
Obrolan Vigo: Daniel Levy, Sumber Masalah Tottenham Hotspur
Vivagoal – Berita Bola – Tottenham Hotspur baru saja mendepak Ange Postecoglou sebagai pelatih meski juru taktik asal Australia itu sukses hantarkan tim menangi gelar pertama sejak 17 tahun terakhir. Ada peran besar Daniel Levy di balik keputusan tersebut. Sosok berkepala plontos memang kerap membuat keputusan yang lumayan kontroversial.
Dalam beberapa kesempatan, Ange sempat mengklaim jika dirinya akan mempersembahkan gelar pada musim keduanya menukangi kesebelasan. Hal tersebut sempat dibuktikan ketika ia menukangi beberapa kesebelasan macam Glasgow Celtic dan Yokohama F Marinos. Ucapan tersebut pada akhirnya terealisaasi saat menukangi Spurs.
Pasca menulang gelar Piala Liga pada 2008, almari trofi Spurs masih kosong. Ange mampu mempersembahkan satu gelar tatkala hantarkan Son Heung-min dan kolega menjuarai Europa League di musim 2024/25 kemarin saat menyudahi perlawanan Manchester United di partai final. Spurs otomatis mengunci spot untuk mentas di Liga Champions pada musim depan.

Posisi Ange yang awalnya dispekulasikan pasca serangkaian hasil buruk di kancah domestik pun mereda. Namun kenyataan berkata lain. Beberapa hari pasca membantu timnnya juara, Spurs memutuskan menyudahi kebersamaannya dengan sosok asal Negeri Kangguru. Catatan buruk di Premier League menjadi penyumbang terbesar dari masalah tersebut.
Baca Juga:
- Obrolan Vigo: Transfer Rayan Cherki Adalah Bukti Cerdasnya Manchester City
- Obrolan Vigo: Jadon Sancho yang Belum Lelah Mencari Suaka
- Obrolan Vigo: Ramadan Sananta dan Jejak Kaki Indonesia di Liga Malaysia
- Obrolan Vigo: Jack Grealish yang Harus Mencari Suaka di Luar Manchester City
Musim 2024/25, Spurs harus berakhir di posisi 17 klasemen akhir. Mereka kalah 22 kali di kancah domestik. Masalah badai cedera menjadi muasal mengapa performa tim urung stabil. Namun laporan dari reporter TeamTalk, Fraser Fletcher mengklaim jika Daniel Levy kurang senang dengan cata Ange bermain sehingga hal tersebut membuat banyak pemainnya yang cedera.
“Dalam sesi latihan bersama pelatih asal Australia. Tim diminta fokus untuk memainkan bola-bola kecil. Ia dianggap gagal mempersiapkan pemain untuk menghadapi tuntutan fisik dan skema garis pertahanan tinggi. Sumber internal dari Spurs mengklaim pemain kurang latihan lari jauh yang membuat pemain rentan cedera otot lantaran tubuh merka tak siap untuk beban besar yang mungkin terjadi di pertandingan,” tulis laporan TeamTalk.

Sebelum Ange mendapatkan pemecatan, Levy juga berperan dalam mendepak berbagai nama dengan reputasi bagus macam Antonio Conte, Jose Mourinho hingga Mauricio Pochettino. Untuk Mou, alasan taktikal juga sempat menjadi isu. Celotehannya soal berbagai hal termasuk kritik ke pemainnya sendiri juga menjadi sebab. Bahkan dirinya dipecat sepekan sebelum final Piala Liga melawan Manchester City.
Sementara untuk Conte, Levy nampaknya malas memenuhi permintaan pelatih asal Italia pasca hantarkan timnya mendulang tiket ke Liga Champions. Bahkan, mantan juru taktik Juventus mengklaim jika Spurs memiliki mentalitas yang kecil untuk mendulang hal yang besar.
Poch juga sempat didepak lantaran rangkaian hasil buruk yang mereka dapatkan di kancah domestik. Padahal di musim 2018/19 lalu, mereka mampu menembus babak final Liga Champions. Padahal ketika itu, mereka sempat 18 bulan tak belanja pemain lantaran masalah dana yang dikucurkan guna pembangunan Stadion baru.
Baca Juga:
- 5 Fakta Pemain Non Spanyol di Athletic Bilbao
- Promosi ke Championship, Inilah 5 Fakta Pemain yang Diincar Wrexham Musim Depan!
- Sudah 30 Tahun Bergulir, Inilah 5 Fakta Tim Tersukses MLS
- Baru Saja Promosi, Inilah 5 Pemain Termahal yang Pernah Dimiliki Sunderland
Levy yang merupakan pebisnis ingin segala hal berjalan beriringan. Investasi besar yang dikeluarkan Spurs ketika membelinya pada 2000an awal diharapkan berjalan bersama prestasi yang mungkin direngkuh. Namun dalam periode tersebut, mereka baru mengunci dua gelar mayor di berbagai ajang dan entah berapa dana kompensasi yang harus dikeluarkan guna memecat segudang pelatih yang di atas kertas, bisa saja memberikan kejayaan.
Dari berbagai asalan yang mengapa beberapa pelatih dipecat, ada Kesimpulan yang bisa ditarik. Levy ingin timnya bermain bagus dan terus berbisnis dengan baik. Untuk aspek yang disebut terakhir, Spurs pernah mencatatatkan rekor pendapatan di angka 113 juta paun pada 2017/18 lalu dan angka tersebut mencapai hampir 550 juta paun pada 2023. Angka yang lumayan tinggi untuk tim yang tak terlalu berprestasi.
Thomas Frank becomes the 14th manager to work under Daniel Levy at Tottenham. pic.twitter.com/86euhgun4K
— The Touchline | Football Coverage (@TouchlineX) June 12, 2025
Ia juga mampu mempertahankan beban gaji dalam skuatnya. Ia seakan ingin mengeluarkan banyak dana untuk asa tersebut dan punya manajer yang mengikuti kemauannya. Sayangnya, sosok asal Essex perlu dibangunkan dari tidurnya lantaran timnya berkiprah di Premier League. Bulan Ligue 1 atau Serie A yang memungkinkan adanya batas gaji dan mekanisme transfer besar yang bisa terjadi dari semua tim.
Levy, sadar atau tidak merupakan delusional entrepreneur pemula yang berharap low budget-high impact dalam roda bisnis bernama Tottenham Hotspur. Mengutip Conte, tim ini memang tak akan memiliki ambisi besar dan akan tetap begitu-begitu saja, siapapun yang melatih mereka dan pemain mana saja yang merapat ke London Utara nantinya.
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com















