Pemain Jadi Korban Rasisme, Valencia Mogok Main Saat Lawan Cadiz - Vivagoal.com
Valencia Mogok Main Usai Salah Satu Pemain Jadi Korban Rasisme
Valencia vs Cadiz. Sumber: Marca.

Pemain Jadi Korban Rasisme, Valencia Mogok Main Saat Lawan Cadiz

Arie Dermawan - April 5, 2021
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

VivagoalLa Liga – Para pemain Valencia kompak meninggalkan lapangan saat bertanding melawan Cadiz dalam lanjutan La Liga di Stadion Ramon De Carranza, Cadiz, Spanyol, pada Minggu (4/4) malam WIB. Situasi itu terjadi setelah bek Valencia, Mouctar Diakhaby diduga mendapat hujatan berbau rasisme.

Diakhaby diduga mendapat komentar rasisme dari salah satu pemain Cadiz, Juan Cala setelah keduanya berduel merebut bola. Keadaan sempat memanas dengan beberapa pemain Valencia, Kevin Gameiro dan Gabriel Paulista berusaha menenangkan rekan setimnya tersebut.

Setelah itu, dalam rekaman ulang terlihat bahwa Paulista berkata kepada Cala; “Anda tidak boleh mengatakan ‘hitam sialan”. Ucapan tersebut mengindikasikan bahwa Cala telah melontarkan ejekan ‘hitam sialan’ kepada Diakhaby.

Tak lama kemudian, seluruh pemain Valencia memutuskan untuk menghentikan pertandingan dan keluar dari lapangan. Kejadian tersebut sempat membuat laga terhenti kurang lebih selama setengah jam.


Baca Juga: 


Hingga akhirnya pertandingan kembali dilanjutkan. Ditandai dengan pemain Valencia yang kembali ke lapangan untuk melakukan pemanasan tanpa Diakhaby.

Laga tersebut berakhir dengan kemenangan untuk Cadiz 2-1. Meski sebenarnya wasit di Spanyol memiliki wewenang untuk menghentikan laga jika benar terjadi aksi rasisme di lapangan.

“Kami diberitahu untuk melanjutkan permainan karena jika tidak, mereka (La Liga) akan mengambil tiga poin dari kami dan mungkin juga lebih dari itu. Diakhaby juga meminta kami untuk melanjutkan permainan,” ujar Kapten Valencia, Jose Gaya sebagaimana dipetik dari The Guardian.

“Itu adalah ejekan yang sangat buruk yang mana tidak akan saya ucapkan. Kami tidak sempat berbicara dengan Cala karena dia pemain terakhir yang meninggalkan lapangan. Saya yakin dia mengatakan sesuatu (kepada Diakhaby),” tutupnya.