Tag: PFA

Liga Inggris Disarankan Mengurangi Jam Bermainnya, Kenapa?

Vivagoal – Liga Inggris – Ketua PFA, Gordon Taylor mengusulkan bahwa pertandingan yang akan dimulai kembali sebaiknya dikurangi waktu bermainnya selama masa pandemi COVID 19.

Liga Inggris memang tengah membicarakan kemungkinan untuk menggelar pertandingan kembali dengan para ahli medis. Gordon selaku ketua PFA pun memberikan usulan kepada pihak Liga Inggris untuk mengurangi menit bermainnya.

“Kami tidak tidak tahu apa yang akan terjadi nanti, yang kami tahu adalah ada beberapa ide yang telah diajukan. Kami juga mendengar akan banyak sekali pergantian dan pertandingan tidak akan digelar dalam dua kali 45 menit,” ujar Gordon pada BBC.

“Ada banyak hal yang memang harus dibahas untuk keputusan itu, tetapi yang paling penting adalah apakah bisa musim ini kita selesaikan dengan selamat,” tambah Gordon.

Pihak FIFA juga telah mengusulkan penambahan jumlah pergantian pemain yang semula tiga menjadi lima, penambahan jumlah pergantian pemain ini dimaksudkan agar mengurangi beban fisik para pemain untuk menyisakan sisa laga musim ini.


Baca Juga:


Usulan dari Gordon rupanya disambut baik oleh CEO Football League, Ricky Parry. Walau belum ada pembahasan serius, namun Ricky menjelaskan bahwa sangat bersyukur atas usulan yang diberikan Gordon itu.

“Tujuan pengurangan durasi waktu adalah untuk mengurangi kelelahan pada pemain. Kita belum pernah menghadapi ini sebelumnya, jadi sekarang bukanlah saat yang tepat untuk mengabaikan ide kreatif yang bermunculan,” jelas Ricky.

 Liga Inggris yang berakhir pada Maret lalu pun masih menyisakan 92 pertandingan lagi yang tersisa dengan calon kuat juara Liga Inggris musim 2019/2020 adalah tim besutan Jurgen Klopp, Liverpool.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Polemik Pemotongan Gaji di Inggris Berbuntut Panjang

Vivagoal Liga InggrisPandemi Corona memaksa kompetisi sepakbola di seluruh dunia ditunda. Alhasil perputaran uang pun tersendat dan membuat keuangan klub bermasalah termasuk Liga Inggris. 

Untuk mengatasi hal tersebut, beberapa klub seperti Barcelona dan Juventus memutuskan untuk memotong gaji pemain serta staf pelatih. Namun hal berbeda dilakukan oleh klub-klub Premier League yang memangkas pemasukan staf non-sepakbola.

Sikap tersebut dilakukan oleh Tottenham Hotspur, Newcastle United, dan Norwich City, yang lantas mengundang kritik banyak pihak termasuk Pemerintah Inggris. Mereka menyebut jika langkah tersebut tidaklah bijak mengingat gaji para pemain jauh lebih besar dibandingkan dengan karyawannya.

Pembelaan PFA

PFA selaku wadah para pesepakbola profesional di Inggris dari level Premier League angkat bicara. Menurutnya, para pemain bukan menolak dipotong gaji, tapi, mereka masih menunggu keputusan resmi otoritas tertinggi.

“Berlawanan dengan yang diberitakan media bahwa PFA tidak meminta para pemain menolak pemotongan gaji. Apa yang masih kami bicarakan saat ini adalah mencari metode yang terstruktur dan padu agar semua klub mendapat keadilan.

 “Para pemain sudah bicara ke kami bahwa staf non-sepakbola sangat vital untuk klub dan mereka tidak ingin adanya pemotongan gaji yang tidak adil. Tidak adil tentunya untuk masyarakat luas jika kami menggunakan dana bantuan dari pemerintah.

“Kami menerima bahwa pemain harus bersedia bersikap adil dan meringankan beban keuangan klub akibat Covid-19 demi kelangsungan masa depan mereka dan juga olahraga ini. Kami menyarankan kepada para pemain untuk menerima kenyataan ini,” ujar pernyataan resmi PFA.

Kenaikan Pajak Liga Inggris

Ketua Komisi Digital, Kebudayaan, Media dan Olahraga (DMCS) Parlemen Inggris, Julian Knight, beraksi keras dengan situasi ini. Dia menyurati Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak agar menaikkan pajak klub-klub tersebut sebagai hukumannya. 

“Jika klub Premier League tetap mempertahankan langkah ini, maka mereka harus mendapatkan hukuman. Saya akan meminta Premier League mencari penengah untuk membuat kesepakatan antarklub,” kata Julian.


Baca Juga: 


Julian menilai apa yang dilakukan klub di Inggris tidaklah adil. Menurutnya, para pemain dan staff kepelatihan yang punya gaji lebih besar sudah sepatutnya dipotong gaji agar para staff non sepakbola tetap bisa menerima upah secara utuh. 

