Tag: Klopp

Klopp Ogah Latih MU Gara-Gara Firasat Buruk Sang Istri

Vivagoal Liga Inggris – Jurgen Klopp berkesempatan melatih Manchester United pada 2013 silam. Namun hal itu urung dilakukan karena sang istri, Uilla, memiliki firasat buruk.

Saat berpisah dengan Sir Alex Ferguson pada 2013, Manchester United mencari pengganti salah satunya Jurgen Klopp. Executive vice-chairman MU, Ed Woodward, bahkan menemani Klopp melakukan tur di Old Trafford.

Namun ada firasat buruk yang dirasakan oleh sang istri saat tur tersebut. Klopp pun kemudian urung menerima tawaran dari Setan Merah dan akhirnya memilih Liverpool seperti diungkapkan oleh mantan bintang Liverpool, Phil Thompson.

“Saya pernah mewancarai Klopp untuk Sky. Saya bertanya apakah ia dan Liverpool tercipta untuk satu sama lain. Dia melihat ke saya dan bertanya ‘mengapa?’,” kata Phil Thompson kepada TV2 di Norwegia, seperti dilansir Standard.

“Kemudian Klopp bilang kepada saya bahwa dia punya peluang jadi manajer Manchester United. Tapi, istrinya bilang itu bukan keputusan yang tepat.”

“Ketika Liverpool datang, istrinya bilang itu baru keputusan tepat. Ada sesuatu yang aneh. Sepertinya ia memang tercipta untuk Liverpool.”

Baca Juga:

 

Benar saja, para pelatih Manchester United paska Fergie terus merosot. David Moyes, Louis van Gaal serta Jose Mourinho harus merasakan pahitnya pemecatan. Kini Ole Gunnar Solskjaer membawa angin segar di sana.

Namun di saat yang bersamaan, Klopp sudah mulai memetik hasil jerih payahnya di Liverpool. Sederet trofi bergengsi ia dapatkan di mana terakhir ia berhasil membawa The Reds meraih trofi perdana Premier League.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Liverpool Juara, Klopp Malah Puji Guardiola

Vivagoal Liga Inggris – Liverpool memang telah dinobatkan menjadi juara liga Inggris pada musim ini dengan mengalahkan rivalnya Manchester City. Meski demikian, Jurgen klopp selaku pelatih Liverpool menilai bahwa Pep Guardiola tetap menjadi seorang pelatih terbaik dunia.

Kekalahan anak asuh Pep Guardiola atas Chelsea membuat Liverpool mengakhiri musim ini dan berada di puncak klasemen usai puasa selama 30 tahun untuk meraih trofi Liga Inggris.

Namun pada musim lalu, Pep Guardiola berhasil memenangkan gelar selama dua musim berturut-turut dengan meraih masing-masing 100 poin dan 98 poin. Akan tetapi, pada musim ini, Manchester City harus Lela dipermalukan dari anak asuh Jurgen Klopp yang masih menyisakan delapan pertandingan.

Jurgen Klopp telah sukses menambahkan trofi Liga Premier Inggris yang sebelumnya telah menorehkan trofi Liga Champions untuk Liverpool pada musim lalu.


Baca Juga:


Menurut Klopp, Pep Guardiola jauh lebih baik karena bisa memberikan perubahan yang cukup signifikan untuk Barcelona dan Bayern Munchen pada beberapa musim lalu. Klopp pun merasa dirinya masih belum pantas untuk menyandang pelatih terbaik dunia.

“Saya tidak bisa melakukan apapun tanpa bantuan para pemain. Saya juga belum pantas untuk dinobatkan menjadi pelatih terbaik di dunia,” ujar Klopp dikutip dari Sport Bild.

“Menurut saya, yang pantas menjadi pelatih terbaik di dunia adalah Guardiola. Ia merupakan pelatih yang sangat baik dan bisa menjadi contoh bagi para pelatih muda nanti,”jelasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Alasan Khusus Klopp Tak Mau Dibuatkan Patung di Anfield Stadium

Vivagoal Liga Inggris – Jurgen Klopp selaku pelatih Liverpool tidak tertarik untuk dibuatkan patung di dekat Anfield Stadium usai memenangkan Liverpool menjadi juara Liga Premier Inggris. Ia memiliki alasan tersendiri untuk dibuatkan patung dalam waktu dekat ini.

