Kartu Merah di Euro 2004 Hampir Membuat Totti Dijual AS Roma

0
567
Pemain Super Komplit, Mihajlovic Heran Sang Pemain Tak Pernah Raih Ballon d'Or
Francesco Totti dan Cassano saat masih menjadi pemain profesional (Sumber: Twitter pribadi Totti)

Vivagoal – Serie A – Mantan penyerang AS Roma, Antonio Cassano ungkap kisah menarik terkait legenda Il Lupi, Francesco Totti yang hampir saja meninggalkan Kota Roma. Ia pun menjelaskan alasannya lebih memilih Real Madrid ketimbang Inter Milan.

Di medio awal 2000an, nama Antonio Cassano tengah bersinar sebagai salah satu bintang terbaik di Italia. Kala itu, Cassano bahu membahu bersama Francesco Totti membantu AS Roma bersaing di kancah sepakbola Eropa.

Nama Totti sendiri tak pernah lepas dari AS Roma, karena Ia tak pernah sekalipun meninggalkan Kota Roma sejak tahun 1992 hingga pensiun di tahun 2017 lalu.

Baru-baru ini, Cassano becerita bahwa Totti hampir saja meninggalkan Roma untuk bergabung menuju Liga Inggris bersama Chelsea. Menurutnya hal itu berkaitkan dengan insiden kartu merah Totti di Euro 2004 bersama Tim Nasional Italia.

“Saya kembali ke Roma setelah memainkan laga hebat di Euro 2004. Totti melakukan kesalahan karena meludahi Christian Poulsen sehingga Franco Baldini (Direktur Olahraga AS Roma kala itu) ingin menjualnya ke Chelsea. Sementara saya adalah masa depan dari AS Roma,”ujar Cassano dilansir Football Italia.

“Totti lalu mengetahui hal tersebut dan dari situlah masalah dimulai.”

Pada akhirnya, justru Cassano lah yang pergi meninggalkan AS Roma dengan bergabung bersama Real Madrid pada tahun 2006. Menurut Cassano alasan kenapa Ia pergi dari Roma adalah karena klub tidak menepati hal yang mereka janjikan padanya.


Baca Juga:


“Saya meninggalkan Roma karena masalah perpanjangan kontrak. Mereka tidak menepati janjinya,”ungkap Cassano.

“Saya pikir akan bergabung dengan Inter Milan, tapi (Ernesto) Bronzetti menelponku dan mengatakan jika Real Madrid tertarik. Bagaimana bisa menolak tawaran itu? Sempat ragu, tapi saya tidak bisa katakan tidak.

Cassano diboyong oleh Gialorossi dari Bari pada tahun 2001. Ia lalu membeberkan fakta bahwa dirinya hampir saja bergabung bersama Juventus, sebelum tawaran lebih menggiurkan dari AS Roma datang.

“Saya bisa saja bergabung bersama Juventus ketika bermain di Bari. Kedua klub sudah mencapai kesepatakan, tapi tiga hari berikutnya Roma menawarkan uang lebih,”pungkasnya.

“Saya memilih Roma karena mereka menawarkan gaji tinggi. Meski tetap akan menolak Juventus, karena saya hanya akan bertahan tiga hari disana. Itu bukan lingkungan yang baik bagiku.”

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here