
Obrolan Vigo: Eduardo Camavinga yang Enggan Disebut Next Pogba
Real Madrid dan Penerus Dinasti

Meski begitu, awal karir di Madrid tak berjalan mulus. Di tim tersebut, ia harus bersaing dengan beberapa pemain top macam Luka Modric, Toni Kroos, Casemiro, Dani Ceballos Fede Valverde hingga Isco. Ia kerap mentas sebagai pemain pengganti. Namun Cama mampu memberikanm impresi tatkala diberikan kesempatan bermain.
Main sebagai depp-lying playmaker, Cama mampu mengemban tugasnya dengan baik. Jika Casemiro hanya mentas untuk menghalau bola agar tak turun ke lini belakang, maka pemain asal Prancis bisa main lebih stylish bahkan tak jarang ia juga turut membantu penyerangan dengan bergerak maju dan memutus rantai serangan lawan dalam waktu yang bersamaan.
Ia bahkan sempat dikaitkan dengan Pogba lantaran gaya bermainnya. Namun sang pemain menolak hal tersebut meski dirinya dikagumi langsung oleh Pogba dalam sebuah kesempatan.
La lista de la Selección de Francia 🇫🇷 realmente impone respeto 😳.
Pogba y Kanté son baja por lesión (sí, Camavinga sí está). pic.twitter.com/EjvNznYI9O
— Pablo Giralt (@giraltpablo) November 9, 2022
“Aku mengikuti pertandingannya di Ligue 1, ia masih muda tapi seperti Kylian (Mabppe). Mereka tak dibatasi oleh usia. Ia sudah memiliki kematangan dan ketenangan bermain yang bahkan tidak aku, dan banyak pemain lain, miliki saat seusianya,” ujar Pogba seperti dilansir Manchester Evening News, beberapa waktu lalu.
Baca Juga:
- 5 Fakta Momen Kontroversial Sepanjang Piala Dunia
- 5 Fakta Pelatih Piala Dunia 2022 dengan Gaji Tertinggi
- 5 Fakta Klub Anti Mainstream yang Menuai Perhatian
- 5 Fakta Legenda Sepakbola yang Tak Pernah Main di Piala Dunia
Pada musim debuntya bersama Real Madrid, ia turut serta dalam 39 laga di lintas kompetisi dan mendulang dua gol dan dua assist. Namun ia banyak melakukan pekerjaan kotor lantaran mengoreksi 11 kartu kuning pada total pertandingan yang dimainkannya. Pengorbanan diri yang dilakukan Camavinga pun tak sia-sia lantaran di akhir musim, Madrid mampu membungkus tiga gelar dalam wujud Piala Super Spanyol, LaLiga dan Liga Champions.
Pasca mendulang berbagai kesuksean di musim perdananya, Camaviinga harus mengemban beban yang lumayan berat lantaran Casemiro hengkang ke Manchester United. Perannya sebagai perusak serangan lumayan kentara. Menurut laporan Sofascore, statistiknyua sebagai gelandang penghancur lumayan terasa.
Ia sukses mengunci 3,8 duel per laga dan memenangi 0,3 duel area untuk ajang LaLiga. Sementara untuk passing, Camavinga punya catatan 8,8 dribble per laga dan 23,9 persen passing akurat serta 34,5 persen melakukan sentuhan.
Trio lini tengah Real Madrid di masa mendatang nampak sudah cerah dengan kehadiran Camavinga-Aurelien Thouameni dan Fede Falverde. Dua nama yang disebut terakhir siap menggantikan peran Luka Modric serta Toni Kroos sementara nama yang disebut pertama sudah fasih menggantikan peran yang ditinggal Casemiro.
Joyeux Anniversaire, Camavinga
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com















