Obrolan Vigo: Kegagalan Inggris di Euro 2020 Hadir Lantaran Gareth Southgate Terlalu Medioker!

Obrolan Vigo: Kegagalan Inggris di Euro 2020 Hadir Lantaran Gareth Southgate Terlalu Medioker!

Heri Susanto - Juli 14, 2021
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Southgate memang Medioker, Tak ada yang perlu diperdebatkan

Dibanding pelatih asal Inggris lain, Southgate boleh dibilang cukup beruntung lantaran bisa membesut tim Tiga Singa tanpa jalur prestasi di level klub. Karir kepelatihannya hanya mentok di Middlesbrough.

Dalam tiga tahun masa kepelatihannya sejak 2006-2009, ia memainkan 151 laga, memenangkan 45 pertandingan, 43 seri dan 56 kekalahan. Persentase kemenangannya ada di angka 29,8 persen. Bahkan, ia menjadi sosok yang bertanggung jawab kala gagal meloloskan Boro dari jerat degradasi Premier League di musim 2008/09. Sejak turun kasta, Middlesbrough, sempat kemabali pada 2016. Namun mereka hanya numpang lewat dan kembali terjembab ke Championship sampai hari ini.

Pasca menganggur empat tahun setelah petualangannya di Riverside, Southgate mendapat kepercayaan untuk menganai timnas Junior Inggris U-21. Ia dikontrak tiga tahun dan menggantikan posisi Stuart Pearce. Southgate mampu loloskan Singa Muda ke putaran final Euro 2015 U-21. Namun, perjalanan Inggris harus terhenti di fase grup lantaran hanya mengoleksi tiga poin dari tiga laga yang dihelat dan berada di dasar klasemen Grup B.


Baca Juga:


Semusim kemudian, ia membawa Inggris menjuarai Toulon Tournament edisi ke-44. Turnamen ini merupakan ajang pemanasan sebelum memulai Olimpiade 2016. Ruben Loftus-Cheek dan kolega sukses menjadi juara pasca kalahkan Prancis dengan skor tipis 1-2. Gelar tersebut merupakan gelar perdana Southgate sebagai manajer.

Setelah itu, ia dipromosikan melatih Timnas Senior setelah sebelumnya menjabat sebagai caretaker tim.  Inggris lolos ke putaran final Piala Dunia 2018. Di turnamen tersebut, mereka mampu mencapai babak semifinal sebelum akhirnya keok dari tangan Kroasia dan kandas dari Belgia dalam perebutan juara ketiga.

Satu-satunya silverware yang ia bawa ke timnas senior yakni kala mengantarkan Inggris duduk di peringkat ketiga UEFA Nations League pasca menang dalam perebutan tempat ketiga melawan Swiss via drama adu penalti dengan skor akhir 6-5.