Obrolan Vigo: Menonton Sepakbola Adalah Hal yang Membosankan?

Obrolan Vigo: Menonton Sepakbola Adalah Hal yang Membosankan?

Heri Susanto - Juli 19, 2022
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Lamanya Waktu dan Teknis-Teknis Lain

Tak hanya di faktor uang, lumayan lamanya pertandingan sepakbola juga membuat pertandingan terasa membosankan. 2 x 45 menit untuk menyaksikan sebuah pertandingan terbilang lama untuk saat ini. Terlebih dunia saat ini sudah terlampau dinamis.

Usulan terkait direduksinya standar pertandingan sempat diusulkan oleh asosiasi sepakbola dunia IFAB. Pada 2017 lalu, mereka sempat menggulirkan wacana sepakbola 2×30 menit. Berbagai aturan seperti waktu yang dihentikan saat konfrontasi antar pemain hingga bola yang keluar lapangan atau adanya pemain yang cedera selayaknya permainan basket. Usulan tersebut sempat didukung oleh legenda sepakbola Italia, Gianfranco Zola.

”Secara pribadi saya menyukai usulan peraturan ini karena begitu banyak tim yang ketika sedang unggul berusaha membuang waktu, jadi saya pikir ini bukan (usul) peraturan yang buruk,” kata mantan striker Chelsea, Gianfranco Zola, kepada BBC. ”Sepak bola cukup cepat. Beberapa usul perubahan lain saya tidak saya sukai, tapi yang ini (2×30 menit) bagus.”

Selain usulan direduksinya menit dalam pertandingan, sepakbola juga akan terasa menyebalkan jika dimainkan tidak di jam-jam prime time Asia yang ada di kisaran 19:00 WIB-01:00 WIB. Saat ini, baru Premier League, Bundesliga dan Eredivisie yang mencoba berkompromi dengan menggelar lalga di waktu prime Asia. Sementara LaLiga dan Serie A hingga Ligue 1 jarang melakukan hal seupa. Siapa pula yang ingin menonton laga Troyes melawan OGC Nice pada dini hari atau pertandingan Torino melawan Sassuolo pada Senin dini hari? Tentu tidak ada bukan?


Baca Juga:


Tak berhenti sampai di situ, kita semua juga sudah barang tentu sudah paham hasil laga yang bakal terjadi antara Manchester City melawan Watford atau Real Madrid bersua Osasuna lantaran tingginya kesenjangan yang terjadi dari pertadningan empat tim tersebut. Meski ada kemungkinan Watford atau Osasuna bisa keluar sebagai pemenang, probabilitas tersebut sangat kecil untuk terjadi di era sekarang.

Di luar itu, masa depan sepakbola di tangan para generasi milenial yang lahir pasca medio 2000an belakangan lebih menyukai memainkan game RPG, FPS dan berbagai gim lain dibanding harus menonton sepakkbola. Banyak dari mereka yang mungkin lebih tahu perjalan tim-tim Esports di kancah internasional macam Liquid, Evos, Astralis dibanding Aston Villa, Real Mallorca, Udinese hingga Eintracht Frankfurt.

Bisa memainkan game dan melakukan custom sesuka hati bisa menjadi pilihan lain dibanding hanya menyaksikan sepakbola yang terbilang lumayan lama meski ada beberapa gim bola yang memungkinkan player melakukan custom macam FUT, master league hingga Football Manager.

Alih-alih harus membuang waktu 2×45 menit, hampir sebagian besar orang lebih tertarik menonton reels di Instagram, semua bahan fyp di Tiktok atau short video di Youtube. Jika harus menonton sepakbola, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah menontonnya melalui highlight. Entah sepakbola yang pada akhirnya membosankan atau minat terhadap sepakbola itu sendiri mulai tereduksi lantaran berbagai faktor tadi.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com