Tag: Berita PSG

Rio Ferdinand Kepedean, Anaknya Jadikan Mbappe Sebagai Panutan, Bukan Dirinya

Vivagoal Ligue 1Tidak ada yang meragukan kehebatan Kylian Mbappe dalam mengolah si kulit bundar bola di atas lapangan hijau.

Tak heran jika anak-anak dari pemain legendaris Manchester United, Rio Ferdinand sangat mengidolakan penyerang Paris Saint-Germain tersebut.

Mbappe masih 20 tahun tapi sudah menjadi salah satu pemain yang tidak tergantikan dalam tim sebesar PSG. Di umurnya yang bisa dibilang masih sangat muda, Mbappe sudah berhasil membantu timnas Prancis merebut trofi Piala Dunia 1998.

Selain prestasi bersama timnas Prancis, Mbappe juga memiliki prestasi individual yang tidak bisa dibilang biasa-biasa saja. Mbappe hingga sekarang ini sudah mengoleksi tiga trofi Ligue 1 dan masih memegang predikat pemain termuda Prancis yang bisa mencetak milestone alias 100 gol lebih di level klub maupun timnas.

Baca Juga: Punya Kualitas Unik, Mourinho Klaim Mbappe Mirip Ronaldo da Lima

Berkat pencapaiannya itu, Mbappe kemudian meraih Kopa Trophy yakni , penghargaan buat pemain muda terbaik dunia, setara Ballon D’Or. Dengan semua prestasinya yang begitu mentereng, wajar Mbappe kemudian banyak diidolakan para pecinta sepakbola di seluruh dunia. Termasuk dua putra Rio Ferdinand, Tate dan Lorenz.

“Mbappe adalah nomor satu bagi anak-anak saya, dimana dia sudah mencetak begitu banyak gol dan telah merebut Piala Dunia. Bagi anak-anak saya, itu sebuah kesuksesan besar dan sesuatu yang ingin merek tiru.” ucap Ferdinand seperti dilansir dari Soccerway.

“Saya pribadi senang Mbappe jadi panutan anak-anak, karena dia selalu berkata benar, lebih penting lagi ketika dia menandatangani kontrak baru, dia selalu ingin ada keluarga di sekelilingnya. Sebagai superstar, dia salah satu yang saya sukai jadi panutan anak-anak.” tegasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Icardi Tak Berniat Rebut Posisi Cavani Sebagai Ujung Tombak PSG

Vivagoal Ligue 1Mauro Icardi membantah jika kedatangannya ke Paris Saint-Germain untuk merebut posisi Edinson Cavani sebagai penyerang nomor 9. Menurutnya, semua keputusan berada di tangan pelatih.

Cavani sempat absen selama dua bulan lamanya karena cedera pinggul pada awal musim ini. Absennya Cavani, benar-benar dimanfaatkan Icardi yang baru didatangkan PSG dengan status pinjaman dari Inter Milan hingga akhir musim.

Sejauh ini, penyerang asal Argentina tersebut sukses menunjukkan performa yang cukup menjanjikan dengan torehan 7 gol dan 1 assist dari tujuh penampilan bersama PSG di semua kompetisi musim ini.

Alhasil, berkat performa gemilangnya itu pelatih Les Parisiens, Thomas Tuchel mulai tidak menjamin Cavami masih mendapat satu tempat di lini serang PSG musim ini.

Selain punya kualitas komplet sebagai penyerang nomor sembilan, usia Icardi yang jauh lebih muda dari Cavani jadi alasan utamanya.

Namun, Icardi menolak jika kedatangannya untuk menggusur posisi Cavani yang sedari tahun 2013 sebagai ujung tombak PSG.

“Saya sudah kenal Edi sejak lama, saat kami masih bermain di Italia. Edi penyerang luar biasa yang telah membuat sejarah di PSG. Dia sudah melakukan banyak hal disini.” ucap Icardi dilansir dari RMC.

“Saya sendiri ingin memberi kontribusi untuk PSG, dan pada akhirnya pelatihnya yang bakal memutuskan siapa harus bermain. Kami berdua bekerja demi kebaikan tim, itulah yang kami katakan sepanjang waktu.” Icardi menegaskan.

“Edi dan saya adalah penyerang yang senang mencetak gol. Kami bisa saja bermain bersama, tapi keputusan tidak berada di tangan kami, karena semua kembali lagi ke pelatih.” tegasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Terungkap Alasan Kegagalan Transfer Mbappe ke Madrid

Vivagoal Ligue 1Sebelum ke Paris Saint-Germain, Kylian Mbappe sempat santer dikabarkan didekati Real Madrid.

Meski ditawari uang banyak, menurut wakil Presiden AS Monaco, Vadim Vasilyev, Mbappe merasa masih terlalu dini jika dirinya sekarang bergabung ke skuad Los Blancos.

Mbappe direkrut secara resmi oleh PSG dari Monaco pada musim panas 2018/2019. Awalnya, Mbappe hanya berstatus pemain pinjaman pada musim 2017/2018.

Dan setelah masa pinjaman berakhir, Les Parisiens langsung menggelontorkan dana sebesar 180 juta euro tuk mengikat Mbappe, sekaligus menjadikan-nya sebagai pemain sepakbola termahal sejagat kedua setelah kompatriotnya di PSG, Neymar.

Sebelumnya, Madrid sempat menjadi pesaing utama PSG dalam mendapatkan tanda tangan Mbappe. Saat itu, Monaco mengklaim bahwa mereka telah menerima tawaran dari dua klub top Eropa, yakni PSG dan Real Madrid.

Baca Juga: Navas Puji Performa Kylian Mbappe di PSG

Dalam prosesnya, Monaco ternyata membiarkan Mbappe untuk memilih kepada salah satu dari dua klub tersebut. Dan sebagaimana yang sudah diketahui, Mbappe akhirnya memutuskan mengikat kontrak bersama ke Les Parisiens.

“Kenapa dia (Mbappe) tidak bergabung dengan Real? Dia berkata, Vadim, jauh di lubuk hati saya, saya merasa terlalu dini bermain untuk Madrid. Saya baru setahun bermain di negara saya, saya orang Paris dan tidak ingin pergi begitu cepat. Saya ingin jadi pemain hebat di Prancis, Real Madrid akan menunggu saya.” ungkap Vadim seperti dilansir dari Daily Mail.

“Saya katakan kepadanya, Kylian kamu benar. Dia pemain yang selalu ingin menang, dan tentu saja Liga Champions jadi target utamanya untuk dimenangkan. Tapi jika dia melakukan itu bersama PSG, itu bakal lebih baik.” tandasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Tuchel Tanggapi Komentar Pedas dari Marseille

Vivagoal Ligue 1Thomas Tuchel, pelatih kepala Paris Saint-Germain (PSG) mengungkapkan bahwa laga Derby de France harus dihormati.

Pasalnya, Andre Villas-Boas selaku Pelatih Marseille menilai jika laga antara dua klub Prancis tersebut tidak seimbang. Tim anak asuh Tuchel berhasil memenangkan pertandingan dengan skor telak 4-0 atas Marseille.

Usai pertandingan, pelatih Marseille mengungkapkan pernyataan yang cukup kontreversial. Dia mengatakan jika laga antara dua tim Prancis tersebut sudah tak lagi seimbang lantara kekuatan finansial yang dimiliki oleh lawan.

Tak hanya itu, Villas-Boas menilai jika laga yang diadakan di Parc de Princes tersebut sudah tidak penting baginya dan tim. Ia menganggap bahwa Neymar CS seharusnya ada di Liga Prancis lain.

Baca Juga: Tuchel Beberkan Momen Terburuknya Saat Melatih PSG

Terkait hal itu, Pelatih kepala PSG, Thomas Tuchel menguangkapkan bahwa pertandingan antara timnya dengan Marseille merupakan laga dengan sejarah luar biasa.

“Ini merupakan pertandingan yang memiliki sejarah hebari di Prancis. Seharusnya, kita supaya menghormati laga seperti ini,” ucap Tuchel.

“Pertandingan ini bukan merupakan laga seperti biasanya. Laga ini untuk pendukung di Kota Paris. Mau didukung finansial atau tidak, prinsip tim harus selalu menang dan menunjukkan kualitas yang berbeda.

