Tag: Dusan Tadic

PSV Eindhoven vs Ajax Amsterdam Berakhir Imbang 1-1

0

Vivagoal Berita Bola – Tak ada pemenang dalam duel big match antara PSV Eindhoven melawan Ajax Amsterdam. Kedua raksasa Eredivisie Belanda ini harus puas berbagi poin setelah bermain imbang 1-1.

Di laga pekan keenam Liga Belanda, PSV yang menjamu Ajax di Stadion Philips, Senin (23/9/2019) dinihari WIB, tampil kurang dominan sedari babak pertama, membuat Ajax leluasa terus mengurung lini pertahanan tim tuan rumah.

PSV dipaksa bermain lebih banyak di daerah sendiri dan memanfaatkan serangan balik. Total ada 20 tembakan yang dilepaskan Ajax dengan enam diantaranya yang on target. Sementara PSV bisa mencatatkan 16 percobaan dengan hanya tiga yang mengarah ke sasaran.

Kombinasi Dusan Tadic, Hakim Ziyech dan David Neres benar-benar merepotkan lini belakang PSV yang digalang oleh Nick Viergever. Dua peluang beruntun didapatkan Ajax pada menit ke-19 dan 20. Pertama lewat Dusan Tadic yang memanfaatkan backpass tanggung Jorrit Hendrix tapi kiper PSV, Jeroen Zoet masih sigap menepisnya.

Semenit kemudian giliran Hakim Ziyech yang mendapat umpan terobosan dari Quincy Promes. Meski dikawal bek PSV, Ziyech masih bisa melepaskan sepakan yang melebar di sisi kiri gawang.

Ajax akhirnya bisa memecah kebuntuan di babak kedua tepatnya pada menit ke-64 melalui Quincy Promes memanfaatkan assist dari Dusan Tadic dari dalam kotak penalti.

Namun, keunggulan tim tamu tidak bertahan lama karena Donyell Malen sukses mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-77 usai menerima umpan terobosan dari pemain pengganti, Cody Gakpo dan dengan dingin menaklukkan kiper Ajax, Andre Onana.

Dengan hasil imbang ini, Ajax dan PSV masih saling tempel di posisi pertama dan kedua klasemen sementara. Ajax mengoleksi 14 poin hasil dari enam laga, sama dengan capaian PSV, namun De Amsterdammers unggul dalam produktivitas gol.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Tadic Salah Satu Pemain Penting Untuk Ajax

Vivagoal Berita BolaTadic adalah sosok pemain yang sangat penting bagi Ajax Amsterdam di musim 2018-19. Dia bermain sangat luar biasa bahkan pemain internasional Serbia itu mencetak 38 gol pada musim lalu.

Penampilannya di Liga Eredivisie membuat Ajax untuk memutuskan bahwa mereka akan memfokuskan untuk investasi pada prospek pemain muda. Ini membuat Ajax memilih Tadic untuk tidak pergi ke klub lain.

“Saya berusia 29 ketika saya pergi ke Ajax dan saya yakin bisa mengatakan saya membuat keputusan yang tepat,” katanya.

Baca Juga: Dusan Tadic: Ajax Tetap Kuat Meski Tanpa De Jong dan De Ligt

“Lebih mudah menunjukkan diri saya yang sebenarnya kepada Ajax dan lebih sulit berada Southampton. Saya berhenti menikmatinya. Saya ingin datang ke Ajax dan saya menikmati setiap menit dalam permainan saya.”

“Ajax telah menjual pemain besar sebelumnya, itu adalah cara hidup kami, jadi terserah para pemain muda untuk berdiri dan mengambil tanggung jawab lebih di klub lain.

“Mereka akan memiliki kesempatan, ada begitu banyak dari mereka yang datang untuk bermain di lapangan hijau.”

“Akan lebih sulit tanpa keduanya, tetapi bukan tidak mungkin. Kami masih memiliki tim yang bagus, kami masih bisa memenangkan trofi, kami masih bisa melakukannya dengan baik di Eropa dan ada lebih banyak pemain muda yang datang dan akan membuat dampak pada tim.

Selalu update Berita Bola Terbaru hanya di Vivagoal.com

Dusan Tadic: Ajax Tetap Kuat Meski Tanpa De Jong dan De Ligt

Vivagoal Liga Champions – Banyak yang menantikan kiprah Ajax Amsterdam di ajang Liga Champions 2019/2020 tanpa diperkuat dua pemain andalannya, Matthijs de Ligt dan Frenkie De Jong. Namun, winger Ajax, Dusan Tadic memastikan bahwa timnya tetap bakal tampil kompetitif.

Musim lalu, Ajax mampu melaju jauh hingga babak semifinal Liga Champions dengan menumbangkan dua raksasa, Real Madrid dan Juventus. Performa gemilang Ajax di periode tersebut dinilai karena dimotori De Jong dan De Ligt.

Baca juga: Di Masa Mendatang, Legenda Sebut De Jong Akan Menjadi Otak Permainan Barcelona

De Jong sebagai jenderal lini tengah mampu membukukan rerata umpan sukses mencapai 89.3 persen dari 11 penampilannya. Gelandang 22 tahun itu pun sukses dinobatkan sebagai gelandang terbaik Liga Champions musim lalu.

Sementara itu, De Ligt merupakan tembok tangguh di lini pertahanan De Amsterdammers dengan catatan 46 clearance, 8 blok dan 15 intersepsi. Sebagai bek, De Ligt juga punya naluri menyerang yang tinggi dimana ia punya 6 shot on target dan mengoleksi dua gol.

Sayang, keduanya kini sudah meninggalkan Ajax, dengan De Jong hengkang ke Barcelona, dan De Ligt kini bermain untuk Juventus. Dusan Tadic mengaku kehilangan dua pilar utamanya, Ajax tetap tim yang kuat. Ia menjelaskan, Ajax masih punya banyak pemain muda yang mampu menjaga performa tim di Liga Champions musim ini tetap impresif.

“Kami tidak sedih dengan kepergian De Jong dan De Ligt. Kami memang merindukan mereka, tapi kepindahan juga bagus buat karier mereka. Dan Ajax selalu mendukung pemainnya yang ingin tantangan baru.” ucap Tadic dilansir dari Telegraph.

Baca juga: Van Dijk Buka Suara Terkait De Ligt di Timnas Belanda

“Kondisinya memang akan lebih sulit tanpa mereka berdua, tapi bukan suatu yang mustahil karena kami masih punya skuat yang bagus, masih bisa memenangkan trofi, dan kami yakin masih bisa bersaing di kompetisi Eropa. Disini ada banyak pemain muda yang bisa memberikan dampak positif buat tim.” tegasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Ini Cerita Sedih Dusan Tadic Usai Klubnya Tersingkir Liga Champions

VivagoalLiga Champions – Bintang Ajax Amsterdam, Dusan Tadic membagikan cerita sedihnya usai timnya disingkirkan oleh Tottenham Hotspur pada semifinal Liga Champions 2018/19.

Tadic mengakui bahwa dirinya menangis semalaman karena terpukul dengan tersingkirnya Ajax dari Liga Champions secara dramatis.

“Kamu tahu, ketika saya kecewa, saya akan menangis. Saya menyerahkan diri pada emosi yang ada,” ucap Tadic dikutip dari Goal Internasional.

Bahkan Tadic menegaskan ketika sampai di rumah, dirinya tak bisa langsung tertidur. Ia harus meratapi kesedihannya dengan mendengarkan lagu.

“Ketika saya sampai di rumah, saya mendengarkan beberapa musik yang sedih dan duduk di sofa. Setelah itu saya baru pergi tidur,” tambah Tadic.

Seperti yang diketahui, Ajax tersingkir dari kompetisi Liga Champions 2018/19 dengan cara yang menyakitkan. Bagaimana tidak, skuat asuhan Erik ten Hag tersebut berhasil menang tipis 1-0 di kandang Tottenham.

Kemudian di leg kedua, Ajax sempat unggul 2-0 ketika bermain di hadapan suporter sendiri. Akan tetapi, petaka bagi Ajax datang pada babak kedua.

Adalah Lucas Moura yang menjadi momok menakutkan bagi Ajax. Pemain asal Brasil ini berhasil mencetak hattrick bagi Tottenham di babak kedua semifinal Liga Champions dan merubah skor menjadi 2-3.

Berkat kemenangan tersebut, agregat pertandingan menjadi 3-3. Meski begitu, Tottenham memastikan satu tempat di final Liga Champions karena unggul produktivitas gol.

Di babak final, Tottenham akan bertemu sesama klub wakil Inggris lainnya, yaitu Liverpool. Laga final ini akan digelar di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid pada 2 Juni mendatang.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Pemain Ini Sudah Terlalu Tua Untuk Skuat Madrid

VivagoalLa Liga – Lini serang jadi salah satu titik lemah Real Madrid pada musim ini. Tapi, manajemen Los Blancos dikabarkan sudah menolak peluang untuk mendapatkan penyerang tajam asal Ajax Amsterdam, Dusan Tadic.

