
Analisa Vigo: Serie A yang Hancur Karena Manajemen Bobrok
Manajemen yang buruk ini membuat Serie A kalah jauh dari liga-liga lainnya dalam urusan keuangan. Bahkan, itu terjadi jauh sebelum pandemic Covid-19 melanda dunia.
Beberapa faktor juga mempengaruhi investasi di Serie A seperti daya saing yang kurang menarik di kompetisi, strategi jangka panjang yang tidak jelas, dan hak siar TV. Semua itu seakan-akan hilang sejak kepergian Massimo Moratti dan Silvio Berlusconi.
“Serie A telah menderita dan masih, lebih dari liga-liga top Eropa lainnya, bahkan sebelum Covid. Mereka berada dalam kondisi yang buruk,” kata Marco Iaria dari Gazetta dello Sport yang dilansir dari Goal.

“Ada krisis daya saing yang berkepanjangan yang berkaitan dengan kompetisi internasional. Itu semua disebabkan kesalahan manajemen dan kurangnya strategi jangka panjang yang jelas.”
“Di era hak siar TV, semua uang yang datang ke klub-klub Italia habis untuk membiayai urusan olahraga, gaji, dan transfer tanpa melakukan investasi yang diperlukan terkait infrastruktur, promosi, pemasaran, dan pengetahuan yang diperlukan agar mereka tetap berada di gerbong kereta kelas satu,” tambahnya.
Baca Juga:
- Analisa Vigo: Juan Mata, Pahlwan Dalam Bayangan Chelsea di Liga Champions 2012
- What If: Arsenal Merekrut Hakim Ziyech dan Potensi Besar yang Bakal Terjadi
- Analisa Vigo: Xabi Alonso, Manajer Potensial yang Pernah Dilatih Pelatih-Pelatih Besar
- Obrolan Vigo: Thomas Muller, Si ‘Raumdeuter’ Pemakan Buah Iblis Ope Ope no Mi
Mungkin, ada usaha dari tim-tim Italia untuk bisa mendongkrak popularitas mereka dan mendapatkan pundi-pundi uang seperti mendatangkan pemain-pemain dari Liga Inggris. AS Roma sebagai contohnya merekrut mantan pelatih Chelsea FC, Jose Mourinho, Chris Smalling, dan Tammy Abraham.
AC Milan juga melakukan usaha yang sama pada bursa transfer musim panas ini dengan merekrut Ruben Loftus-Cheek dan Christian Pulisic. Namun, itu semua nampaknya sulit untuk berhasil.
Alangkah baiknya jika tim-tim di Serie A membangun atau memperbaiki fasilitas mereka terlebih dahulu, terutama stadion. Pasalnya, jika mereka tidak merenoviasi stadiumnya, maka tidak ada sponsor atau hak siar TV yang datang ke mereka.
Selain itu, perbaiki manajemen internal terlebih dahulu, terutama Juventus, di mana mereka sudah terkena kasus manipulasi dana. Jangan ada lagi masalah-masalah sepele seperti itu.
🥳 We're celebrating 𝗗𝗨𝗔 𝗟𝗜𝗣𝗔’𝗦 birthday by reimagining some of her iconic lyrics with Matchweek 1's top moments 🎶🎤
#1: Juve’s spectacular start away from home 🔥 pic.twitter.com/EjLWon2cj3
— Lega Serie A (@SerieA_EN) August 22, 2023
Jika mereka telah memperbaiki diri mereka dengan baik, maka pemain-pemain bintang, sponsor, dan hak siar TV juga pasti melirik mereka. Kalau itu semua terjadi, maka liga akan semakin kompetitif, prestasi akan terbangun, dan muncul Timnas Italia yang kuat seperti Piala Dunia 2006.
Selalu update berita bola terbaru seputar sepakbola dunia hanya di Vivagoal.com















