
5 Fakta Nasib Klub yang Ada di Musim Debut Premier League 1992/93
- Oldham Athletic

Oldham pernah mencatatkan rekor di musim 1992/93 lalu dan sukses bertahan di top flight pasca finish di urutan 19 klasemen akhir dengan 49 poin dari 42 laga yang dimainkan. Mereka lebih baik dalam urusan selisih gol dibanding tiga tim lain yang harus terdegradasi ke First Division di musim selanjutnya.
The Latics sukses mencatatkan rekor gol terbanyak di musim tersebut pasca menang 5-3 atas Nottingham Forest pada 22 Agustus 1992 silam. Tak hanya itu, rekor lain juga hadir 3 April 1993 lalu kala mereka menggasak Wimbledon dengan skor 6-2. Catatan tersebut menjadi hal unik bagi mereka. Namun hal manis itu hanya bertahan semusim lantaran di musim selanjutnya, mereka harus terdegradasi ke First Division.
Sejak terdegradasi, mereka belum pernah kembali lagi ke Prem dan kerap turun naik dari League One dan League Two. Sejak musim 2022/23, mereka mentas di National League, setara divisi lima. Namun di akhir musim 2024/25 kemarin, mereka sukses promosi ke League Two pasca keluar sebagai juara.
- Wimbledon

Wimbledon merupakan tim yang lumayan disegani di akhir 80an. Mereka pernah mendulang status prestis kala menangi FA Cup di musim 1987/88 lalu yang berisikan para pemain yang mengusung pola agresif, bermian dengan keras dan punya reputasi sebagai tim dengan disiplin yang buruk yang berisikan berbagai nama seperti Vinnie Jones, Dennis Wise, Dave Beasant, John Fashanu hingga Lawrie Sanchez.
Di 1992/93, Wimbledon mampu duduk di posisi 12 klasemen akhir dengan koleksi 54 poin dari 42 laga yang dimainkan. Mereka juga pernah mencatatkan rekor buruk di musim tersebut kala keok 6-2 atas Oldham dengan skor 6-2, April 1993 lalu dan punya catatan rekor penonton yang sedikti datang kala kalah 1-3 dari Everton, Januari 1993 lalu kala Selhurst Park, kendang mereka hanya didatangi 3.000an orang.
Spesialnya, mereka mampu bertahan selama 7 musim di Premier League dan harus terdegradasi di musim 1999/00 lalu dan belum mampu kembali lagi ke kasta atas. Pada 2001, klub ingin memindahkan lokasi ke ke Milton Keynes dan fans tak suka dengan hal ini. Mereka pun kemudian membentuk AFC Wimbledon dan pada 2004, MK Dons yang juga pecahan Wimbledon juga tetap beroperasi.
- Sheffield Wednesday

Sheffield Wednesday mampu memainkan musim produktif pada 1992/93 silam. Tim yang kala itu diarsiteki oleh Trevor Francis mampu duduk di posisi 7 klasemen akhir dengan 59 poin dari 42 laga yang mereka mainkan. Berbagai rekor menarik juga pernah dikoreksi the Owls pada musim perdana Premier League.
Bersama United, mereka menjadi tim yang mendulang 7 kemenangan beruntun. Namun mereka juga punya rekor buruk kala dihempaskan Manchester City dengan skor 0-3 kala mentas di kandangnya sendiri, Hillsborough, September 1992 lalu. Sejak musim pembuka Prem, mereka bertahan lumayan lama dengan mentas 7 musim di top flight sebelum akhirnya terdegradasi bareng Wimbledon di musim 1999/00.
They have arrived pic.twitter.com/G6u3v7yne9
— Sheffield Wednesday Argentina 🏆 (@SWFCArgentina) July 19, 2025
Sejak terdegarasi, mereka belum pernah kembali barang sekali ke tier atas. The Owls lebih sering berkumbang di tier EFL Championship. Bahkan pernah dalam beberapa momen, mereka mentas di tier ketiga yakni League One. Musim 2024/25 kemarin, Wednesday duduk di posisi 12 klasemen akhir Championship.
Baca Juga:
- Obrolan Vigo: Pep Guardiola yang Kembali Memanaskan Mesin Phil Foden
- Obrolan Vigo: Manuver Atletico Madrid dan Lampu Kuning untuk El Clasico
- Obrolan Vigo: Diogo Jota, Si Bocah Kalem dari Massarelos
- Obrolan Vigo: Pohon Kepelatihan Pep Guardiola
- Coventry City

The Sky Blues mampu tampil menjadi kuda hitam di musim inagurial Premier League dengan duduk di posisi 15 klasemen akhir dengan koleksi 52 poin dari 42 laga yang dimainkan. Kala itu, tim masih ditukangi Bobby Gould. Mereka pernah mencatatkan rekor apik kala menang dengan skor besar 2-5 atas Blackburn Rovers di Ewood Park, Januari 1993 lalu.
Tim yang bermarkas di Highfield Road sempat bertahan selama 8 musim sejak keikutsertaan mereka di Prem. Namun sayang, sejak terdegradasi di musim 2001/02 lalu, mereka belum pernah kembali lagi. Coventry banyak berkutat di Championship, League One hingga League Two dalam 20 tahun terakhir.
Di musim 2024/25 kemarin, angin segar sempat datang ketika Frank Lampard mengarsiteki tim. Mereka mampu finish di peringkat empat klasemen akhir Championship dan punya peluang mentas di Prem melalui fase play-off. Namun sayang, langkah mereka harus terhenti di fase semifinal oleh Sunderland dengan agregat 3-2 dalam dua leg yang dipertandingkan.
- Middlesbrough

Di antara semua tim yang terasemat dalam daftar, Middlesbrough menjadi tim yang kerap turun naik ke Prem meski perkubangan mereka di tier bawah lumayan lebih sering terjadi. Namun ada momen Riverside Stadium kerap riuh rendah kedatangan berbagai tim Big Six dibanding empat tim yang tersemat di atas melalui kancah Liga.
Pada musim pembuka 1992/93, Boro tak bermain prima. Mereka harus terdegradasi ke First Division pasca hanya mampu duduk di posisi ke-21 dengan 44 poin dari 42 laga yang dimainkan. Catatan pertahanan tim terbilang buruk lantaran bobol 75 kali dalam satu musim dan hal itu menjadikan mereka tim dengan reputasi pertahanan terapuh.
Pasca terdegradasi, mereka harus bertarung dua musim di First Division sebelum kembaki pada 1995/96 dan sempat menjadi kuda hitam di awal 2000an. Boro pernah memiliki rekor unik kala menjadi kuda hitam di periode tersebut lantaran pernah menangi Piala Liga pada 2003/04 dan menjadi finalis Piala UEFA di tahun 2005/06 lalu.
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com