Tercatat, Liverpool puasa gelar Liga Inggris sejak tahun 1990 silam. Untuk itu, mantan Kapten The Reds, Steven Gerrard menilai bahwa seharusnya Jurgen Klopp perlu dibuatkan patung seperti layaknya Sir Alex Ferguson.

Perlu diketahui, dua manajer Liverpool seperti Bill Shankly dan Bob Paisley telah diabadikan dalam bentuk perunggu di lapangan Anfield Stadium. Namun, Klopp tidak setuju dengan pernyataan Steven Gerrard untuk dibuatkan monumen atas pencapaiannya tersebut.

“Saya merasa mereka layak untuk dibuatkan patung patung tersebut karena sudah tidak berada di sini lagi. Saya masih menginginkan untuk bisa hidup lebih lama lagi hingga 30-40 tahun mendatang. Jadi, saya merasa tidak tertarik untuk dibuatkan suatu monumen khusus,” ujar Klopp dikutip dari Sportskeeda.


Baca Juga:


“Saya merupakan manajer di tim Liverpool dan sudah selayaknya kami harus memberikan terbaik serta memenangkan Liga Inggris ini. Saya saya merasa bahwa publik sepakbola menilai positif dengan hasil yang telah kami peroleh. Sejujurnya, saya menangani tim ini ini dengan tidak melihat prestasi yang telah dicapai,” jelasnya.

Sejak kedatangan Jurgen Klopp pada 2015 silam hingga sekarang, Liverpool telah memenangkan trofi Liga Champions, Piala Super UEFA, Piala Dunia Antar Klub dan Liga Premier Inggris pada musim ini.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Kenny Dalglish: Klopp Lambang Perjuangan Liverpool

Vivagoal Liga Inggris – Legenda Liverpool, Kenny Dalglish melayangkan pujian setinggi langit kepada Jurgen Klopp setelah membawa The Reds meraih gelar juara Premier League musim ini.

Gelar juara Premier League 2019/2020 berhasil jatuh ke tangan Liverpool setelah Manchester City dikalahkan Chelsea 2-1, Jumat (26/6) dini hari WIB. Dengan sisa tujuh pertandingan lagi, selisih 23 poin secara matematis tak mungkin lagi dikejar oleh Manchester City yang berada di peringkat kedua.

Trofi Premier League ini menjadi yang pertama bagi Liverpool setelah menunggu 30 tahun lamanya. Kali terakhir mereka menjuarai liga adalah pada musim 1990/1991 saat masih dilatih oleh Dalglish.

Dalglish sendiri melayangkan pujian kepada Klopp. Menurutnya pria asal Jerman tersebut merupakan lambang perjuangan Liverpool yang sudah dilakukan oleh banyak orang selama 30 tahun terakhir.

“Terkadang hal-hal seperti ini terjadi. Kehadiran Jurgen [Klopp] menjadi hal yang fantastis. Dia melambangkan semua yang diperjuangkan Liverpool FC,” ucap Dalglish kepada BT Sport.


Baca Juga:


“Ini bukan terjadi karena kebetulan. Tahun lalu, mereka menjuarai Piala Dunia Antarklub dan Liga Champions,” tutur pemain Liverpool periode 1977–1990 itu.

“Saya pikir kami akan memiliki lebih banyak hari-hari bahagia pada musim-musim selanjutnya,” tambahnya.

Namun demikian Dalglish tidak akan mempermasalahkan jika Liverpool tak akan mendominasi liga secara beruntun. Hal ini karena persaingan juara yang begitu ketat di Premier League setiap musimnya.

“Masalah Man City musim ini adalah mereka kehilangan Vincent Kompany. Mereka juga akan kehilangan salah satu yang terbaik, David Silva. Hal yang mungkin bisa terjadi pada Liverpool,” ujar Dalglish.

“Chelsea dan Manchester United akan menghentak. Jadi, saya pikir tidak ada dominasi satu klub untuk musim depan,” pungkasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Dominasi Liverpool Musim Ini Terasa Semu, Kok Bisa?

Vivagoal Liga Inggris – Eks striker Liverpool, Stan Collymore tak melihat hal luar biasa atas dominasi The Reds musim ini. Ia bahkan menyebut mereka tak akan disebut sebagai salah satu tim terhebat dalam sejarah Premier League.

Liverpool tampil dominan pada gelaran Premier League musim ini. Tercatat mereka sudah mengumpulkan 82 poin dari 29 pertandingan dan unggul 25 poin dari Manchester City musim ini. Hanya butuh enam poin lagi bagi mereka untuk mengunci gelar juara.

Namun Collymore tak melihat jika Liverpool akan dikenang layaknya tim terbaik Premier League. Mereka tak akan dikenang sebagai yang terbaik seperti Manchester United 1998/99 atau Arsenal 2003/04.

Collymore menyebut dominasi Liverpool musim ini terasa semu. Hal ini karena tim lain tak mampu memberi persaingan yang maksimal. Ia juga menyebut jika kekuatan uang yang mereka miliki membuat skuad asuhan Jurgen Klopp itu dominan dari tim-tim yang lain.

“Liverpool adalah tim yang bagus dan mereka pantas meraih titel juara dalam dua pertandingan ke depan,” tulis Collymore dalam kolomnya di The Mirror.

“Saya akan merayakan kesuksesan mantan tim saya itu, tapi di satu sisi saya juga akan meratapinya karena dominasi mereka terasa semu.”


Baca Juga:


“Armada Jurgen Klopp memang sangat bagus, tapi itu juga karena banyak rival-rival mereka yang bermain buruk di musim ini.”

“Dominasi Liverpool bukanlah pertanda bahwa mereka adalah tim terhebat. Ini hanyalah tentang segelintir klub yang mampu membangun skuad hebat karena mereka punya banyak uang, sesuatu yang merugikan klub-klub lain.”

“Liverpool memang eksepsional di musim ini, tapi apakah mereka akan dipandang sebagai salah satu klub terbaik sepanjang masa di Inggris? Tidak, karena alasan-alasan diatas tadi.

Liverpool sendiri akan langsung menjalani laga restart melawan Everton. Mereka bisa saja langsung mengunci gelar juara dengan syarat Manchester City takluk dari Arsenal dan mereka memenangi derby Merseyside.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Gol Divock Origi Jadi Momen Terbaik Klopp di Liga Champions

Vivagoal Liga Champions – Divock Origi mencetak gol penentu kemenangan sekaligus kelolosan Liverpool di babak semifinal Liga Champions musim 2018/2019. Jurgen Klopp menilai hal itu adalah salah satu momen terbaik dalam kariernya.

Liverpool melakukan comeback dramatis saat menghadapi Barcelona di babak semifinal Liga Champions musim 2018/2019 kemarin. Kalah 0-3 di leg pertama, Liverpool secara luar biasa mampu membalikkan agregat jadi 4-3 di leg kedua.

Bermain di hadapan puluhan ribu suporternya, Si Merah berhasil menang 4-0 dan berhak atas satu tiket babak final untuk menantang Tottenham Hotspur. Adapun gol kemenangan Liverpool dibuat Divock Origi.

Origi menjadi pahlawan kelolosan The Reds setelah mencetak gol keempat tuan rumah. Golnya ini sendiri tercipta dari sepak pojok cepat Trent Alexander Arnold yang langsung disambar Origi. Golnya itu disebut Klopp menjadi momen terbaiknya selama bermain di kancah Liga Champions.

“Gol Divock Origi yang luar biasa. Pada saat Divock mencetak gol, saya langsung tahu malam itu kami akan menang. Itu adalah momen terbesar saya di Liga Champions dan saya suka itu.” ucap Jurgen Klopp seperti dilansir dari BT Sport.


Baca Juga:


“Itu permainan terbaik kami, saat melawan Tottenham di partai final kami tampil cukup buruk, permainan kami biasa saja meski akhirnya kami bisa meraih kemenangan.” terang Klopp.

Perlu diketahui, Liverpool sudah tersingkir sedari babak 16 besar Liga Champions musim ini. Menghadapi Atletico Madrid, The Reds takluk karena kalah agregat 4-2, setelah sebelumnya kalah 1-0 di leg pertama di Wanda Metropolitano dan saat menjamu skuat Diego Simeone di Anfield, Sadio Mane Cs takluk 3-2.

Tidur Siang Jadi Rahasia Klopp Bawa Liverpool Juara Liga Champions

Vivagoal Liga Inggris – Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, menyebut jika tidur siang membuatnya jauh lebih tenang jelang menghadapi final Liga Champions musim kemarin.

Bertemu Tottenham Hotspur di final, jelas Liverpool jauh diunggulkan. Hal ini mengingat rekor pertemuan kedua tim yang jauh lebih mengunggulkan The Reds ketimbang Lilywhites.

Namun demikian ada satu hal yang menghantui Klopp. Ya, pelatih asal Jerman tersebut dikenal cukup buruk dalam menjalani laga final.

Tercatat ia sudah kalah dalam enam kali laga final yang sudah diikuti. Tiga diantaranya ia catatkan bersama Liverpool, yakni pada Piala Liga Inggris, Liga Europa, dan final Liga Champions 2018.

Klopp kemudian mengatakan jika ia kemudian memutuskan untuk tidur siang sebelum laga tersebut. Beruntung, hal tersebut membuatnya bisa lebih tenang.

“Kami tahu pada (final Liga Champions) bahwa kami lebih berpengalaman dibandingkan dengan Tottenham sehingga saya tidak khawatir dengan pemain saya,” kata Klopp dikutip dari BT Sport.

“Anda tidak pernah tahu sebelum pertandingan, tetapi saya tidak khawatir tentang para pemain, saya justru lebih khawatir tentang diri saya sendiri.”


Baca Juga:


“Bagaimana perasaan di rumah sebelum pertandingan, saya sudah katakan sebelumnya bahwa saya tidak 100 persen yakin bagaimana perasaan sendirian di kamar ketika semua pikiran ini muncul (berapa banyak kekalahan di final).

“Saya tidak berjuang, saya tertidur dan tidur selama dua setengah jam. Ketika saya bangun, saya berpikir, ‘Saya merasa lebih baik dan semuanya akan baik-baik saja’.”

“Kami mencobanya dan memenanginya dan butuh beberapa saat sebelum saya akhirnya bisa tidur lagi.

“Jadi itu ide yang bagus untuk tidur siang selama dua jam karena saya tidak mendapatkan banyak waktu tidur sehari setelah pertandingan,” ujar mantan pelatih Borussia Dortmund itu.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Dua Rahasia Kesuksesan Klopp Menurut Mantan Pemainnya

Vivagoal Liga Inggris Emre Can membeberkan resep kesuksesan Jurgen Klopp terutama saat melatih Liverpool. Menurutnya ada dua prinsip yang selalu dipegang oleh Klopp. Apa saja itu?

Klopp yang tak terlalu dikenal sebagai seorang pemain mencuri perhatian kala menukangi Borussia Dortmund. Ia merubah wajah Dortmund menjadi sosok penantang gelar juara dan mampu mengganggu dominasi Bayern Munchen di Bundesliga Jerman.

Namanya kian melambung ketika melatih Liverpool. The Reds yang lama terpuruk merangkak naik dan menjadi pemenang.

Trofi Liga Champions dan beberapa gelar internasional berhasil mereka dapatkan. Premier League juga ada di depan mata setelah Klopp mampu meracik tim terbaik.

Can kemudian mengatakan jika Klopp memiliki rahasia dalam melakukan pekerjaannya. Salah satunya ada kejujuran.

“Semua orang yang mengenal dia [Klopp] tahu betul betapa kerennya dia,” buka Can kepada sesi live di instagram DFB.

“Dia adalah sosok yang tidak suka berpura-pura. Ia selalu menjadi dirinya sendiri dan ia selalu memberikan segala yang ia miliki untuk para pemainnya.”


Baca Juga:


Selain itu Can juga mengatakan jika Klopp selalu mementingkan keluarganya. Sepak bola adalah hal berbeda dibandingkan dengan faktor tersebut.

“Baginya, hal-hal kemanusiaan selalu menjadi hal yang penting dan bagi saya itu sangat luar biasa. Sepak bola adalah sesuatu yang penting baginya, namun di matanya, keluarga tetap nomor satu.” ujarnya.

Itulah kenapa Klopp selalu memiliki hubungan erat dengan pemainnya. Hubungan bak keluarga coba ia terapkan di ruang ganti Liverpool.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Disebut Salah Klub Terbaik di Dunia, Klopp Malah Berikan Komentar untuk Anak Asuhnya

Vivagoal Liga Inggris – Liverpool merupakan salah satu tim paling hebat di dunia ini. Hampir semua tim yang bermain dengan mereka kebanyakan pesimis untuk menang.

Kendati demikian, manajer Liverpool Jurgen Klopp menjelaskan bahwa skuad utamanya masih memiliki banyak ruang untuk lebih berkembang lagi.

“Kami tak akan merubah pola permainan kami itu hal mendasar yang harus dipahami. Namun, apakah kami akan berhasil tergantung pada penampilan permainan kami,” kata Klopp kepada Sky Sports.

“Saat ini, kami memiliki kesempatan untuk meningkatkan performa individu. Masih banyak hal yang harus dikembangkan oleh para pemain. Saya juga tidak tahu apa yang terjadi pada masa depan kami,” lanjut Klopp.

“Kami masih memiliki celah yang harus segera diperbaiki dan kami sedang mengerjakan hal tersebut,” imbuhnya.


Baca Juga:


Sebagai informasi, Jurgen Klopp telah menjadi pelatih klub Liverpool sejak akhir tahun 2015. Hari demi hari, Liverpool semakin ditakuti oleh para klub lain.

Saat ini, Liverpool telah menjelma sebagai tim paling ditakuti oleh klub di Eropa. Apalagi dalam dua tahun terakhir ini mereka telah mendominasi di kompetisi Premier League dan bersaing dengan Manchester City.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Bundesliga Segera Bergulir, Pelatih Liverpool Berikan Tanggapan Berkelas

Vivagoal Bundesliga – Pandemi virus Corona ini membuat banyak kompetisi dihentikan oleh pihak operator liga. Masih belum jelas kompetisi di Eropa akan digelar kembali.

Dikabarkan bahwa Bundesliga akan digelar pada 9 Mei mendatang. Berkaitan dengan hal tersebut, Jurgen Klopp memberikan komentar bahwa seharusnya latihan bersama sudah diperbolehkan bila keadaan sudah aman.

“Kita telah melihat bawa kompetisi di Jerman akan segera dimulai. Mereka pun yakin bahwa wa dalam pertengahan Mei akan segera selesai pandemi ini,” kata Klopp dilansir dari Sky Sport.

“Kita akan segera melihat dan mengetahui apa yang mereka inginkan. Semua pasti menginginkan keamanan dan kesehatan. Namun, bila boleh usul maka kami akan melakukan latihan kembali,” ujarnya.


Baca Juga:


Kendati demikian, Klopp pun merasa tidak perlu dipaksakan sehingga kompetisi harus segera digelar kembali. Namun, Klopp juga menambahkan bahwa digelarnya sepak bola akan memiliki efek positif tersendiri bagi para penggemar di seluruh penjuru negara.

“Kita semua mengetahui bahwa situasi saat ini diwajibkan untuk berada di rumah. Semuanya merasa terisolasi dan kita tidak memiliki beberapa kegiatan yang menyenangka,” ujarnya.

“Bila diperbolehkan untuk berkumpul dan berlatih dalam 2 hingga 8 kelompok saya yakin itu lebih baik. Namun, saya tidak tahu, kapan itu akan terjadi. Kita harus menunggu tanggapan dari pemerintah saat ini.

“Kita tidak boleh memaksakan hal yang tidak bisa kita lakukan saat ini. Karena kita tidak bisa melakukan apa-apa sama sekali maka kita harus mengikuti anjuran dari pemerintah,” jelasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com