“Dalam pertandingan sepak bola di lapangan hijau, segala sesuatu pasti akan mungkin terjadi jika mau berusaha keras. Baik di Liga Champions maupun di Liga domestik syarat itu berlaku,” jelasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Kandas dari Tim Juru Kunci, Nantes Gagal Pangkas Jarak Dengan PSG

Vivagoal Ligue 1Tim peringkat kedua klasemen Ligue 1 Prancis, Nantes secara tidak terduga dikalahkan oleh tim juru kunci, Metz dalam lanjutan laga pekan ke-10. Hasil ini membuat Nantes gagal memangkas jarak dari Paris Saint-Germain di puncak klasemen.

Bermain di Stade Saint-Symphorien, markas Metz, Senin (21/10/2019) dinihari WIB, Nantes sejatinya tampil cukup dominan atas kubu tuan rumah. Berdasarkan catatan situs Whoscored, Nantes memiliki penguasaan bola sebesar 53 persen, namun tidak banyak melakukan ancaman berarti ke gawang Metz dengan melepaskan 9 attempts namun hanya 2 yang on target.

Di sisi lain, Metz berhasil mencatatkan 10 percobaan tembakan ke arah gawang dengan dua diantaranya tepat sasaran dimana satunya mampu dikonversi menjadi gol.

Adapun satu-satunya gol yang tercipta di laga tersebut dibuat oleh Habib Diallo pada menit ke-86. Hal itu bisa terjadi setelah Nantes harus bermain dengan sepuluh orang pemain setelah Molla Wagueb dikartu merah wasit pada menit ke-62.

Baca Juga: Hasil Ligue 1 Pekan Kesepuluh: Dua Unggulan Terjungkal

Dengan hasil ini, tim besutan Christian Gourcuff membuang kesempatan untuk memangkas jarak dari Paris Saint-Germain di tabel klasemen. Saat ini, Nantes masih berada di posisi kedua dengan 19 poin tertinggal 5 angka dari PSG.

Di sisi lain, Metz yang mendapat tiga poin dari laga ini sudah cukup untuk membawa mereka keluar dari jurang degradasi. Saat ini mereka berada di posisi ke-16 dengan 11 poin terpaut 2 angka Dijon FCO dan Strasbourg yang ada 19 dan 20.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Prediksi Nice vs PSG: Les Parisiens Masih Superior Atas Tim Tuan Rumah

Vivagoal Ligue 1Setelah jeda Internasional selama hampir dua minggu, kompetisi Ligue 1 Prancis 2019/2020 bakal kembali bergulir akhir pekan ini. Laga Olympique Gymnastie Club de Nice atau OGC Nice vs Paris Saint-Germain bakal jadi pembuka pekan ke-10 Ligue 1.

Bentrok kedua tim ini bakal dilangsungkan di Allianz Riviera, markas Nice, Sabtu (19/10/2019) dinihari WIB.

Melawan PSG jelas bukan laga yang mudah buat OGC Nice. Pasalnya, posisi mereka di klasemen Ligue 1 jauh dibawah PSG. Skuat asuhan Patrick Vieira ini berada di posisi ke-9 dengan 13 poin, sementara PSG jadi pemuncak klasemen dengan torehan 21 poin hasil dari 7 kemenangan dari 9 laga.

Baca Juga: Kata Zidane Soal Vinicius dan Rodrygo Goes

Selain itu, menatap laga ini, Nice punya modal yang kurang meyakinkan karena hanya bisa meraih satu kemenangan dari lima laga terakhirnya, dimana tiga diantaranya berakhir dengan kekalahan. Meski begitu, Nice tetap mengusung target kemenangan demi melapangkan jalan mereka ke papan atas klasemen.

Tapi Nice dipastikan harus bekerja keras jika ingin merealisasikan targetnya itu. Pasalnya, rekor tandang PSG musim ini cukup impresif dengan meraih 4 kemenangan dan hanya sekali kalah. Selain itu, skuad besutan Thomas Tuchel juga tidak pernah kebobolan alias clean sheet di 4 laga tandang terakhirnya.

Berdasarkan catatan head to head kedua tim, Nice juga hanya bisa sekali meraih kemenangan atas Les Parisiens. Rinciannya, tiga kali kalah, sekali imbang dan sekali menang.

Secara keseluruhan PSG sudah pasti lebih difavoritkan menang di pertandingan ini, terlebih Patrick Vieira belum pernah bisa mengalahkan Tuchel dalam empat pertemuan terakhir kedua tim.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Hal Ini Buat MU Tak Mau Kejar Neymar!

