Vivagoal5 FaktaAda banyak nama pelatih legendaris yang takkan lekang oleh waktu meski mereka sudah pensiun. Salah satunya adalah Sir Alex Ferguson.

Jika berbicara sosok Sir Alex Ferguson, kita takkan bisa lupa dari sepak terjangnya kala masih melatih Manchester United. Kedua bagian tersebut seakan tak bisa dipisahkan.

Ia telah melatih tim setan merah dari tahun 1986 hingga tahun 2013. Prestasinya selama melatih tim setan merah membuatnya menjadi salah satu pelatih tersukses di dunia berkat rentetan gelar yang telah ia peroleh hingga kini.

Di samping kesuksesannya sebagai seorang pelatih, Ferguson dikenal sebagai sosok yang tegas kepada para pemainnya. Kedisplinan serta gaya kepelatihannya menghadirkan banyak cerita terkait karir kepelatihannya.

Untuk itu, Vivagoal akan menyuguhkan 5 fakta unik terkait sepak terjang Sir Alex dalam 5 fakta Sir Alex Ferguson

 

  • Hairdryer treatment

Sir Alex memang terkenal akan gaya kepelatihannya yang tegas. Salah satu metode kepelatihan yang sangat terkenal dan menjadi ciri khas dari Fergie (Sapaan Ferguson) adalah hairdryer treatment.

Semua pemain MU enggan mendapatkan treatment tersebut. Jika ada pemain yang bermain buruk maka, mereka akan mendapatkan hal ini. Apa itu hairdryer treatment? Sebenarnya, Fergie hanya akan memarahi pemainnya dengan keras namun, caranya yang berbeda membuatnya menjadi salah satu hal yang sangat menyeramkan.

Fergie akan berbicara dengan pemain yang ia anggap salah dengan jarak yang sangat dekat bahkan hingga kepala menempel satu sama lain. Setelah itu, Fergie akan memarahinya dengan keras sampai sang pemain benar-benar menyadari kesalahannya.

Beckham mengatakannya sebagai cara yang ampuh agar para pemain MU bermain dengan baik guna menghindari hairdryer treatment seperti dilansir dari BBC.

 

  • Penyesalannya karena menjual Beckham

Fergie sempat terlibat konflik dengan salah satu pemain kesayangannya, David Beckham. Kala itu, Fergie menganggap Beckham sudah terlalu sombong dan lupa daratan. Di laga kontra Arsenal pada tahun 2003, Fergie menendang sepatu dan mengenai Beckham karena ia membuat kesalahan.

Beckham memperbolehkan awak media untuk mendokumentasikan lukanya. Esok harinya, Sir Alex langsung murka dan memutuskan untuk menjual sang pemain. Alhasil, Beckham akhirnya pindah ke Real Madrid.

Sang pelatih menilai jika Beckham telah lupa asal usulnya sebagai seorang pesepakbola dan menganggapnya diri sebagai seorang selebriti. Hal ini juga terlihat dari deretan foto-foto Beckham dengan gaya rambut yang baru saat itu.

Meski demikian,Fergie tetap menyesalkan hal tersebut. Ia dikabarkan menganggap Beckham seperti anaknya sendiri dan mengaguminya karena Beckham memiliki mimpi yang besar sebagai seorang pemain sepakbola seperti dilansir dari The Guardian.

 

  • Rock of Gibraltar

Rock of Gibraltar sebenarnya adalah nama kuda pacuan yang dimiliki oleh Sir Alex dan juga salah satu pemegang saham di MU, John Magnier. Kedua orang ini juga sempat terlibat konflik pada tahun 2004 kemarin. Mereka sama-sama mengklaim bahwa kuda tersebut adalah milik mereka.

Konflik berkepanjangan antara kedua orang tersebut akhirnya menghasilkan hubungan yang tidak harmonis antara kedua belah pihak. Selain itu, hal ini juga dianggap berimbas kepada performa tim setan merah yang tidak maksimal pada musim itu. Fergie di anggap sebagai sosok yang paling bersalah akibat performa MU yang kurang maksimal.

 

  • Mengagumi sosok Jose Mourinho

Di dalam bukunya, Sir Alex Ferguson menyatakan kekagumannya kepada Jose Mourinho. Pelatih berjuluk the special one tersebut mampu menarik perhatian Sir Alex karena, sikapnya yang terlihat penuh percaya diri saat mengatakan dirinya sebagai the special one di Chelsea.

Meski murka saat MU tersingkir kala berhadapan dengan Porto saat masih dilatih oleh Mourinho, Fergie memberikan ucapan selamat kepada Mou lewat segelas wine yang akhirnya menjadi tradisi setelah pertandingan.

Hal tersebut melahirkan pendapat jika Mourinho termasuk sebagai salah satu pewaris tahta pelatih Fergie jika Fergie pensiun. Namun, Fergie tak pernah menyebutkan Mourinho sebagai salah satu suksesornya di MU meski Mourinho akhirnya melatih MU.

 

  • Fergie time

Fergie time merupakan salah satu filosofi sepakbola yang terkenal pada masa Sir Alex Ferguson. Ferguson menyebutnya sebagai salah satu hal yang memacu semangat para punggawa tim setan merah untuk berjuang semaksimal mungkin hingga menit-menit terakhir.

Salah satu kejadian yang paling nyata adalah kala tim setan merah berhasil meraih gelar Liga Champion di tahun 1999 dengan mengalahkan Bayern Munchen. Tim setan merah berhasil menciptakan 2 gol di babak injury time.

Fergie mengaku bahwa ini hanya akal-akalannya saja untuk membuat tim lawan panik dan terintimidasi. Sang pelatih akan terlihat melihat jam dan seakan-akan hal tersebut bisa membuat perhatian wasit dan tim lawan terpecah. Namun, sang pelatih mengatakan bahwa ia hanya pura-pura melihat jamnya.

Selalu update 5 fakta terbaru sepakbola, highlights dan berita bola hanya di Vivagoal.com

Leave a Reply