Obrolan Vigo: Claudio Ranieri yang Tak Perlu Melatih Lagi

Obrolan Vigo: Claudio Ranieri yang Tak Perlu Melatih Lagi

Heri Susanto - March 22, 2022
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal Berita Bola Era keemasan seorang pelatih lambat laun akan tergerus seiring berjalannya waktu. Hal yang sama berlaku bagi Claudio Ranieri. Di usia senjanya, The Tinkerman seharusnya tak perlu repot-repot untuk melatih sebuah kesebelasan lagi.

Claudio Ranieri sudah memulai rekam jejaknya sebagai pelatih sejak 1986 silam. Ia banyak menukangi tim-tim tier bawah Italia. Barulah di tahun 1990an, ia mulai menukangi tim-tim Serie A macam Cagliari, Napoli hingga Fiorentina. Di tim yang disebut terakhir, ia lumayan lama melatih pada rentnag 1993-1997 silam.

Karir manajerialnya memang lumayan menanjak dengan menukangi tim Serie C, Serie B hingga mentas di Serie A. Pasca Italia, petualangan Ranieri pun berjanjut ke Spanyol dengan menerima pinangan Valencia di musim 1997-1999. Dalam periode tersebut, ia mampu persembahkan gelar Copa del Rey dan Piala Intertoto, kini Europa Conference League. Ia juga sempat membesut Atletico Madrid.

Di Spanyol, Ranieri lumayan berperan dalam perkembangan beberapa nama beken di sepakbola negeri Matador setelahnya macam Claudio Lopez, Gaizka Mendieta, Miguel Angel Angulo hingga Ruben Baraja, Santiago Solari, Juan Valeron hingga Jimmy Floyd Hasselbaink bersama dua tim tersebut.


Baca Juga:


Pasca petualangan ke Spanyol, Ranieri terbang ke Inggris guna membesut Chelsea. Di London Barat, ia mulai dikenal sebagai tinkerman lantaran sosoknya yang kerap kali merubah susunan formasi dari satu laga ke laga lainnya.

Di awal karir, ia sempat membawa Chelsea melaju ke final Piala FA. Namun kalah dari Arsenal di final tahun 2002. Setahun berselang the Blues diakuisisi oleh Roman Abramovic dengan proyek besarnya yang hendak membuat Chelsea ada di jajaran papan atas Premier League. Dana besar yang dikucurkan membuat tim asal London Barat mendatangkan serangkaian bintang ke TImnas.

Nama besar macam Juan Veron, Hernan Crespo hingga Claude Makelele hingga Adrian Mutu bergabung. Namun di akhir msim, Chelsea hanya menjadi runner up dan hal tersebut membuat posisinya terdepak dan digantikan Jose Mourinho yang kelak memberikan milestone terbaik bagi klub.