
Obrolan Vigo: Nicolas Anelka, Sang Kutu Loncat dengan CV Mentereng
Vivagoal – Berita Bola – Perjalanan karir Nicolas Anelka barangkali menjadi mimpi bagi setiap pesepakbola yang tengah merintis. Bagaimana tidak, ia mendapatkan banyak pengalaman selama berprofesi sebagai pemain bola lantaran lumayan malang-melintang membela klub-klub besar di Eropa.
Anelka digadang menjadi pemain potensial sejak dirinya masih memperkuat PSG dan memulai debut di usia 16 tahun. Namun di sana, ia hanya mentas selama setahun dan mengepak 10 laga serta satu assist. Namanya juga sempat tersemat dalam Piala Dunia U20 pada 1997 lalu.
Meski jarang bermain, hal itu tak menyurutkan minat Arsene Wenger untuk memboyongnya ke London Utara. Dana tak kurang dari 500 ribu paun. Pada awal karir di London Utara, sang pemain masih kesulitan meraih menit bermain ideal. Namun, momentum datang kala penyerang utama The Gunners, Paul Merson, mengalami cedera. Anelka langsung membuktikan diri.

Pada musim 1997-98, ia membantu Gunners meraih gelar Liga Inggris dan FA Cup. Di musim berikutnya, ia tampil moncer dengan catatan 17 gol di liga serta mendapat gelar PFA Youth Player of the Year. Namanya juga sempat digadang bakal mentas bersama Timnas Prancis di Piala Dunia 1998 silam. Namun asa tersebut gagal terwujud.
Baca Juga:
- 5 Fakta Negara dengan Rangking FIFA Terendah yang Main di Piala Dunia
- 5 Fakta Nasib Pemilik Satu Caps di Timnas Inggris
- 5 Fakta Klub yang Menumpang di Liga Lain
- 5 Fakta Pemain Besar yang Pernah Merapat ke QPR
Setelah tampil apik di Inggris, Real Madrid yang merupakan tata surya para intang sepakbola tertarik merekrutnya. Los Blancos tak sungkan memecahkan rekor transfer klub guna membawanya ke Spanyol dengan valuasi 22,3 juta paaun. Akan tetapi, karirnya bersama Los Merengues tidak berjalan lancar.
Pria yang lahir di Versailles itu belum mencetak gol selama 5 bulan pertamanya dan justru lebih sering membuat onar. Ia pernah terlibat cekcok dengan pelatih Real Madrid saat itu, Vicente del Bosque. Anelka menolak datang latihan yang membuatnya mendapat hukuman larangan bermain. Pasca tak dibekukan, ia sempat bermain dan mendulang gol melawan Bayern Munich dan mentas di laga final bersama Valencia serta membantu tim menang satu Liga Champions.

Anelka hanya bertahan semusim di Real Madrid, sang pemain putuskan kembali ke Paris dengan memperkuaat PSG. Datang dengans status sebagai penggedor handal, namun sayang. Ia dan Les Parisiens seakan tak berjodoh. Masalah dengan pelatih serta golnya masih terbilang seret. Peminjaman ke Liverpool pun harus dilakukan guna menaikan moralnya.
Bersama the Reds, Anelka masih kurang menggigit. Ia hanya mendulang 5 gol di lintas kompetisi dalam masa peminjamannya. Pelatih Liverpool saat itu Gerard Houllier menutup asa mempermanenkan dan lebih memilih mengontrak striker Senegal yang moncer di Piala Dunia 2002, El Hadji Diouf.
Baca Juga:
- Obrolan Vigo: Michael Essien, Sang Gelandang Pengelana
- Obrolan Vigo: Proyek Ambisisius Nottingham Forest yang Terlihat Nyata
- Obrolan Vigo: David Moyes seakan Ditakdirkan untuk Everton
- Obrolan Vigo: Borussia Moenchengladbach yang Menggali Tambang Emas Bernama Kevin Diks
Meski begitu, Manchester City yang kala itu masih menjadi tim papan tengah melakukan manuver transfer dengan mahar 13 juta paun dan ketajaman pemain asal Prancis langsung menyala di City of Manchester. Ia menjadi juru gedor handal tim dan sukses mengepak 45 gol dalam 103 laga.
Pasca City, Anelka kemudian lumayan intens berpindah klub. Ia sempat mentas di Turki bersama Fenerbahce. Kembali ke Inggris guna memperkuat Bolton selama dua musim dan menjadi bagian dari itegral penting Chelsea ketika menjadi juara Liga Champions sebelum akhirnya angkat kaki ke China dan menjejal Chinese Super League bersama Shanghai Senhua.
Nicolas Anelka’s career in football shirts by @classicshirts 👕 pic.twitter.com/QlaJtPyqFS
— 90s Football (@90sfootball) March 15, 2025
Masalah keuangan membuatnya tak mendapatkan bayaran yang pantas di China dan performanya pun sudah lumayan menurun. Anelka kemudian menjejal Italia dengan dipinjamkan ke Juventus. Kembali sejenak ke Inggris bersama West Bromwich Albion dalam periode 2013/14 serta akhir karir di India Super League bersama Mumbay City di tahun 2015.
Total, ada 12 tim yang dibelanya di lintas negara. Ia sempat menangi berbagai hal prestis mulai dari Premier League, Piala FA, Liga Champions, Serie A dan di level Timnas, gelaran Piala Eropa serta Piala Konfederasi suskes ia suguhkan bersama Le Bleu. Konsistensi tetap menjadi acuan bagi Anelka untuk terus berprestasi meski dirinya lumayan sering berpindah klub.
Penulis: Aldo Nugraha
Editor: Heri Susanto
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com















