
5 Fakta Kegagalan Transfer Berbagai Tim di Premier League
- Alexis Mac Allister

Mac Allister mampu mendulang status sebagai salah satu gelandang terbaik di dunia dengan mentas di Brighton. Pada 2023 lalu, Liverpool yang tertarik mengamankan jasanya menebus klausul rilisnya di angka 35 juta paun. Angka itu lumayan kompetitif bagi sosok yang semepat menangi Piala Dunia 2022 bersama Timnas Argentina
Secara hitung-hitungan, Brighton sudah untung lebih dari 5 kali lipat ketika ia dilepas ke Merseyside. Mahar yang dikeluarkan the Reds merupakan klausul rilis yang tersemat dalam kontraknya. Namun angka itu dirasa terlalu kecil lantaran sebelumnya mereka sempat melepas berbagai pemain dengan harga yang lebih tinggi macam Moises Caicedo hingga Ben White.
Saat ini, Mac Allister menjadi pemain yang lumayan diandalkan Jurgen Klopp atau Arne Slot. Ia sudah mentas dalam 95 laga di lintas kompetisi dan mendulang 14 gol serta 13 assist bagi klub. ia juga turut membantu tim mendulang gelar Piala Liga dan Premier League.
- Nottingham Forest

Di musim 2022/23 kemarin, Nottingham baru saja memastikan diri promosi ke Premier League. the Garibaldi kemudian mendekati semua pemain yang mungkin tersedia di berbagai belahan dunia guna merapat ke City Ground dan dikomandoi Steve Cooper. Dalam dua jendela transfer yang dilalui, mereka mengamankan 30 nama berbeda!
Mereka sukses bertahan di musim 2022/23 kemarin. Namun mereka hampir terdegradasi. Gol difference-nya merupakan yang terburuk dengan muns 30 poin. Namun Forest setelahnya menjadi sadar diri dan paham posisi dengan memaksimalkan nama-nama yang benar-benar penting seperti Neco Williams, Morgan Gibbs-White hingga Chris Wood. Sampai sekarang, ketiganya masih berada di tim.
- Jose Mourinho

Tottenham Hotspur sempat menjadi tim yang diperhitungkan ketika masih diarsiteki Mauricio Pochettino. Namun pelatih asal Argentina kemudian dipecat lantaran rangkaian hasil buruk yang menerpa tim. Penggantinya, Jose Mourinho. Asa terbuka lebar ketika the Special One menukangi Spurs. Dahaga gelar juara bisa saja terbuka mengingat Mou kerap memenangkan apapun bersama tim yang dibesutnya.
Namun kenyataan berkata lain. Pendekatan taktik reaktif yang digunakan Mou tak cocok dengan para pemain Spurs penampilan mereka ada di bawah standar. Bahkan, ketika bertemu tim Big Six Premier League, penampilan Harry Kane dan kolega tak cukup meyakinkan. Mou hanya bertahan 17 bulan dengan rangkaian konflik, mengkritik para pemainnya secara terbuka dan dipecat seminggu sebelum final Piala Liga melawan Manchester City.
Baca Juga:
- Obrolan Vigo: Paul Pogba dan Monaco Akan Saling Menguntungkan
- Obrolan Vigo: Daniel Levy, Sumber Masalah Tottenham Hotspur
- Obrolan Vigo: Transfer Rayan Cherki Adalah Bukti Cerdasnya Manchester City
- Obrolan Vigo: Jadon Sancho yang Belum Lelah Mencari Suaka
- Antony

United nampak terkena scam nyata terkait transfernya. Sang pemain tak memiliki level yang maksimal ketika di Ajax. Ia hanya mendulang 17 gol dan 12 assist dalam dua tahun di Amsterdam. Namun Setan Merah harus merogoh kocek yang hampir sama dengan kepindahan Gareth Bale dari Tottenham Hotspur ke Real Madrid beberapa waktu lalu.
Antony memang bukan menjadi pembelian termahal Manchester United. Namun ekspektasi besar yang tersemat padanya saat mentas lagi di bawah komando Erik ten Hag seakan menguap entah kemana. Pemain asal Brasil lebih aktif menjadi ballerina di lapangan hijau dibanding memberikan kontribusi nyata bagi tim.
Sang pemain gagal membuktikan diri di klub. Terasing ke bangku cadangan dan puncaknya, dipinjamkan ke Real Betis. Untungnya, di Andalusia performanya lumayan stabil.
- Chelsea

Selain Nottingham Forest yang tampil ugal-ugalan di lantai bursa, ada pula Chelsea yang mereplika pola yang sama. Di bawah komando Todd Boehly yang mengakuisisi tim dari Roman Abramovic, Chelsea mengamankan sejumlah nama macam Marc Cucurella, Wesley Fofana hingga Rahem Steerling. Total, hampir 300 juta Euro yang dikucurkan untuk nama-nama tersebut.
Hasilnya, Chelsea yang sebelumnya bertengger di posisi tiga klasemen akhir musim sebelumnya tercecer jauh. Mereka mengganti tiga pelatih dalam satu musim mulai dari Thomas Tuchel, Graham Potter hingga Frank Lampard. London Barat pun harus duduk di posisi 12 klasemen akhir dalam periode itu.
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com














