
5 Fakta Pembelot yang Mentas untuk Atletico Madrid dan Real Madrid
- Jose Antonio Reyes

Sosok asal Andalusia merupakan winger stylish yang lumayan mentereng namanya ketika memperkuat Sevilla di awal karir. Ia sempat lanjutkan karir ke Inggris bersama Arsenal dan menjadi bagian dari kesuskesan tim kala mentas di final Liga Champions 2006 dan menangi invicibles pada 2003/24 lalu.
Pasca Gunners, ia sempat dipinjamkan ke Real Madrid dan membantu tim menangi LaLiga 2006/07 di era Galacticos terakhir di bawah komando Fabio Capello. Meski sempat memperkuat Madrid, Reyes kemudian memilih Atleti sebagai pelabuhan baru kala Arsenal melegonya dengan mahar 12 juta Euro.
Di sisi merah kota Madrid, ia membantu tim memenangi milestone kontinental seperti sepasang Europa League dan Piala Super Eropa dalam rentang 2007 hingga 2012. Setelahnya, Reyes kembali ke tim yang membesarkan namanya, Sevilla guna membukukan status sebagai raja Europa League pada periode keduanya.
- Juanfran

Juanfran merupakan jebolan La Fabrica di waktu yang salah. Ia menembus tim utama pada 2004, waktu saat Madrid tengah dalam intensitas tinggi dalam proyek Los Galacticos di bawah komando Florentino Perez. Menit bermainnya tereduksi jauh dan ia harus mengungsi ke Espanyol dan dijual ke Osasuna guna mendapatkan menit bermai reguler.
Bersama dua tim tersebut, performanya menanjak. Namun karir terbesarnya justru hadir kala ditransfer ke Atletico Madrid hanya dengan mahar empat juta Euro pada musim dingin 2011. Di bawah komando Diego Simeone, ia menjadi sosok yang tak tergantikan di sisi kanan pertahanan. Atleti bahkan menjadi tim terlama yang diperkuatnya dalam rentang 2011-2019 lalu.
Bersama Atleti, Juanfran sempat merasakan manisnya memenangkan LaLiga, Copa del Rey, dua Europa League hingga dua kali menjadi finalis Liga Champions. Ia pun sempat lanjutkan karir ke Brasil guna perkuat Sao Paulo dan menjadi pemain Spanyol kedua yang mentas di tier atas kompetisi sepakbola Negeri Samba.
- Theo Hernandez

Jika Juanfran adalah jebolan La Fabrica yang putuskan hengkang ke Madrid, maka Theo mengambil jalan terbalik. Ia merupakan lulusan jebolan akademi Atleti yang membelot langsung ke Real Madrid bahkan sebelum sang pemain melakukan debut profesional bersama klub.
Pada musim panas 2017 lalu, Los Blancos menebus rilisnya di angka 24 juta Euro. Namun sosok asal Prancis harus menerima kenyataan pahit lantaran dirinya kalah bersaing dnegna Marcelo dalam masa baktinya ke klub. ia sempat dipinjamkan ke Real Sociedad guna menambah menit bermainnya yang tereduksi jauh. Madrid pun kemudian melegonya ke AC Milan secara permanen.
Baca Juga:
- Obrolan Vigo: Ousmane Dembele, Mantan Pasien Rawat Inap yang Berpotensi Menangi Ballon d’Or 2025
- Obrolan Vigo: Transfer Andre Onana Adalah Bukti Gegabahnya Manchester United
- Obrolan Vigo: Taktik Spanyol yang Merubah Wajah Sepakbola Selamanya
- Obrolan Vigo: Rokok Bagi Para Pesepakbola, Mungkinkah?
- Thibaut Courtois

Thibaut Courtois sempat tak dipercaya Chelsea pasca dirinya didatangkan dari Genk. Ia harus menjalani masa peminjaman selama tiga musim ke Atletico Madrid guna mendapatkan menit bermain reguler sebelum dipercaya untuk mentas reguler bersama the Blues.
Bersama Atleti, Tibo memegang pernaan penting bersama Juanfran tatkala hantarkan tim menangi berbagai gelar kontinental dan domestik dalam masa baktinya di klub. pada 2014, ia kembali ke Chelsea guna membantu tim mendulang kesuskesan bersama berbagai pelatih. Statusnya sebagai pengawal benteng pertahanan terakhir pun tak tergantikan.
Namun pada 2018, ia memutuskan menerima pinangan Real Madrid seharga 35 juta paun pasca tampil apik di Piala Dunia 2018 lalu bersama Timnas Belgia. Uniknya, Tibo juga mengepak berbagai gelar yang sama seperti yang didapatkan di Atleti. Bedanya ia sudah menangkan dua Liga Champions di periode tersebut.
- Marcos Llorente

Marcos Llorente merupakan jebolan La Fabrica yang memutuskan membelot ke Atletico Madrid. Bedanya, ia sempat merasakan atmosfer mentas di tim utama Madrid walau sejenak sebelum memutuskan hengkang ke tim tetangga di tahun 2019 lalu dengan mahar 30 juta Euro.
Bersama Atleti, Llorente seakan menjadi anak kesayangan Simeone. Ia bermian baik kala ditempatkan sebagai gelandang dan bisa mengisi pos sebagai fullback kanan andai dibutuhkan. Etos kerja tersebut membuatnya kerap diandalkan dalam rangkaian situasi yang melibatkan Los Colchoneros. Ia juga menjadi bagian penting tim kala menangi LaLiga di masa pandemi.
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com














