5 Fakta Paul Gascoigne: Pawang Gattuso Hingga “Menggocek” Alex Ferguson

Irman Maulana - Mei 27, 2021
Dibaca Normal dengan Waktu Menit
Gascoigne Gattuso Rangers
(Photo by Alan Harvey/SNS Group via Getty Images)

Gazza berada di London Utara selama empat musim pada medio 1988-1992. Setelah itu Ia sempat mencicipi karir di Italia bersama Lazio, sebelum pindah ke Skotlandia bersama Glasgow Rangers. Di Rangers, Gazza bertemu dengan salah satu pemain yang tumbuh jadi sosok mengerikan, yakni Gennaro Gattuso. Kebersamaan Gazza dengan seorang Gattuso pun menghadirkan beberapa kisah unik.

Ketika itu, Gattuso masih berusia 19 tahun dan baru saja pindah dari Perugia menuju Rangers di tahun 1997. Tak bisa berbahasa Inggris, membuat Gattuso mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dengan pelatih maupun para pemain lain.


Baca Juga:


Namun kesulitan tersebut bisa teratasi dengan kehadiran Gascoigne pada skuad Rangers. Gazza didaulat menjadi penerjemah bagi Gattuso karena Ia memiliki kemampuan berbahasa Italia, setelah tiga musim membela Lazio pada medio 1992-1995.

Salah satu kejadian unik dari keduanya adalah ketika Gazza melakukan “ospek” pada seorang Gattuso muda. Menurut Gattuso, Gazza sekali waktu pernah mengerjai dirinya dengan memasukan kotoran manusia pada kaus kakinya.

(Photo by SNS Group via Getty Images)

“Hari-hari pertamaku di Glasgow, Paul Gascoigne buang hajat di kaus kaki saya. Dia melakukan itu saat saya sedang mandi. Ketika kembali, saya mencium bau kotoran manusia dan itu berasal dari kaus kaki saya,”ujar Gattuso.

Tetapi setelah kejadian itu hubungan Gazza dan Gascoigne justru semakin dekat, meski disana ada pemain Italia lain. Ketika banyak pemain Rangers cedera karena aksi Gattuso, Gazza lah yang diminta untuk berbicara padanya.

Bahkan bisa dibilang sosok Gazza merupakan “pawang” dari keganasan Gattuso selama beraksi di Ibrox Stadium. Hal tersebut dijelaskan oleh mantan bintang asal Denmark, Brian Laudrup, yang menurutnya Gazza selalu menampar Gattuso untuk menenangkannya.

“Jika kamu mengatakan kepada saya sepuluh tahun yang lalu Rino Gattuso akan menjadi detak jantung AC Milan, saya akan menertawakan kamu,”ujar Laudrup dilansir Dailymail.

“Dia (Gattuso) adalah seorang anak pemarah. Dia tidak bisa berbahasa Inggris pada awalnya tetapi hanya mengeluh dalam bahasa Italia. Dan dalam latihan atau permainan dia seperti Tasmanian Devil.

“Gazza harus memberinya beberapa tamparan untuk menenangkannya. Pikiranmu, Gazza melakukan itu kepada semua orang. Tapi untuk semua kesalahan dan sikap kasar itu, saya senang Gattuso ada di tim saya.”

4. Mencuri dan Menabrakan Bis Baru Middlesbrough