El Real memang seret gol di LaLiga musim ini. Hingga pekan ke-36, mereka baru bisa mencetak 62 gol. Jumlah itu masih lebih sedikit daripada kombinasi Lionel Messi-Luis Suarez yang total sudah mengemas 56 gol untuk Barcelona di La Liga.

Faktor utama tumpulnya Madrid musim ini adalah mereka belum menemukan pengganti yang sepadan selepas kepergian Cristiano Ronaldo awal musim panas tahun lalu. Melihat kondisi ini, Madrid jelas harus mendatangkan penyerang tajam pada bursa musim panas nanti.

 

Nama-nama seperti Eden Hazard, Mauro Icardi, Luka Jovic dan Dusan Tadic dikabarkan sudah diincar oleh Madrid untuk diboyong ke Bernabeu. Namun menurut Marca, khusus buat nama yang terakhir, Madrid memutuskan untuk menghapusnya dari daftar pemain buruan mereka.

Pasalnya, usia Tadic yang sudah memasuki 30 tahun dianggap sudah ketuaan untuk bermain di Los Blancos. Dan entrenador Madrid, Zinedine Zidane lebih sreg untuk memboyong pemain yang lebih muda.

Tadic sendiri aktor utama dibalik tersingkirnya Madrid di ajang Liga Champions musim ini. Dia terlibat dalam tiga gol Ajax ke gawang Madrid dengan rincian satu gol dan dua assist saat Ajax mempermalukan Madrid di Santiago Bernabeu pada leg kedua 16 besar.

Di laga tersebut, situs Whoscored memberi Tadic nilai tinggi. Pontennya sempurna, 10 angka. Tadic punya kontribusi dua tembakan on target, juga jadi pemain paling kreatif di Ajax dengan lima key passes dan tiga drible sukses, terbanyak diantaranya pemain Ajax lainnya.

Sejauh ini, penyerang 30 tahun tersebut sudah mencetak 34 gol dan 22 assist dari 53 penampilan di semua kompetisi. Dusan Tadic jadi salah satu pilar utama Ajax dalam upayanya meraih treble winners musim ini.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

Inilah Aktor Utama Penghancur Asa Real Madrid

VivagoalLiga Champions – Nama penyerang asal Serbia, Dusan Tadic menjadi buah bibir tatkala Ajax sukses menjadi aktor utama menghancurkan asa Real Madrid di Liga Champions. Bomber 30 tahun itu mengubur asa Los Blancos untuk menutup musim 2018/2019 dengan raihan trofi.

Di laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions yang dihelat di Santiago Bernabeu, Rabu (6/3/2019) dini hari tadi, Ajax melakukan comeback gemilang saat meraih kemenangan meyakinkan 4-1 dan berhak untuk melaju ke fase selanjutnya dengan agregat 5-3 atas Real Madrid.

Sosok Tadic jadi perbincangan dalam kemenangan besar Ajax atas sang juara bertahan Liga Champions tiga musim beruntun dini hari tadi. Pasalnya, ia terlibat dalam tiga gol Ajax ke gawang Thibaut Cortouis, yakni mencetak satu gol dan mengkreasikan dua assist.

Kegemilangan Tadic di Santiago Bernabeu lantas diberi nilai tertinggi oleh situs Whoscored dengan rating 10 angka. Tadic juga membukukan dua shots on target, melepaskan lima umpan kunci dan tiga dribbel sukses. Statistiknya merupakan yang terbanyak dibandingkan pemain Ajax lainnya.

Secara keseluruhan, performa Tadic di ajang Liga Champions musim ini bisa boleh dibilang cukup mentereng. Total ada enam gol dan tiga assist yang ia buat hanya dari delapan penampilannya bersama Ajax musim ini.

Tak hanya itu, eks Southampton ini juga menjadi pemain kedua Ajax setelah Christian Eriksen yang mampu menciptakan dua assist dalam satu pertandingan Liga Champions. Tadic juga jadi pemain pertama Ajax yang bisa melesakkan 6 gol di ajang kompetisi tertinggi benua Eropa setelah Jari Litmanen pada musim 1994/95 dan 1995/96.

“Ini sangat menyenangkan, ini menjadi momen luar biasa buat karier saya. Malam yang begitu spesial buat semua orang Ajax, karena kami baru saja menunjukkan kepada semua para pendukung, bahwa Ajax bisa dibanggakan.” tegas Tadic di situs resmi UEFA.

Selalu update berita bola terkini Liga Champions hanya di vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS