Obrolan Vigo: Gaizka Mendieta yang Sempat Terkena PHP Real Madrid
Vivagoal–Berita Bola– Jauh sebelum nama Andres Iniesta dan Pedri, Spanyol pernah memiliki gelandang kreatif dalam wujud Gaizka Mendieta. Sang pemain sempat mencuat bersama Valencia dan mendapat tawaran dari Real Madrid. Namun pinangan dari Los Merengues seakan jauh panggang dari api kepadanya.
Sosok asal Basque smpat memperkuat Castellon sebelum akhirnya meerapat ke Valencia pada 1993 lalu. Bersama Los Che, namanya lumayan merekah ketika membela tim asal Kota Jeruk. Ia menjadi starter sejak debutnya pada 1993 lalu. Sinarnya benar-benar terlihat ketika membantu tim menangi berbagai gelar domestik pada akhir 90an.
Dalam periode tersebut, Valencia yang ditukangi oleh Claudio Ranieri dan Hector Cuper mampu tampil perkasa. Ia mulai bermain di tengah dan menjadi metronome tim. Mereka menangi Copa del Rey, Piala Super Spanyol, Piala Intertoto dan dua kali melesat ke final Liga Champions dalam dua tahun beruntun meski dua laga tersebut mereka keok di partai pamungkas.

Reputasinya seketika terangkat dalam sepasang laga final tersebut. Ia sukses didaulat sebagai gelandang terbaik Eropa. Hal tersebut kemudian menarik minat dari berbagai tim besar Eropa. Sosok asal Spanyol pun mengakui hal tersebut. Di luar berbagai tim yang berminat. Real Madrid adalah salah satunya.
Baca Juga:
- 5 Fakta Pemain Legendaris yang Pernah Perkuat Persija dan Arema
- 5 Fakta Pemain Eredivisie yang Lumayan Loyal
- 5 Fakta Rekrutan Mahal RB Leipzig yang Terbilang Gagal
- 5 Fakta Pemain Skotlandia yang tengah Mentas di Serie A
Sebelum atau saat era Galacticos dibuka, Los Blancos memang menjadi magnet bagi para pemain bintang untuk merapat. Reputasi besar yang sudah dibangun sejak puluhan tahun silam seakan menjadi kunci. Ketertarikan Madrid pun diketahui oleh Mendieta. Sadar akan pilarnya dibidik berbagai tim, Valencia pun tak tinggal diam.
Los Che yang tengah memegang kendali atas hal tersebut pun enggan membuka negoisasi di bawah 60 juta Euro. Angka tersebut merupakan klausul rilis yang tersemat pada kontraknya. Namun, dalam wawancara bersama Fourfourtwo, ia mengklaim negoisasi lanjutan seakan tak terjadi. Pasalnya, pada momen yang sama, mereka baru saja mendatangkan Zinedine Zidane dari Juventus.
“Real Madrid menunjukan ketertarikan pada 2001. Saya tahu Valencia tak akan menjual saya di bawah klausul rilis. Real tak akan membayar sebesar itu untuk saya. Perdebatan kemudian muncul, apakah saya akan pergi atau tidak saat tawaran itu dibuka. Namun kenyataannya tak demikian,” urainya.

Lazio kemudian datang membawa uang sebesar 49 juta kepada Valencia guna membawa sang pemain ke sisi Biru Kota Roma. Angka tersebut menjadikannya sebagai pemain termahal keenam di dunia. Ekspektasi besar jelas hadir di pundaknya. Namun Mendieta mengaku sama sekali tak terbebani dengan harga mahal yang melekat padanya.
“Ada pemain yang mungkin menderita karena harga mahal yang ada pada dirinya. Namun saya tak seperti itu. Saya harus tampil di level tertentu. Saya harus menuntut yang terbaik dari saya pada latihan atau pertandingan. Namun di Lazio saya tak menemukan kontinuitas,” tambahnya.
Baca Juga:
- Obrolan Vigo: Tore Andre Flo, Monster Norwegia Sebelum Haaland dan Solroth
- Obrolan Vigo: Jonjo Shelvey, Sepakbola dan Keluarga
- Obrolan Vigo: James Milner Mesin Perang Inggris yang Menolak Usang
- Obrolan Vigo: Sadio Mane, Dewa Sepakbola Senegal
Mendieta mengaku jika Lazio harus ada di periode sibuk lantaran banyaknya pemain yang bergabung mulai dari Dirinya, Jaap Stam, Darko Kovacevic dan berbagai nama lain. Selain itu ada transisi yang terjadi dari Dino Zoff ke Alberto Zaccheroni. Bersama Elang Roma, kontribusinya lumayan minim. Pada musim debut sekaligus terakhirnya, ia hanya mampu mengepak dua assist dari 31 laga.
“Jika melihat tim, skuat sangat luar biasa. Namun kami tak benar-benar menyatu. Saya datang di bulan Agustus. Namun di musim dingin mereka ingin melepas saya dan hal ini mengagetkan saya karena uang yang mereka keluarkan begitu besar. Sampai hari ini, hal itu mengejutkan saya,” timpalnya.
Setelahnya, Mendieta tal lagi sama. Ia harus menjalani masa peminjaman ke Barcelona yang menurutnya, situasi di Azulgrana sama seperti yang ada di Lazio. Dirinya dikembalikan ke Italia dan kemudian dikirim ke Middlesbrough sebelum akhirnya dipermanenkan the Boro pada 2004 secara gratis pasca masa baktinya rampung.
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com
