
5 Fakta Pemain Muda Potensial yang Tinggalkan Eropa di Usia Muda
- Oscar

Oscar digadang menjadi perpanjangan tangan dari Frank Lampard ketika ia merapat ke Chelsea pada 2012 lalu dengan mahar 25 juta paun. Di sana, ia meneken kontrak 5 tahun dan langsung memberikan kontribusi nyata bagi the Blues di lini tengah. Ia sempat mendulang dua Premier League, satu Piala Liga dan satu Europa League dalam masa baktinya di klub.
203 laga dan 38 gol di lintas kompetisi menjadi kontribusinya bagi Chelsea. Namun di musim dingin 2016, langkah mengejutkan diambil dalam karirnya. Ia pergi dari Chelsea dengan mahar 60 juta Euro guna merapat ke Shanghai Port. Angka itu menjadi rekor penjualan bagi the Blues atas sang pemain. Banyak yang mengkritisi langkahnya pergi karena uang dan fakta itu benar adanya.
Di Shanghai, Oscar mendapatkan bayaran 20,8 juta paun per tahun. Bayaran itu menjadikannya salah satu pemain dengan bayaran termahal di dunia. “China memiliki finansial keuangan dan terkadang hal itu membuat pemain tak bisa menolaknya,” urai sang pemain seperti diwartakan Copa90.
- Riqui Puig

Jebolan akademi La Masia ini digadang sebagai penerus Andres Iniesta di Barcelona. Ia mulai mentas di tim utama pada 2018. Namun sayang, langkahnya di tim terbilang statis lantaran harus kalah saing dengan sosok lain. Puig lebih akrab duduk di bangku cadangan dibanding bermain di lapangan.
Dalam empat tahun masa baktinya di klub, sang pemain hanya mengepak 60 laga di lintas kompetisi dan mendulang dua gol bagi Blaugrana. Pada 2022, ketika Barca harus mereduksi beban gaji skuat, nama Puig otomatis terlempar. Bukannya lanjutkan karir di Eropa, ia memilih MLS sebagai destinasi. Sang pemain pun merapat ke LA Galaxy sebagai lanjutan dari karirnya.
Di Amerika Serikat, Puig nampak nyaman meletakan kakinya di sana. Berbagai laga dimainkan di berbagai ajang. Sang pemain sudah mentas dalam 82 pertandingan dan mengepak 29 gol. Ia juga sudah meneken kontrak dengan mantan tim Zlatan Ibrahimovic itu. Dalam prosesnya, ia turut membantu tim menangkan MLS Cup dan Western Conference 2024.
- Alex Teixeira

Pasca meninggalkan Vasco da Gama, Alex Teixera memutuskan merapat ke Shakhtar Donetsk sebagai lanjutan karir di Eropa. Biasanya, mereka yang mentas di Ukraina atau Rusia akan mudah menarik minat dari tim besar Eropa. Tuah tersebut juga sempat hadir pada Alex dalam masa baktinya di klub.
Memperkuat Shaktar dalam kurun 2010-2016, ia menjadi pilar penting tim memenangi berbagai gelar domestik dan beberapa kali. 89 gol dari 223 laga sukses dilahapnya. Berbagai tim besar Eropa yang mencari gelandang serang baru mengalihkan buruan padanya. Liverpool sempat membuka penawaran di angka 32 juta Euro. Namun sang pemain merapat ke Jiangsu Suning dengan valuasi 50 juta Euro.
Alex Teixeira: “I want a move to a big league to improve my chances of playing for Brazil.”
Joins Chinese League pic.twitter.com/CLGBUku9vW
— Football Factly (@FootballFactly) February 5, 2016
Di Tiongkok, gaji mingguan di angka 210 ribu Euro per pekan sukses dikoreksi. Banyak yang menyayangkan langkahnya memilih China sebagai destinasi. Alex seakan tak ambil pusing. Ia rutin bermain di sana hingga 2020. Sang pemain sempat melipir sebentar ke Benfica pasca CSL ambruk dan kini ia memperkuat tim masa kecilnya, Vasco.
Baca Juga:
- Obrolan Vigo: Berkah Kesederhanaan SC Freiburg
- Obrolan Vigo: Sudah Waktunya Pep Guardiola Memaksimalkan Potensi Tersembunyi Grealish
- Obrolan Vigo: James Rodriguez yang Sudah Selesai di Eropa
- Obrolan Vigo: Nicolas Anelka, Sang Kutu Loncat dengan CV Mentereng
- Gabri Veiga

Celta Vigo sempat menelurkan calon pesepakbola potensial dalam wujud Gabri Veiga. Sang pemain sudah mulai mentas di tim utama pada 2021 dan mulai bermain penuh setahun berselang. Bersama O Celeste, 50 laga sempat dikoreksi di tim utama dan 11 gol menjadi sumbangsihnya untuk tim asal Galacia itu.
Veiga kemudian menarik minat berbagai tim Eropa mulai dari Manchester City, Liverpool, Chelsea hingga Napoli, ia memutuskan hengkang ke Al-Ahli yang mengaktifkan klausul rilis di angka 40 juta Euro. Gajinya per tahun ada di angka 12,5 juta Euro dan angka ini naik 12 kali lipat dari bayarannya di Celta. Keputusan merapat ke Saudi, di usia 20 tahun disebut Toni Kroos sebagai langkah yang memalukan.
- Angelo

Angelo sempat dibeli Chelsea sebagai proyek jangka panjang tim. Namun ia tak penah benar-benar memperkuat the Blues. Sang pemain sempat dipinjamkan ke Sister Club RC Strasbourg selama semusim guna mendapatkan menit bermain untuk investasi di angka 15 juta Euro yang dikeluarkan Chelse.a
Semusim pasca dipinjamkan, ia kemudian harus dijual lantaran Chelsea membutuhkan dana segar guna merapihkan neraca keuangan klub. Sang pemain merapat ke Al-Nassr dan mentas bareng Cristiano Ronaldo dengan mahar 23 juta Euro. Di Saudi, ia sudah mengepak 32 laga di berbagai ajang dan mendulang dua gol serta 10 assist.
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com