“Staf non-pemain tugasnya menjaga klub Premier League agar tetap berjalan dengan baik, memastikan keuangan klub sehat, administrasi, seragam pemain, stadion, dan fasilitas pemain. Tidak adil jika staf tersebut harus dipotong gajinya sementara pemain digaji penuh.

“Jika tidak ada tindak lanjut sampai 7 April, maka pajak klub Premier League itu harus dinaikkan untuk menyeimbangkan pengeluaran gaji para pemainnya. Nantinya dana ini bisa digunakan untuk membayar gaji staf klub, atau membantu kompetisi amatir agar tetap hidup di masa sulit seperti sekarang,” tutup Julian.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Sepakbola Jalanan Jadi Rahasia Van Dijk Sulit Dilewati

Vivagoal Liga InggrisTak dipungkiri jika Virgil Van Dijk adalah tembok perkasa di lini pertahanan Liverpool musim lalu. Tak satupun pemain yang mampu melewatinya dalam duel satu lawan satu. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?

Statistik mengejutkan datang dari sosok Van Dijk. Bagaimana tidak, tak sekalipun dirinya gagal mengahalau para pemain yang coba melewatinya dalam duel satu lawan satu saat berseragam Liverpool baik di Premier League maupun di Liga Champions.

Karena perannya yang begitu sentral, Van Dijk pun seakan menjadi sosol yang tak tergantikan. Bersama The Reds ia mencatatkan total 50 penampilan bagi Liverpool musim 2018/19. Saat ditanya apa rahasia di balik performa impresifnya, pemain berusia 27 tahun tersebut mengatakan jika bermain sepakbola jalanan di masa lalu menjadi utama mengapa ia sulit dlewati oleh lawan-lawannya.

“Saya dapat banyak manfaat dan pengalaman dari situasi satu lawan satu dengan keseringan bermain di jalanan,” kata Van Dijk dalam wawancaranya dengan Unisport.

Baca Juga: Daripada Belanja Pemain, Liverpool Lebih Memilih Lakukan Ini

“Saya sering bermain lima lawan lima ketika masih remaja dan saya suka menyerang pada saat itu juga, jadi Anda bisa menebak bagaimana kemungkinan striker berpikir dalam situasi tertentu.”

“Tentu itu juga muncul dari pengalaman karier profesional saya, tapi saya pikir jika Anda ingin berkembang sebagai bek atau penyerang, maka teruslah bermain di jalan-jalan dengan teman-teman Anda,” tegas bek Belanda tersebut.

Kesukseannya tersebut lantas membuatnya meraih Pengharggan Pemain Terbaik versi PFA (Professional Footballers’ Association) dan mengangkat trofi Liga Champions.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Pemain Ini Buat Ruang Ganti Man United Kian Tak Kondusif

Vivagoal Liga Inggris – Paul Pogba disebut membuat situasi kamar ganti Manchester United memanas. Sang pemain dikabarkan sudah tak memiliki kepercayaan dengan klub dan terus berhasrat untuk hengkang musim panas nanti.

Masa depan Pogba sendiri menjadi buah bibir setelah dirinya melayangkan pujian terbuka kepada Real Madrid. Ia menyebut jika bermain di sana adalah mimpi semua pemain terlebih Madrid adalah salah satu klub terbaik di dunia.

Tak pelak usai pernyataan tersebut muncul Pogba terus menjadi sorotan. Bukan hanya karena masa depannya namun juga penampilannya yang terus menurun.

 

Umpan-umpan dan gol magisnya mulai menghilang saat Manchester United bermain. Dalam beberapa laga terakhir ia tak bisa berbuat banyak di mana Manchester United sudah harus menelan kekalahan di tiga terakhir mereka.

Situasi diperparah dengan kabar mulai menurunnya kepercayaan sang pemain terhadap pelatih MU, Ole Gunnar Solskjaer. Disebutkan oleh Mirror jika hal tersebut membuat panas ruang ganti Setan Merah.

Mereka bahkan menyebut jika situasi tersebut disebabkan oleh minat sang pemain hengkang ke Real Madrid yang tak hanya isapan jempol belaka. Baru-baru ini dikabarkan jika agen Pogba, Mino Raiola telah membatalkan pertemuan untuk membicarakan kontrak baru dengan pihak Setan Merah.

Kehilangan Pogba bisa menjadi pukulan telak bagi Manchester United. Hal ini tidak lepas dari kualitasnya yang terbukti menjadi satu-satunya pemain non-Liverpool dan non-Manchester City yang terpilih dalam PFA Team of the Season.

Namun mempertahankannya bisa jadi membuat kondisi kamar ganti kian memburuk. Melepasnya ke Madrid juga tak akan mudah mengingat MU dipastikan tidak akan rela sang pemain lepas dengan harga murah. Namun Madrid sepertinya tidak akan melepas kesempatan untuk mendatangkan gelandang timnas Prancis tersebut pada musim panas mendatang.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS