Obrolan Vigo: Roberto Mancini dan Jalan yang Belum Selesai - Vivagoal.com
Obrolan Vigo: Roberto Mancini dan Jalan yang Belum Selesai

Obrolan Vigo: Roberto Mancini dan Jalan yang Belum Selesai

Heri Susanto - July 12, 2021
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal Berita Bola – Roberto Mancini sukses membawa Italia menjadi juara Euro 2020 untuk kali kedua sepanjang sejarah. Namun perjalanan Don Mancio bersama Azzurri belum rampung sampai di situ.

Reputasi pria kelahiran Jesi sebagai pelatih boleh dibilang agak terbang tenggelam. Terkadang ia menerima berbagai gelar namun tak jarang pula karirnya agak tersendat di berbagai klub. Rangkaian kesuksesan Mancini sebagai pelatih hadir bersama Fiorentina dan Lazio di awal millennium dengan meraih sepasang gelar Coppa Italia bagi masing-masing tim pada tahun 2000 dan 2003.

Pasca dua gelar tersebut, gerbang menjadi salah satu pelatih yang diperhitungkan di Italia mulai tersemat padanya. Ia sempat membawa Inter Milan berjaya dengan hadirkan berbagai gelar domestik bagi La Benamata dalam periode pertama kepelatihannya di tahun 2004-2008. Gelar demi gelar yang hadir di lemari piala Inter sekaan memutus dahaga mereka yang pasang surut prestasi sejak era millennium.

Setelah Inter, Mancini berualang ke Inggris dengan membesut Manchester City pada 2009. Boleh dibilang, pria 56 tahun menjadi sosok yang melakukan groundbreaking terhadap kesuksesan the Sky Blues di Inggris. Gelar perdana City pasca revolusi panjang lahir dari tangan Mancini. Bersama Don Mancio, City mendulang berbagai gelar prestis di kancah domestik dari tahun 2010 hingga 2012. Bahkan sejak 2011 sampai hari ini, City belum pernah sekali pun terlempar dari empat besar.

Kebersamaan Mancini bersama City selesai pasca the Sky Blues keok dari Wigan di final Piala FA pada 2012 lalu. Ia dipecat. Namun, ia tak butuh waktu lama tuk menganggur. Pasalnya, Galatasaray menunjuk Don Mancio sebagai juru taktik mereka. Mentas di Galatasaray sejatinya merupakan langkah mundur bagi mantan pemain Sampdoria itu lantaran Super Lig Turki jelas di bawah standar  dua liga yang pernah ia jelajah yakni Serie A ataupun Premier League.


Baca Juga:


Mancini hanya setahun berada di Turki. Ia sempat persembahkan satu gelar Piala Turki. Persentase kemenangan yang ia raih bersama tim asal Istanbul ada di angka 52,17 persen dari 46 laga yang telah dilakoni. Setelah petualangan singkat di Turki, Inter Milan memanggilnya pulang.

Mancio yang digadang bisa memberikan sentuhan keduanya bagi tim nyatanya tak mampu berbuat banyak. Inter tak mampu dibawanya meraih gelar dalam kurun waktu 2014-2016 lalu. Kegagalan Mancini mengangkat tim seakan menajdi noda kotor dalam karir kepelatihannya.  Pasca Inter, Mancini kembali merusak reputasinya dengan menerima pinangan Zenit st Petersburg yang mentas di Russian Premier League. Sekali lagi, ia hanya bertahan semusim dan putuskan berpisah baik-baik dengan salah satu raksasa Liga Rusia itu.