
Obrolan Vigo: Sota Kitano, Permata Jepang yang tengah Diasah di Austria
Vivagoal–Berita Bola– Sota Kitano saat ini sudah mulai menunjukan taringnya di Eropa pasca meninggalkan J-League. Sosok 21 tahun siap menjadi permata Jepang selanjutnya yang siap merekah di Eropa. Ia diprediksi memenuhi tuntutan tersebut. Mengapa demikian?
Sebagai salah satu negara Asia, Jepang merupakan negara yang lumayan sering mengekspor pemain potensialnya ke Eropa. Banyak nama yang mampu menuai kesuksesan macam Takefusa Kubo (Real Sociedad), Kaoru Mitoma (Brighton) hingga Ritsu Doan (Frankfurt). Nama-nama tersebut menjadi core bagi klubnya masaing-masing dan kerap masuk Timnas di berbagai kesempatan.
Seakan tak terlena dengan sosok tersebut, ada nama lain yang siap mencuat dan dipetik oleh tim besar dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun ke depan dalam diri Sota Kitano. Jebolan akademi Cerezo Osaka baru saja mendarat di Austria pada bursa musim panas ini dengan RB Salzburg sebagai tim pertamanya di Eropa.

Salzburg seakan menjadi destinasi tepat bagi pemain potensial sepertinya. Banyak nama besar di dunia yang berasal dari Red Bull Arena. Erling Haaland, Dominik Szoboszlai, Benjamin Sesko hingga Karim Adeyemi menjadi contoh. Mereka saat ini tengah mentas di lima liga top Eropa meski beberapa dari mereka harus menjalani kelas lanjutan dulu di sister club, Leipzig yang mentas di Bundesliga.
Baca Juga:
- 5 Fakta Pemain yang Gagal Pada Periode Keduanya di Klub
- 5 Fakta Pemain Penting yang Pernah Dimiliki Timnas Bulgaria
- 5 Pemenang Piala Liga Inggris yang Nasibnya Nelangsa
- 5 Fakta Pemain Penting yang Pernah Dimiliki Werder Bremen
Untuk Sota, ia seakan ada di kolam yang tepat. Hingga 2 April ini, ia sudah mengepak 5 gol dan 5 assist dari 30 laga yang dimainkan di berbagai ajang. Sebagai winger, pergerakannya lumayan eksposif untuk memporakporandakan sisi kiri pertahanan. Tak hanya piawai mentas di sisi kanan, ia juga bisa bermain di sisi sebaliknya.
Momentum tersebut jelas membuatnya layak dipehitungkan untuk mentas bersama Negeri Matahari Terbit di gelaran Piala Dunia 2026 mendatang. Dalam rentang bermainnya, ia sudah merasakan atmosfer kompetisi tinggi Eropa dalam wujud kualifikasi Liga Champions maupun Europa League. masing-masing satu assist sudah ia lesatkan di ajang tersebut.

Selain dikenal cepat, ia juga bisa mendistribusikan umpan ke lini depan dan memiliki dua kaki yang sama kuatnya. Meski begitu, ada sisi yang perlu diperbaiki yakni kebugarannya. Secara fisik, ia memang baik-baik saja. Namun, menambah masa otot jelas merupakan hal yang wajib untuk dilakukan olehnya. Selain itu, pergerakan saat tak menguasai bola juga perlu ditingkatkan kembali.
Selayaknya pemain yang masih muda dan belum mencapai masa prime, visi bermainnya masih bisa ditingkatkan lebih jauh seiring menit bermain yang sudah mulai ia dapatkan secara reguler agar bisa menyamai level seniornya, Mitoma dan Kubo. Hanya tinggal tunggu waktu melihat Sota berkembang layaknya senior-seniornya itu.
Baca Juga:
- Obrolan Vigo: Roberto De Zerbi, Langkah Maju atau Mundur untuk Tottenham?
- Obrolan Vigo: Sia-Sianya Produktivitas Ivan Toney?
- Obrolan Vigo: Tottenham Hotspur, Juara Eropa dengan Mentalitas Medioker
- Obrolan Vigo: Xhaka dan Filosofi Sunderland Serta Leverkusen
Andai karirnya berjalan sesuai rencana, bukan tak mungkin Sota bakal menjadi komoditi di bursa musim dingin atau musim panas dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Ia bisa menjadi investasi menarik bagi Salzburg maupun Timnas Jepang. Pergi ke skrup tim yang lebih besar, seperti Leipzig misal, bisa menjadi perjalanan menarik untuknya.
Bahkan, ia bisa memangkas jeda waktu 2-3 tahun untuk tim besar meliriknya dengan satu catatan besar, memberikan dampak instan di Piala Dunia 2026 mendatang. Kesempatan agak terbuka lantaran ia sudah mendapatkan perhatian dari Hajime Moriyasu yang memberikan debut untuknya pada jeda internasional November lalu ketika Jepang melumat Ghana dengan skor 2-0.
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com