Vivagoal Liga InggrisManchester United salah satu raksasa Liga Premier Inggris dilaporkan tidak mau mengejar Bintang Paris Saint-Germain, Neymar Jr pada bursa transfer musim panas 2020 mendatang.

Pemain asal Brasil tersebut pernah mengutarakan keinginannya untuk hijrah dari PSG pada awal musim panas 2019 lalu. Ada beberapa raksasa Eropa yang diberitakan akan mendapatkan jasa dari Neymar. Mereka adalah Real Madrid dan Barcelona.

Tak hanya dua raksasa La Liga Spanyol, Manchester United dikaitkan ingin mendatangkan sosok mantan pemain Barcelona tersebut. Akan tetapi, ada media internasional mengungkapkan bahwa Manchester United tak akan kembali berusaha untuk mendaratkan Neymar pada musim panas 2020.

Baca Juga: Manchester United Terancam Gagal Belanja di Bursa Transfer Nanti

Diwartakan dari Mirror bahwa Neymar dianggap berpotensi mengganggu kerukunan ruang ganti Manchester United. Tidak hanya itu, kedatangan penyerang asal PSG tersebut juga dapat merusak konsentrasi dua pemain Brasil yang dimiliki Manchester United saat ini yaitu Andreas Pereira dan Fred.

Di sisi lain, agen sekaligus ayah Neymar mengatakan bahwa sang anak ingin terus fokus untuk memenangi gelar Ballon d’Or daripada membawa tim yang dibela lebih sukses. Lantaran ambisinya tersebut, pihak manajemen Manchester United dilaporkan tak ingin mendapatkan sang striker pada tahun depan.

Kendati demikian, The Red Devils -julukan Manchester United- telah memiliki sejumlah nama yang pantas dipertimbangkan untuk didatangkan pada bursa transfer 2020 di Old Trafford.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Neymar Diklaim Sempat Pikirkan Kans Gabung Real Madrid

Vivagoal Ligue 1  –  Penyerang Paris Saint-Germain, Neymar dikabarkan hampir bergabung dengan Real Madrid. Sayangnya, proses transfer itu urung terwujud karena tak kunjung ada tawaran dari Los Blancos yang menarik minat PSG.

Rumor transfer Neymar sempat begitu kencang bergulir pada bursa transfer musim panas lalu. Barcelona dan Madrid diklaim jadi kandidat terkuat klub berikutnya dari penyerang berusia 27 tahun itu.

Keinginan Neymar pergi dari PSG sudah diungkap secara terang-terangan. Eks penyerang Santos itu diklaim sudah tidak betah lagi di Paris karena kerap dicemooh para fans dan sempat ribut dengan Presiden klub, Nasser-Al Khelaifi.

Madrid sempat santer diberitakan siap menuntaskan proses transfer Neymar dengan menawarkan sejumlah uang plus salah satu dari pemain bintangnya, yakni Gareth Bale, James Rodriguez, atau Mariano Diaz.

Tapi PSG meminta Madrid menambahkan Vinicius Junior jadi bagian dari proses transfer Neymar. Dan hal tersebut membuat proses negosiasi berjalan di tempat dan tak kunjung menemui kata sepakat hingga jendela transfer ditutup pada 2 September lalu.

Baca Juga: Alisson: Main Di Klub Manapun, Neymar Tetap Pemain Terbaik Dunia

Dalam laporan Sport, Neymar sejatinya sudah menanyakan kans dirinya bergabung di Madrid kepada dua rekannya di timnas Brasil yang bermain tuk Madrid, yakni Marcelo dan Casemiro. Neymar bahkan dikabarkan sempat diundang ke kamp latihan El Real.

Tak terwujudnya transfer Neymar ini pada akhirnya disyukuri oleh banyak pihak, mengingat sikap Neymar yang kerap berbuat keonaran di PSG dituding berpotensi harmonisasi Madrid yang mengusung target untuk bangkit dari keterpurukan di musim 2019/2020 ini.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1  hanya di Vivagoal.com

Neymar Berharap Bebas Cedera Musim Ini

Vivagoal Ligue 1Performa Neymar selama dua musim terakhir memperkuat Paris Saint-Germain tak kunjung maksimal karena kerap diganggu cedera.

Pada musim 2019/2020 ini, Neymar berharap bisa bebas dari cedera agar bisa mengembalikan level performanya.

Sejak didatangkan dari Barcelona pada tahun 2017 silam, Neymar memang masih produktif dengan membukukan 55 gol plus 29 assist di semua kompetisi bersama PSG.

Meski demikian, Neymar tidak benar-benar maksimal membantu Les Parisiens karena pemain asal Brasil itu silih berganti didera cedera engkel, pergelangan kaki, dan retak tulang metatarsal.

Imbas dari rentetan cedera itu, berdasarkan laporan media ternama asal Prancis, L’Equipe, Neymar tercatat hanya bermain sebanyak 51.8 persen atau setara 63 kali sejak pindah ke Paris. Jumlah pertandingannya tidak sebanyak Messi yang mencapai 87% dan Cristiano Ronaldo 77% di rentang waktu yang sama.

Baca Juga: Sindir PSG, Neymar Ungkap Ingin Seperti Messi

Jika dikonversi dengan jumlah pertandingan di Ligue 1 Prancis, maka jumlah absen Neymar di PSG karena cedera yang mencapai total 52 pertandingan, sama saja dengan hampir semusim penuh absen bermain di Liga Prancis.

Dengan kondisinya yang sejauh ini masih bugar, Neymar pun berharap musim 2019/2020 bakal merubah peruntungannya jadi lebih baik.

“Ada lebih dari tiga bulan perawatan akibat cedera dalam dua tahun terakhir. Ini memang sangat menghambat atlet manapun.” ujar Neymar dilansir dari AS.

“Tapi kalau anda melihat seluruh pertandingan dan angka-angkanya, anda akan melihat bahwa saya tidak pernah ingin berhenti bermain sepakbola. Sayang sekali, dalam kehidupan atlet, cedera bisa terjadi kapan saja,” Neymar menambahkan.

“Kuharap di musim ini bisa terus fit, dan berharap tidak ada hal buruk yang akan terjadi lagi.” tandasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Sindir PSG, Neymar Ungkap Ingin Seperti Messi

Vivagoal Ligue 1Neymar menyindir klubnya, Paris Saint-Germain dengan mengatakan bahwa Messi yang telah memberi segalanya buat Barcelona mendapat perlakuan begitu istimewa dari para fans Los Cules.

Penampilan Neymar selama dua musim berkostum PSG bisa dibilang masih jauh di bawah ekspektasi publik PSG. Ditambah lagi tingkah pemain asal Brasil tersebut yang dinilai lebih banyak membuat kontroversi di luar lapangan ketimbang bicara prestasi di atas lapangan.

Otomatis, para pendukung PSG kecewa berat dengan perilaku eks bomber Barcelona itu. Pasalnya, ia sudah didatangkan mahal-mahal dengan memecahkan rekor transfer pemain, namun sejauh ini PSG masih belum bisa berbicara banyak di Eropa karena dalam dua musim beruntun selalu terhenti di babak 16 besar.

Padahal, Neymar di mata para fans sudah terlanjur dianggap sebagai salah satu pemain terbaik dunia.

Baca Juga: Messi: Saya Kira Neymar Bakal ke Madrid

Di sisi lain, Neymar merasa dirinya adalah pemain paling penting di PSG dan sudah memberikan semuanya buat klub tersebut. Sayangnya, dia tak kunjung mendapat perlakuan istimewa sebagaimana Lionel Messi mendapat perlakuan istimewa di Barcelona karena merupakan pemain penting di tim Catalan itu.

“Selama ini saya selalu menjadi salah satu pemain terpenting dan salah satu pemimpin, karena saya selalu tampil bagus dengan tim nasional dan klub.” ujar Neymar dilansir dari Marca.

“Ketika seorang pemain punya penampilan seperti saya, wajar jika mendapatkan keistimewaan. Di Barcelona, Messi mendapatkan perlakuan berbeda. Apa karena dia paling gagah? Tidak juga, tapi itu karena apa yang sudah dia lakukan untuk Barca.” tegasnya.

“Saya katakan ini bukan untuk diriku sendiri, tapi tuk semua pemain yang sudah mencapai level demikian.” sambung Neymar.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS