Tag: Ernesto Valverde

6 Dosa Besar Bartomeu Pada Barcelona

VivagoalLa Liga – Keinginan Lionel Messi untuk meninggalkan Barcelona pada bursa transfer musim panas ini dinilai banyak pihak buah dari buruknya kepemimpinan Josep Maria Bartomeu sebagai presiden Blaugrana. Alhasil, para fan Barca pun menuntut Bartomeu mundur dari jabatannya sekarang.

Bartomeu sendiri awalnya menjabat sebagai wakil presiden Barcelona. Namun pada tahun 2014 silam, ia ditunjuk langsung oleh Sandro Rosell, presiden sebelumnya yang mengundurkan diri akibat terjerat kasus penggelapan dana transfer Neymar ketika didatangkan dari klub asal Brasil, Santos.

Penunjukan Bartomeu ini pada prosesnya sempat menjadi kontroversi karena ia menjadi orang pertama yang bisa menduduki pucuk pimpinan tanpa proses pemilihan. Namun, Bartomeu sesungguhnya berhasil memenangi pemilihan presiden Barcelona dengan mengalahkan Joan Laporta pada tahun 2015, dan berhak memimpin klub untuk 6 tahun ke depan alias hingga 2021 nanti.

Tapi dalam perjalanannya sebagai presiden, Bartomeu kerap mengeluarkan kebijakan yang tidak populer yang menuai banyak kritikan. Dan berikut beberapa dosa Bartomeu yang dianggap sebagai biang timbulnya gejolak dalam internal tim Catalan seperti dilansir dari Marca.

Di urutan pertama adalah melepas Neymar ke Paris Saint-Germain pada bursa musim panas 2017 dengan memecahkan rekor transfer pemain senilai 222 juta euro.

Transfer Neymar itu sendiri sangat disayangkan banyak pemain Barcelona termasuk Lionel Messi. Pemain asal Argentina tersebut bahkan sampai berapa kali menegaskan keinginannya agar klub bisa memulangkan Neymar.


Baca Juga:



Tapi Bartomeu malah memilih mendatangkan banyak pemain mahal yang diklaim bisa menggantikan Neymar. Ousmane Dembele, Malcom hingga Philippe Coutinho pun coba didatangkan tapi semuanya gagal tampil baik selama berkostum Blaugrana.

Dosa kedua Bartomeu adalah memecat Ernesto Valverde. Valverde sejatinya ditunjuk Bartomeu sebagai juru taktik Barcelona musim 2017/2018 tuk menggantikan Luis Enrique. Keputusan ini sempat menuai banyak kritikan karena Valverde dianggap tidak memahami karakter klub.

Dugaan itu terbukti benar setelah dua musim memimpin Los Azulgrana, Valverde lebih banyak memainkan sepakbola pragmatis, meski masih mampu meraih dua trofi Laliga. Namun, di eranya, para pemain jebolan akademi La Masia mulai terpinggirkan.

Pada akhirnya, Valverde harus dipecat usai Barcelona tersingkir di ajang Supercopa de Espana awal tahun ini dan situasi makin rumit karena ternyata Bertomue belum mempersiapkan pengganti yang pas terlebih dulu. Alhasil, Setien pun dianggap sebagai pilihan dadakan usai Barca gagal merayu Ronald Koeman dan Xavi Hernandez.

Karena sifatnya dadakan, akhirnya direktur Olahraga saat itu Eric Abidal sengaja menuding Lionel Messi cs jadi biang pemecatan Valverde. Keduanya lantas ribut secara terbuka di media.

Dosa ketiga Bartomeu berikutnya adalah soal kasus Barcagate. Usai perseteruan Abidal dan Messi mereda, isu ribut-ribut dalam internal Barca kembali muncul setelah Bartomeu diklaim menyewa sebuah agensi bernama I3 Ventures sebagai buzzer tuk mengembalikan nama baiknya di media dengan tujuan memuluskan namanya masuk dalam bursa calon presiden Barca pada pemilu yang bakal digelar Maret 2021 mendatang.

Konflik ini disebut sebagai Barcagate karena Bartomeu dituding menggunakan dana klub untuk membayar jasa Buzzer tersebut dengan tujuan menyerang pihak-pihak yang berlawanan dengannya, termasuk Lionel Messi.

Dosa berikutnya, Bartomeu adalah kebijakan transfer yang tidak lazim. Di era kepemimpinannya, Barcelona banyak mendatangkan pemain-pemain yang kurang populer seperti Junior Firpo, Jean-Clair Todibo, Malcom, Andre Gomez,Kevin Prince Boateng dan teranyar Martin Braithwaite.

Hasil akhirnya pun bisa ditebak. Kesemua pemain diatas semuanya gagal tampil baik selama membela Blaugrana hingga kemudian dilepas secara permanen atau hanya jadi penghias bangku cadangan. 

Dosa keempat Bartomeu adalah memotong gaji pemain hingga 70 persen secara sepihak. Keputusan ini sempat membuat para pemain Barca panas karena merasa tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan

Terakhir adalah pengunduran diri enam pejabat Barcelona, yakni Emili Rousand (Wakil Presiden Barca), Enrique Tombas, Silvio Elias, Maria Teixidor, Josep Pont, dan Jordi Clasamiglia karena Bartomeu menuding mereka semuanya sudah tidak sejalan lagi dengannya.

Keenam orang itu menilai Barcelona di masa kepemimpinan Bartomeu telah banyak melanggar filosofi klub dan menuntut pemilu Presiden dipercepat.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Punya Rekor Mentereng, Barcelona Menyesal Pecat Valverde?

VivagoalLa LigaErnesto Valverde resmi diputus kontrak karena dianggap gagal memenuhi ekspektasi para petinggi klub dan fans Barcelona. Namun siapa sangka, Valverde ternyata pelatih punya catatan apik selama membesut Los Cules. 

Dikutip Marca, Valverde berhasil menduduki peringkat kelima dalam daftar pelatih sepanjang sejarah Barcelona yang bisa meraih persentase kemenangan terbanyak di LaLiga Spanyol.

Pelatih berusia 56 tahun tersebut berada di urutan kelima dengan koleksi 66 kemenangan dari total 95 pertandingan yang dilakoni di ajang Liga Spanyol atau setara dengan 69,5%. Capaian ini membuat Valverde jauh lebih baik dari beberapa pelatih sebelumnya, seperti Frank Rijkaard dan Louis Van Gaal.

Valverde hanya kalah dari Gerardo Martino yang punya persentase kemenangan sebesar 71%, lalu ada Luis Enrique yang punya 76,3%, Josep Guardiola dengan 76,3% dan Tito Vilanova yang bisa mengoleksi kemenangan hingga 92,1%.

Selain masuk dalam daftar pelatih Barcelona dengan kemenangan terbanyak, Valverde ternyata juga masih dalam 5 pelatih dengan kemenangan terbanyak di Spanyol.


Baca Juga: 


Di urutan pertama ada pelatih legendaris Spanyol, Luis Aragones dengan total 344 kemenangan saat membesut Atletico Madrid dan membantu klub tersebut meraih 7 trofi. Selain itu, Aragones juga sempat melatih Barcelona satu musim. Di posisi kedua ada Miguel Munoz, pelatih legendaris Real Madrid dengan total kemenangan di LaLiga mencapai 323 kemenangan.

Kemudian ada Javier Irureta dengan total 259 kemenangan. Dia mulai dikenal saat membawa Deportivo La Coruna meraih juara LaLiga musim 1999/2000. Di urutan keempat ada Ferdinand Daucik dengan 234 kemenangan. Daucik menjadi pelatih beberapa klub di LaLiga dari era 50-an sampai 70-an seperti Barcelona, Athletic Bilbao, Atletico Madrid dan Real Zaragoza.

Ernesto Valverde menduduki peringkat kelima dengan 213 kemenangan di LaLiga. Selain Barcelona, Valverde juga pernah membesut Atheltic Bilbao, Valencia, Villareal dan Espanyol. Ia mulai klub di LaLiga pada tahun 2002, namun ia baru meraih trofi perdananya pada 2015 silam saat membesut Athletic Bilbao.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Valverde Siap Melatih Lagi, Tapi Di Jepang

0

Vivagoal Berita Bola – Ernesto Valverde mencoba move on dari Barcelona. Pelatih berusia 56 tahun itu membuka kans untuk kembali berada di pinggir lapangan sebagai pelatih di kompetisi J-League.

Valverde kehilangan posisinya sebagai pelatih Barcelona pada 11 Januari 2020 lalu. Eks pelatih Athletic Bilbao tersebut dipecat setelah 2,5 tahun membesut Lionel Messi dan kolega.

Baca juga: Mantan Wakil Presiden Barcelona Akui Messi Minta Neymar Dipulangkan

Meski sudah menyumbangkan empat trofi untuk Blaugrana, penampilan skuat Valverde tetap menuai banyak sorotan. Terlebih, dalam periode kepelatihannya di tim Catalan, Valverde kerap gagal membawa Barcelona merebut gelar juara Liga Champions.

Namun kini Valverde sudah siap membuka lembaran baru lagi usai pengalaman pahit didepak dari kursi pelatih Blaugrana. Valverde mengaku sangat menantikan kesempatan lain untuk bisa melatih lagi musim panas mendatang.

“Melatih Barcelona adalah pengalaman yang luar biasa, saya senang pernah ada di sana. Tapi ketika anda menandatangani kontrak, anda sudah tahu kalau segalanya tergantung hasil, dan bukan pemain tapi pelatih yang akan selalu bertanggung jawab.” ucap Valverde seperti dilansir dari Marca.

“Saya tidak menganggap apakah saya diperlakukan tidak adil di Barcelona, saya enggan menengok ke belakang. Saya lebih tertarik untuk terus jalan ke depan, meski saat ini saya belum mengambil keputusan, saya ingin segera kembali berpetualang.” tandasnya.

Baca juga: Carles Perez Tegaskan Nyaman di AS Roma

“Andres Iniesta berbicara banyak soal Jepang, saya pun berencana untuk kesana dan melihat beberapa tim. Saya ingin bersama pemain lain dan mendiskusikan persoalan serta situasinya dengan mereka.” Valverde menuturkan.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Sergio Busquets: Berhenti Bandingkan Setien dengan Valverde

VivagoalLa Liga – Quique Setien tengah ramai jadi perbincangan pasca ditunjuk jadi pelatih anyar Barcelona menggantikan Ernesto Valverde. Gaya bermain dan pengaruhnya di lapangan pun mulai kerap dibanding-bandingkan dengan pendahulunya di skuat utama Blaugrana.

Diikat kontrak hingga 2022 mendatang, Setien diharapkan bisa mengembalikan sepakbola Indah Barcelona yang jarang terlihat saat masih dibesut Valverde. Di era kepelatihan Valverde, Barcelona dianggap memainkan sepakbola pragmatis demi mengejar tiga angka.

Kendati begitu, Sergio Busquets menilai tak perlu ada perbandingan semacam itu antara Setien dengan Valverde. Menurutnya, setiap pelatih memang sudah punya gaya melatih masing-masing, dan komparasi penampilan keduanya sangat tidak adil.

“Tak ada yang perlu diperbandingkan. Setiap pelatih memiliki gayanya tersendiri dalam melihat sepakbola. Anda lihat sendiri, apapun instruksi dari pelatih, kami lakukan.

Baca Juga: Quique Setien Berhutang Pada Lionel Messi

“Jika kita membahas keduanya, saya pikir itu tidak akan adil. Saya pribadi cukup senang dengan kinerja Ernesto dan kini pun sama dengan Setien.

“Petinggi klub ingin ada pergantian pelatih, dan siapapun yang menjadi pelatih, kami ingin berdampak positif, dan bisa memenangi setiap trofi yang diperebutkan musim ini,” tandas Busquets seperti dilansir dari Marca.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Puyol Ungkapkan Kekesalan Barcelona Pecat Valverde

0

VivagoalLa Liga – Carles Puyol angkat suara mengenai pemecatan Ernesto Valverde sebagai pelatih Barcelona. Ia mengaku menyesal karena pelatih berusia 56 tahun itu sejatinya adalah pelatih yang sangat baik dan punya kinerja yang bagus selama membesut Lionel Messi Cs.

Valverde ditunjuk sebagai pelatih Barcelona pada tahun 2017 lalu setelah Luis Enrique enggan memperpanjang masa kerjanya di Camp Nou. Selama 2,5 tahun melatih, performa Barcelona-nya Valverde terbilang cukup lumayan.

Baca Juga: Vivagoal Bagi-Bagi Hadiah, Mainkan Kuisnya Di Sini!

Blaugrana dibawahnya meraih dua gelar LaLiga Spanyol secara beruntun dan meraih satu Copa del Rey dan satu trofi Piala Super Spanyol. Berdasarkan catatan Opta, Valverde juga menjadi pelatih kelima dalam daftar pelatih sepanjang sejarah Barcelona yang bisa meraih persentase kemenangan terbanyak di LaLiga Spanyol.

Total dari 95 pertandingan, Valverde mampu membawa Barcelona meraih 66 kemenangan di ajang Liga Spanyol. Persentasenya mencapai 69,5% dan melewati capaian pelatih sebelumnya, seperti Frank Rijkaard dan Louis Van Gaal.

Valverde juga sempat sukses membawa Barcelona tak terkalahkan dalam 36 laga di ajang Liga Spanyol. Sayangnya, di ajang Piala Super Spanyol 2020, Barcelona kalah dari Atletico Madrid dan gagal meraih trofi perdananya musim ini.

Hal ini dianggap jadi pemicu pemecatan Valverde. Apalagi sebelumnya, Barcelona juga kerap menunjukkan penampilan yang inkonsisten di awal-awal musim ini, dan menjadi tim paling banyak kebobolan dari empat tim yang menduduki posisi empat besar klasemen Liga. 

Kendati begitu, Puyol menyesalkan Valverde tidak diberi waktu yang cukup tuk memperbaiki situasi di Barcelona. Padahal dia selalu menunjukkan sikap yang baik dan tak banyak ulah bahkan ketika rumor pemecatannya terus menguat sedari musim kemarin.

Baca juga: Alasan Logis Kenapa Barcelona Tunjuk Setien

“Saya ingat tahun-tahun awal saya di Barcelona sangat rumit, kami melaju lima musim tanpa trofi. Sementara Valverde, dia bisa memenangi dua gelar Liga dalam dua tahun, meninggalkan tim di puncak klasemen, lolos ke 16 besar Liga Champions dan Copa del Rey, tapi dia tetap disingkirkan.” sesal Puyol seperti dilansir dari Marca.

“Saya pribadi menganggap dia sudah bekerja sangat baik, dan saya patut berterima kasih kepadanya sebagai seorang fans Barcelona atas segala yang sudah dia lakukan dan atas sikapnya.” tuturnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Manajemen Barca Pasang Target Tinggi, Begini Cara Setien Bangun Ulang Blaugrana

VivagoalLa LigaPunya pelatih baru ternyata tak membuat Barcelona mengendur. Mereka memasang target tinggi dengan Quique Setien yang baru ditunjuk menggantikan Ernesto Valverde. 

Presiden klub, Josep Maria Bartomeu yakin Quique Setien bisa memberi dampak positif bagi Blaugrana. Karenanya dia tak ragu mematok treble untuk Setien di akhir musim nanti. 

“Dinamika di tim ini akan terus berkembang. Kami melaju ke babak berikutnya di Liga Champions dan Copa Del Rey segera bergulir. Saya merasa dinamika di tim ini akan bisa ditingkatkan.

“Dengan momentum pelatih baru dengan dinamika yang baru, kami sangat yakin bisa memenangi La Liga, Liga Champions dan Copa Del Rey,” ucap Bartomeu seperti dilansir dari Sportskeeda.

Setian Percayakan pada La Masia

Meski mendapat target tinggi dari sang presiden, Setien tak ragu menggunakan pemain muda jebolan La Masia.  Diakuinya, dia bakal mempercayakan para pemain yang berasal dari akademi Barcelona. 

“Ada banyak hal yang akan saya rombak disini. Salah satunya adalah Barcelona punya akademi sepakbola yang luar biasa dan saya akan mengikutsertakan beberapa pemain muda potensial ke sesi latihan utama.

Baca Juga: Surat Perpisahan Valverde Kepada Barcelona, Ini Isinya!

“Jika pemain muda itu dianggap layak, maka saya tidak akan ragu memberikannya kesempatan tampil. Kehadiran pemain muda bakal memberikan energi dan memberikan dampak yang positif,” ucap Setien seperti dilansir Football Espana.

Sebagai informasi, Setien memang dikenal sebagai pelatih yang senang mengorbitkan bakat-bakal muda. Junior Firpo, Loren Moron dan Fabian Ruiz menjadi beberapa talenta muda yang sukses berkat polesan tangan dingin Setien.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Messi Doakan Valverde Sukses di Masa Mendatang

Vivagoal La Liga – Ernesto Valverde sudah resmi didepak dari kursi kepelatihan Barcelona. Bintang utama Blaugrana, Lionel Messi menyampaikan salam perpisahan dan doa buat mantan pelatihnya tersebut.

Valverde diberhentikan oleh manajemen Barcelona pada Selasa (14/1/2020) dinihari WIB. Pelatih 56 tahun itu dicopot dari jabatannya tak lama setelah Luis Suarez dan kawan-kawan gagal mempertahankan Piala Super Spanyol musim ini.

Sebelumnya, Valverde sudah membesut Barcelona sedari tahun 2017 lalu. Sudah ada empat trofi yang berhasil ia sumbangkan, yakni dua gelar La Liga, dan satu trofi Copa Del Rey serta satu lainnya adalah Piala Super Spanyol.

Baca Juga: 5 Pemain yang Hengkang dan Kembali Lagi ke Klub Barcelona

Messi yang sempat menolak pemecatan Valverde pada akhirnya menyampaikan salam perpisahannya kepada sang entrenador. Ia sangat yakin bahwa mantan pelatih Athletic Bilbao, Valencia dan Espanyol itu bakal sukses di masa mendatang.

“Terima kasih atas semuanya. Saya yakin anda bakal sukses kemanapun Anda pergi. Sebab, selain profesional, Anda juga sosok dengan pribadi yang luar biasa. Semoga sukses dan ini pelukan tuk Anda.” tulis Messi di akun Instagram resminya sembari mengunggah fotonya dengan Valverde.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Terungkap Sudah Alasan Xavi Batal Latih Barcelona

0

Vivagoal – La Liga – Nama Xavi Hernandez santer dikaitkan sebagai pelatih baru Barcelona andai Valverde dipecat. Namun, legenda hidup Blaugrana urung melatih dan Barca menunjuk suksesor Valverde dalam diri Quique Setien

Ditunjuknya eks pelatih Real Betis ini membuat banyak orang langsung bertanya-tanya ada apa dengan Xavi. Pasalnya, Xavi sendiri secara terang-terangan sudah menyatakan kesediannya melatih Barcelona.

Namun, Marca melaporkan jika Xavi dan presiden Barca, Josep Maria Bartomeu disebut tengah merenggang. Hal itulah yang pada akhirnya membuat Xavi batal menukangin Frenkie De Jong dan kolega.

Sebagaimana yang diketahui, Xavi pernah mengecam keputusan Bartomeu yang tidak memperpanjang kontrak Direktur Metodologi klub, Joan Vila. Menurut Xavi, ketiadaan Joan Vila akan memberi dampak besar buat masa depan Akademi La Masia.

Baca Juga: Meski Dipecat, Valverde Kukuhkan Catatan Manis di Barcelona, Apa Itu?

Bagi Xavi, Joan Vila adalah aktor penting dalam keberhasilan La Masia menghasilkan banyak pemain berkualitas yang beberapa diantaranya masuk dalam skuat inti Barcelona. Vila juga yang memperkenalkan konsep permainan tiki-taka khas Barcelona di para pemain akademi La Masia.

Xavi pun marah dengan keputusan Bartomeu karena tak memikirkan soal harga para pemain yang terus naik dalam beberapa musim terakhir. Namun andai Bartomeu kalah dalam pemilihan presiden Barcelona dan kinerja Setien dinilai tak memuaskan, bukan tak mungkin pelatih Al Saad ini bakal menukangi Messi cs di masa mendatang.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Meski Dipecat, Valverde Kukuhkan Catatan Manis di Barcelona, Apa Itu?

0

VivagoalLa Liga – Barcelona resmi memecat Ernesto Valverde, Selasa (14/1) dini hari WIB. 2,5 tahun menangani Blaugrana, pria asal Basque nyatanya sempat mencatatkan hasil manis bersama klub. Apa saja itu?

Dipecatnya Valverde bukannya tanpa sebab. Ia dianggap gagal memenuhi ekspektasi petinggi klub dan fans. Selain itu, rentetan hasil minor pun membuat posisi Valverde semakin terjepit. Teranyar, Blaugrana harus kalah 2-3 dari Atletico Madrid di ajang Piala Super Spanyol.

Selama dua setengah tahun membesut Leo Messi dan kolega, Valverde sukses mencatatkan hasil positif. Menilik laporan Opta, Valverde menjadi pelatih kelima yang skses mendulang presentase kemenangan terbanyak di LaLiga.

Baca Juga: Meski Jaya di La Liga, Hal Ini Bikin Valverde Lengser

Dari 95 laga yang telah dimainkan, ia sukses mengoleksi 66 kemenangan. Jika ditarik dalam presentase, angka tersebut mencapai 69,5 %. Angka tersebut melebihi capaian dua nama besar yang pernah melatih Barcelona yakni Frank Rijkard dan Louis Van Gaal.

Valverde hanya kalah dari Gerardo Martino yang punya persentase kemenangan sebesar 71%, lalu ada Luis Enrique yang punya 76,3%, Josep Guardiola dengan 76,3% dan Tito Villanova yang bisa mengoleksi kemenangan hingga 92,1%.

Selain masuk dalam daftar pelatih Barcelona dengan kemenangan terbanyak, di musim debutnya, Valverde juga sukses membawa Barcelona tak terkalahkan dalam 36 laga di ajang Liga Spanyol. Dari 36 laga itu, hanya sembilan diantaranya yang berakhir imbang, dengan 27 sisanya tuntas dengan kemenangan.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Meski Jaya di La Liga, Hal Ini Bikin Valverde Lengser

VivagoalLa Liga – Ernesto Valverde diputus kontraknya oleh manajemen Barcelona pada Selasa (14/1) dinihari WIB.  Meski berjaya di liga domestik, tapi Barcelona bak tim semenjana di kompetisi Eropa dan membuat kariernya berakhir tak mengenakan di Camp Nou. 

Di kompetisi dalam negeri, Valverde seolah tanpa lawan. Di musim perdananya dia langsung menyumbang gelar La Liga dan Copa del Rey.

Memasuki musim 2018/2019, ia menambah koleksi trofi Barcelona dengan memenangi Piala Super Spanyol. Valverde juga mampu mempertahankan gelar juara Liga Spanyol di akhir musim. 

Di musim ketiganya sebagai juru taktik Barcelona, Valverde mampu membawa Luis Suarez Cs memuncaki klasemen LaLiga dengan 40 poin dari 19 laga yang sudah dimainkan. Walau demikian, kegagalan di Liga Champions membuat manajemen memilih untuk mengakhiri kontraknya. 

Pasalnya, dari dua kesempatan yang dia jalani, Valverde selalu gagal. Di musim perdananya membesut Los Cules, Valverde hanya bisa membawa Barca melaju hingga babak perempatfinal sebelum dilibas AS Roma.

Valverde kembali gagal membawa Blaugrana melaju lebih jauh di Liga Champions 2018/2019 setelah tersingkir di babak semifinal usai dikalahkan Liverpool dengan agregat 4-3. Parahnya, dua kali kegagalan tersebut terjadi dengan dicomeback oleh lawan-lawanya.

Puncaknya, kegagalan Barcelona di Supercopa de Espanna saat takluk 3-2 dari Atletico Madrid. Hal itu memantik kritik akan dirinya agar segera lengser, sebelum akhirnya manajemen benar-benar mengambil keputusan.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

HOT NEWS