keterangan resmi klub yang diriliis pada Juni 2024 lalu, ada edaran yang mengklaim segala sesuatu yang berhubungan dengan klub akan berjalan baik-baik saja.ย โPSM Makassar juga memastikan bahwa kegiatan operasional tim tetap berjalan normal dan tidak akan terganggu dengan jabatan baru yang diemban Sadikin Aksa di PT LIB,โ tulis mereka.
Kasus belum dibayarnya gaji Tavares mungkin masih lebih baik dibanding kisah tragis Diego Mendieta beberapa tahun lalu. Mantan pemain Persis Solo harus meregang nyawa lantaran sakit dan tak memiliki biaya. Berbagai masalah yang terjadi di sepakbola Indonesia sejatinya tak pernah benar-benar tuntas di selesaikan. Tiga tahun pasca insiden Kanjuruhan yang menelan 135 lebih nyawa dan memecabkan rekor sebagai salah satu insiden terparah dalam sepakbola juga pada akhirnya tak menjadi apa-apa. Sepakbola kita memang tak pernah benar-benar belajar. Bukan begitu?















