Obrolan Vigo: Back to Back PSG di Liga yang Menyelamatkan Sepakbola

Obrolan Vigo: Back to Back PSG di Liga yang Menyelamatkan Sepakbola

Heri Susanto - Juni 4, 2026
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

VivagoalBerita Bola– PSG sukses mempertahankan gelar Liga Champions pasca menang melawan Arsenal dalam final Liga Champions di Budapest, Sabtu (30/5) kemarin. Mereka mampu mencatatkan sejarah pasca prestasi tersebut dan yang terpenting, mereka sukses menyelamatkan sepakbola secara keseluruhan.

PSG datang ke Liga Champions musim 2025/26 dengan status sebagai juara bertahan. Di musim kemarin, mereka mampu mendulang 5 gelar dalam satu musim di bawah komando Luis Enrique. Hal tersebut menjadi sebuah pencapaian tersendiri mengingat tim baru saja kehilangan sang ikon, Kylian Mbappe yang memutuskan hengkang ke Real Madrid.

Les Parisiens memiliki catatan yang tak bisa dibilang bagus di musim ini. Mereka harus melalui fase play-off lantaran hanya mampu finish di urutan 11 klasemen akhir liga. Sebagai konsekuensi untuk perebutkan fase gugur, mereka harus bersua dengan rival senegaranya, AS Monaco. Les Parisiens sukses selamat dari lubang jarum lantaran menang agregat 4-5 atas Les Monegasques.

Setelahnya, mereka mampu mengalahkan berbagai mantan juara Liga Champions macam Chelsea, Liverpool, Bayern Munich hingga melaju ke final guna bersua Arsenal. Berbeda dengan PSG, Gunners memiliki catatan yang lumayan mulus di kompetisi Eropa. Di fase liga, dari 8 laga yang dimainkan, 24 poin mampu dikoreksi. Jika Liga Champions adalah universitas, tim besutan Mikel Arteta lolos dengan predikat magna cum laude!


Baca Juga:


Perjalanan Gunners di fase gugur juga terbilang mulus. Mereka sama sekali belum tersentuh kekalahan kala bersua Bayer Leverkusen, Sporting CP hingga Atletico Madrid. Namun dalam tiga laga tersebut, mereka tiga kali menuai hasil imbang sebelum akhirnya mampu memaksimalkan potensi pada kesempatan kedua.

Final di Puskas Arena Budapest pun mempertemukan Arsenal dengan PSG. Kedua tim memiliki kans yang sama untuk mengunci double winners. Sebelum final dihelat, keduanya sudah memastikan diri menjadi juara Premier League dan Ligue 1. Ekspektasi besar pun hadir dari fans kedua belah pihak di kolong langit, termasuk Indonesia.

Di Jakarta, ada rangkaian nonton bareng legal yang diselenggarakan berbagai pihak. Vivagoal hadir dalam event yang diselenggarakan salah satu official partner Liga Champions, Heineken di salah satu mall di bilangan Jakarta Selatan. Dalam gelaran tersebut fans dari kedua kesebelasan tumpah ruah dalam satu kesatuan. Sekitar 1.000an orang dari lintas kelas ekonomi hadir.

Untuk fans Arsenal, khususnya di Indonesia, ada ekspektasi besar timnya bisa memenangkan gelar Eropa pertama mengingat mereka menjadi satu-satunya tim London dengan reputasi besar di top flight yang belum memenangkan kejuaraan Eropa. Sejatinya, pernah ada Piala Winners yang dimenangkan di medio 90an namun apakah capaian tersebut layak untuk dihitung? Hal itu jelas bisa diperbincangkan lain waktu.


Baca Juga:


Catatan mereka di Eropa jelas ada di belakang Chelsea, Tottenham Hotspur atau Crystal Palace. Semua tim yang disebut bahkan sempat menang di kejuaraan Eropa mana pun sejak dua tahun terakhir. Hal ini jelas memberikan tekanan bagi Gunners secara ekstrnal dan mimpi basah fans sudah hadir ketika tim mencapai babak final.

Menebus kegagalan kala keok dari Barcelona di final 2006 menjadi sebuah keharusan. Hasrat sempat pecah ketika Arsenal mencetak gol cepat melalui Kai Havertz melalui skema serangan balik. Ekspektasi untuk menjadi tim terbaik London, setidaknya di musim ini terbuka lebar.

Namun seiring berjalannya waktu, senyum bahagia dari fans yang hadir di nonton bareng mulai tereduksi. Skema low block yang digalang pasca unggul perlahan tak menemukan makna. Penalti Ousmane Dembele membuat skot sama kuat 1-1. Ekspektasi untuk menjadi juara mengendur.

PSG mutlak menguasai pertandingan mulai dari possession, shoot, passing dan berbagai hal lain. Arsenal hanya unggul dalam urusan Kartu kuning hingga offside. Bahkan untuk Corner, senjata mematikan yang bisa membuahkan gol bagi mereka dalam lintas kesempatan, PSG unggul 11 berbanding tiga.

Obrolan Vigo: Back to Back PSG di Liga yang Menyelamatkan Sepakbola
Sumber: Heineken Indonesia

Laga harus ditentukan hingga babak adu penalti. Dua eksekutor Arsenal gagal dan Gabriel Magalhaes sebagai eksekutor terakhir urung menyelesaikan tugas dengan baik. Raut kecewa jelas ada di dalam diri fans Arsenal. Rasa pongah karena sudah menjungkalkan Manchester City di Premier League musim ini, plus selebrasi di momen CFD Jakarta kemarin, yang tentu sama menyebalkan, dihempaskan kembali oleh PSG dengan sangat kencang.

Les Parisiens mampu membangunkan fans Arsenal dari mimpi basah yang dirajut lama. Gunners boleh saja mengklaim tim mereka belum kalah karena menurut standar FIFA, kemenangan tersebut ada di luar prosedur. Namun apapun alasannya, yang memegang Piala akan dicatat sebagai pemenang dan tim yang tak menerimanya dinyatakan kalah.

PSG sudah menyelamatkan sepakbola secara keseluruhan dari kepongahan, racun-racun yang beredar di sosial media dan berbagai aspek lain. Sementara fans Arsenal harus puas timnya hanya menjadi juara Premier League. Gelar tersebut menjadi pembuka dahaga selama 22 tahun. Namun jika hanya memenangkan gelar tersebut, rasanya Blackburn Rovers dan Leicester City juga bisa. You’re nothing special, lads!

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com