Obrolan Vigo: Sergi Samper, Jebolan La Masia yang Terasing di Jepang - Vivagoal.com
Obrolan Vigo: Sergi Samper, Jebolan La Masia yang Terasing di Jepang

Obrolan Vigo: Sergi Samper, Jebolan La Masia yang Terasing di Jepang

Heri Susanto - January 20, 2022
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal Berita Bola La Masia kerap mengeluarkan berbagai bakat besar yang kemudian mentas bersama tim utama Barcelona. Namun tak sedikit pula jebolannya itu terpinggirkan dan mencari peruntungan di tim lain, termasuk Sergi Samper.

Pada periode awal, La Masia sukses menelurkan Pep Guardiola. Sosok yang dikemudian hari bertransformasi menjadi salah satu pelatih kelas dunia. Selain Pep, beberapa nama lain juga Sergi Barjuan, Xavi, Carles Puyol hingga Andres Iniesta dan Lionel Messi hadir ke permukaan dan menjadi bagian dari sejarah panjang Barcelona.

Empat nama yang disebut terakhir bahkan berperan besar dalam kesuksesan Barca untuk 10 musim terakhir. Gelar demi gelar hadir dari aksi-aksi mereka di lapangan. La Masia seakan bisa menjadi fondasi penting dalam kesuksesan Barcelona dan sampai hari ini, selalu ada minimal satu pemain dalam skuat Barca yang berasal dari tim akademi mereka.

Meski begitu, La Masia tak melulu melahirkan berbagai kisah indah. Ada pula beberapa nama yang justru harus terasing dari skuat lantaran satu dan lain hal. Minimnya kesempatan mentas di tim utama adalah salah satu alasan terbesar mereka putuskan hengkang dari Barcelona guna mencari peruntungan di tim lain.


Baca Juga:


Bojan Krcic, Dos Santos bersaudara hingga Mauro Icardi dan Jeffren Suarez boleh dibilang gagal memberikan impresi dan mentas di tim utama. Selain nama-nama di atas, hadir pula Sergi Samper. Jika kebanyakan nama yang disebut di atas sempat memperkuat tim Eropa, maka Samper justru harus terasing ke Jepang dan mentas bersama sister club Barcelona di Negeri Sakura, Vissel Kobe, tanpa mencicipi karir di tim Eropa lain terlebih dahulu secara permanen.

Sergi Samper digadang bakal menjadi next Xavi Hernandez. Namun perannya dilapangan jelas berbeda. Alih-alih menjadi orkestra lapangan tengah layaknya Xavi, Sergi justru diberi peran untuk mengisi pos Sergio Busquets sebagai gelandang bertahan sekaligus pengatur ritme permainan.

Namun cedera banyak menghampiri karirnya semasa di Barcelona dan membuat potensinya tak tergali dengan sempurna. Beberapa cedera macam pergelangan kaki, lutut hingga serangkaian masalah lain yang melibatkan kakinya membuat karir Sergi di tim utama tereduksi.