5 Fakta Tak Terduga Usai Laga The Reds Vs La Blaugrana

0
992

1. Valverde Kecewa Sekaligus Terkejut

Pelatih Barcelona, Ernesto Valverde tak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah mereka menenal kekalahan 4-0 dari Liverpool dan gagal ke babak final Liga Champions. Valverde mengakui bahwa Liverpool bermain lebih baik pada laga itu. Dia menilai dua gol cepat Liverpool pada awal babak kedua merupakan kunci pada laga tersebut.

 

Baca Juga :  Juve Siap Korbankan Dybala Demi Datangkan Mbappe

“Mereka lebih baik dan kami harus menerima itu,” ujarnya setelah pertandingan.

“Skornya 4-0 dan ketika seperti ini tak ada alasan. Gol kedua mereka sangat menyakitkan kami dan yang ketiga datang segera setelah itu.”

“Mereka bermain baik dan kami harus memberikan mereka selamat untuk mencapai ke final.”

Dia juga menyatakan kecewa karena Barcelona mengalami situasi seperti ini dua musim beruntun. Pada musim lalu Barcelona juga tersingkir setelah unggul 4-1 pada laga per tama dari AS Roma. Pada laga kedua mereka kalah 3-0.

“Hal yang paling menyakitkan adalah hal seperti ini telah terjadi sebelumnya. Ini sangat menyakitkan bagi kami, terutama bagi suporter kami.”

“Ini tahun kedua secara beruntun mereka mengalami hal seperti ini. Kami ingin benar-benar berkonsentrasi untuk menghindari ini.”

Barcelona kalah berkat gol Divock Origi pada menit ke-7 dan ke-79 Dua gol lainnya diciptakan oleh Giorginio Wijnaldum pada menit ke-54 dan ke-56.

Gol keempat Liverpool sempat memicu pertanyaan. Origi menerima umpan dari tendangan pojok yang dilakukan oleh Trent Alexander-Arnold padahal saat itu lini belakang Barcelona sedang mengatur pertahanan dan wasit pun belum meniupkan peluit tanda tendangan pojok tersebut boleh dilakukan.

Gol tersebut sempat menuai protes para pemain Barcelona. Namun wasit Cuneyt Cakir tak mengindahkan protes itu dan tetap mengesahkan gol Origi.Ditanya soal itu, Valverde mengaku terkejut. Namun dia tak berani mengkritisi keputusan kontroversial Cakir itu.

“Itu membuat saya dan semua orang terkejut. Itu luar biasa dan membuat kami tersingkir.”

“Saya kira mereka mengambilnya terlalu cepat dan kami tak memiliki waktu untuk mengatur pertahanan. Saya tak melihatnya dengan jelas karena ketika saya lihat bola sudah berada di dalam lapangan.”

Kekalahan itu membuat keunggulan 3-0 yang dimiliki Barcelona pada laga pertama tak berguna. Liverpool lolos ke partai final Liga Champions dengan agregat 4-3.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here