Obrolan Vigo: Transfer Andre Onana Adalah Bukti Gegabahnya Manchester United

Obrolan Vigo: Transfer Andre Onana Adalah Bukti Gegabahnya Manchester United

Heri Susanto - September 16, 2025
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal – Berita Bola – Manchester United baru saja melepas Andre Onana ke tim Turki, Trabzonspor di bursa musim panas ini. Kepergiannya mungkin tak akan dirindukan fans lantaran dirinya dianggap sebagai duri dalam daging dalam skuat Setan Merah.

Sejak kedatangannya pada 2022 kemarin dengan dana 50 juta Euro dari Inter Milan, sang pemain diharapkan bisa mengisi kekosongan yang ditinggalkan David De Gea. Di periode tersebut, kiper asal Spanyol memang harus pergi dari Carrington lantaran kontraknya berakhir. Kedatangan Onana, terlepas dari maharnya, diharapkan bisa mengisi potensi lubang yang ditinggalkan De Gea.

Jika mau menarik ke belakang, mencari kiper yang baik adalah masalah susah-susah gampang untuk United. Problem ini sudah terjadi sejak era Sir Alex Ferguson dan berlanjut hingga tim ditukangi Ruben Amorim. Butuh waktu lama untuk klub mencari sosok yang benar-benar bisa tampil stabill di bawah mistar dan Onana jelas tak masuk dalam kriteria itu.

Obrolan Vigo: Transfer Andre Onana Adalah Bukti Gegabahnya Manchester United
Andre Onana, Foto: dok Goal

Legenda Manchester United, Paul Scholes bahkan mengklaim jika kiper asal Kamerun sama sekali tak menunjukan wibawa di bawah mistar gawang. Ia seakan gugup saat berada di dalam kotak penalti. Meski banyak rangkaian kesalahan yang diperbuat, Erik ten Hag, juru taktik Untied kala itu terus membelanya. Keduanya memang pernah bekerjasama kala masih di Ajax Amsterdam beberapa musim lalu.


Baca Juga: 


Di musim perdananya, rangkaian blunder kerap dibuatnya di musim tersebut. Hal tersebut pun berdampak pada kinerja tim. United harus tercecer di peringkat 8 klasemen akhir. Namun di musim 2023/24, mereka mampu mengunci Piala FA. Meski ada urgensi di musim setelahnya untuk mencari kiper lain guna menjadi kompetitornya di bawah mistar, Ten Hag justru menghabiskan 100 juta paun untuk memboyong beberapa nama yang tampil inkonsisten macam Matthijs De Ligt, Manuel Ugarte hingga Joshua Zirkzee.

Perekrutan tersebut berbuah pemecatan ten Hag tiga bulan berselang dan posnya kemudian digantikan oleh Amorim. Bersama pelatih asal Portugal itu, Onana masih menjadi andalan. Namun ia kerap gugup saat bertarung untuk menghalau bola udara. Pernah dalam suatu momen gawangnya dibobol Matheus Cunha dan pundit BBC, Chris Sutton mengklaim sebagai pemain tim U12! Selain itu, distribusinya ke rekan setim juga terbilang buruk meski status sebagai salah sweeper keeper terbaik dunia sempat melekat kepadanya di tahun 2023 silam.

Dari rangkaian buruknya performa sang pemain, mantan pemain Setan Merah pada 2017-2022 lalu, Nemanja Matic sempat menyidir Onana yang mengklaim jika timnya lebih baik dibanding Lyon sebelum kedua tim besua di Europa League. “Jika anda adalah kiper terburuk dalam sejarah Manchester United, anda harus hati-hati dengan ucapan anda,” urainya.

Ia memang lumayan sering memberikan statement kontroversial dalam setiap kesempatan. Namun hal tersebut tak dibarengi dengan performanya di bawah mistar. Di awal musim 2025/26 ini, Onana bahkan hanya sekali mentas ketika timnya keok dari Grimsby Town, tim League two di ajang Carabao Cup. Ia mentas 90 menit dan kebobolan dua kali di fase tersebut. Tragisnya, United pun harus tersingkir secara prematur.


Baca Juga:


Laga tersebut menjadi laga terakhirnya bersama Setan Merah lantaran transfernya ke sudah terealisasi. Ia pergi ke Trabzon dengan status pinjaman selama semusim tanpa ada opsi pembelian. Turkish Super League memang merupakan tempat bagi mereka yang hampir terlupakan. Namun masih memiliki hasrat untuk main di Eropa. Hal itu terjadi pada Mauro Icardi, Leroy Sane, Caglar Soyuncu hingga Tammy Abraham. Onana pun jelas hadir dalam gerbong yang sama.

Dengan rangkaian performa dan tindak tanduknya, Onana menambah daftar panjang rekrutan gagal United di luar Rasmus Hojlund, Antony, Jadon Sancho, Paul Pogba hingga Romelu Lukaku. Ia adalah bentuk kegegaabahan lain dari United kala mengamankan pemain. Bahkan, mantan bek Setan Merah, Paul Parker mengklaim jika mantan kiper Ajax tak memiliki bare minimum sebagai kiper di Premier League.

“Ia tak cukup bagus untuk menjadi kiper. Hal lain yang tak saya sukai darinya adalah mentalitasnya. Ia tak pernah menegur lini belakang saat kebobolan. Hal serupa tak terjadi saat tim masih dikawal David De Gea atau Peter Schmeichel,” urainya dalam wawancara bersama SpilXperten.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com