Obrolan Vigo: Hakan Sukur yang Merana Karena Politik

Heri Susanto - September 1, 2022
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal Berita Bola Hakan Sukur adalah sosok yang terbilang merana. Mantan pesepakbola asal Turki lumayan menderita lantaran aksi politik yang dilakukannya beberapa waktu lalu. Ia terjegal oleh lawan politiknya dan semua aset mantan punggawa Inter Milan itu harus dibekukan.

Politik dan sepakbola merupakan dua hal yang sepatutnya agak dihindari oleh pelaku si kulit bundar. Terjun ke ranah politis bisa menjadi pisau bermata dua. Bisa menjadi hal yang terbilang mengungungkan atau menbuat sesorang menjadi pesakitan.

Praktik politik dan sepakbola sejatinya sudah terjadi sejak lama. Raja Franco kala itu terbilang gila bola begitu lekat afiliasinya dengan Real Madrid. Dalam berbagai laporan yang diterbitkan, ia memiliki kuasa untuk membuat Madrid menjadi tim terbaik di Spanyol. Berbagai bintang, termasuk Alfredo Di Stefano datang karenanya. Sejak era 50an, Madrid merajai Eropa dan andil Franco amat kentara dalam klub.

Tak berhenti sampai di situ, Piala Dunia 1978 juga lumayan kental dengan nuansa politik. Argentina yang kala itu menjadi tuan rumah tengah yang diperintah rezim militer Jenderal Jorge Videla tak lekat dari kontroversi. Dugaan pengaturan pertandingan, wasit yang memimpin hingga ancaman kepada Johan Cruyff sehingga membuat sang maestro gagal tampil di turnamen tersebut menjadi muasal mengapa tim Tango mampu menjadi juara dunia untuk kali pertama.


Baca Juga:


Tak hanya hasilkan sesuatu yang menguntungkan, politik juga mampu membuat seseorang terjerembab karenanya. Roman Abramovic yang memiliki afiliasi dengan Rusia dipaksa harus menyerah dengan keadaan. Rusia yang beberapa waktu lalu melakukan invasi ke Ukraina dikecam habis oleh media-media Eropa.

Dampaknya, berbagai produk dari Negeri Beruang Merah dilarang bererdar di Benua Biru dan orang-orang yang berkaitan dengan Vladimir Putin pun diburu untuk “diasingkan” Roman Abramovic pun terkena getahnya. Relasi dengan Putin membuat sebagaian besar hartanya yang ada di Inggris harus dibekukan, termasuk Chelsea. Rezim 19 tahun the Roman Emperor di London Barat harus terhenti dan diakuisisi konsorium yang dipimpin Todd Boehly.