Obrolan Vigo: Tottenham Hotspur, Juara Eropa dengan Mentalitas Medioker

Obrolan Vigo: Tottenham Hotspur, Juara Eropa dengan Mentalitas Medioker

Heri Susanto - Maret 10, 2026
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal–Berita Bola– Tottenham Hotspur sempat membuktikan diri sebagai juara Eropa kala mengunci gelar Europa League di akhir musim 2024/25 kemarin. Ada ekspektasi besar yang menaungi mereka di musim ini. namun kenyataan berkata lain. Spurs kian buram dan mendekati zona berbahaya.

Di bawah komando Ange Postecoglou musim lalu, mereka mampu mengakhiri tran puasa gelar pasca menangi Piala Liga terakhir di musim 2007/08 kemarin. Namun catatan tim di kancah domestik terbilang buruk. Di ajang Premier League, mereka ada di posisi 17 klasemen akhir dengaan 38 poin di atas Leicester City, Ipswich Town dan Southampton.

Meski tim mampu mengunci spot melalui Liga Champions pasca menangi Europa League, Daniel Levy selaku orang nomor satu tim tak puas. Ange pun kemudian dipecat dan digantikan oleh Thomas Frank. Asa tim untuk kembali berbicara banyak dibanding musim lalu pun perlahan dirajut. Hal tersebut dapat dilihat dari masifnya rekrutan tim di musim panas 2025/26.

Obrolan Vigo: Tottenham Hotspur, Juara Eropa dengan Mentalitas Medioker
Foto: Catherine Ivill – AMA/Getty Images via sport.detik.com

Menilik laman transfermarkt, Spurs menggelontorkan lebih dari 200 juta Euro guna membawa sejumlah nama baru seperti Xavi Simons, Mohammed Kudus hingga Kevin Danso sukses dibawa ke London Utara. Meski begitu, mereka harus berpisah dengan Son Heung-min, Brennan Johnson, Pierre-Emile Hojbjerg.


Baca Juga:


Namun di bawah komando Frank. Segala sesuatunya berjalan seperti musim kemarin. Alih-alih bangkit, Spurs justru terpuruk lagi di kancah domestik Bersama pelatih asal Denmark, 38 laga di lintas kompetisi dimainkan. Ia sempat menang 13 kali, 11 kali seri dan 14 kali kalah.

Spurs tercecer di papan bawah klasemen. Rontok di ajang Piala Liga dan Piala FA. Namun sisi positifnya, mereka lumayan perkasa di Liga Champions dengan menembus babak 16 besar tanpa harus melalui fase play-off dan hal ini jelas menjadi kredit tersendiri. Meski begitu, Frank harus angkat kaki lebih cepat lantaran performa buruk ini.

Obrolan Vigo: Tottenham Hotspur, Juara Eropa dengan Mentalitas Medioker
(REUTERS/Jennifer Lorenzini via sport.detik.com)

Spurs memang bukan tim yang berorientasi pada kesuksesan kontinental. Sejak era Mauricio Pochettino hingga Ange yang mampu hantarkan tim ke final Liga Champions dan Europa League, capaian tersebut nampak tak dihitung oleh Levy. Keduanya harus kehilangan pekerjaan lantaran performa tim yang turbulensi di kancah domestik.

Bahkan, Antonio Conte, mantan pelatih mereka sempat mengklaim jika timnya punya mentalitas medioker pasca mengunci spot ke Liga Champions dan merayakan kesuksesan tersebut di ruang ganti kala ia masih menukangi tim. “Untuk Tottenham, Anda harus paham, lolos ke Liga Champions praktis sama dengan memenangkan gelar Liga Premier,” urainya seperti diwartakan Sky Italia, Juni 2025 kemarin.


Baca Juga:


Jose Mourinho, sosok yang datang sebelum Conte juga mengklaim ia tak memiliki perasaan yang dalam kepada klub lantaran ia tak merasakan atmosfer yang seperti diharapkan lantaran pandemi COVID-19 beberapa waktu lalu. Selain itu, dirinya juga dipecat Daniel Levi, 6 hari pasca mentas di final Piala Liga melawan Manchester City.

Spurs memang bisa dibilang akan begitu-begitu saja selama Levy masih memegang tongkat kepemimpinan tim. Ia banyak mengganti pelatih dan Direktur Olahraga klub sejak masa akuisisinya di awal milenium. Semua orang di klub bisa berganti, namun Levy seakan abadi dan selama masih ada dirinya, mentalitas Spurs dengan mentalitas medioker dan pelit menggelontorkan dana masih akan melekat sampai kapanpun,

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com