
Obrolan Vigo: Mason Mount, Pemain Kesayangan Semua Pelatih
Mason Mount yang Dicintai

Tak hanya diandalkan di level klub Mount juga sempat menjadi andalan Gareth Southgate di Timnas Inggris pada Euro 2020 lalu dan mampu hantarkan tim tiga singa melalui perjalanan nan berliku ke laga final. Namun sayang, di partai pamungkas, Inggris keok dari Italia melalui drama adu penalti.
Mount, yang kerap dimainkan tiga manajer berbeda baik di level klub maupun Timnas sempat mendapat cap sebagai anak kesayangan pelatih. Namun ia menyanggah hal tersebut. Sosok asal Portsmouth menilai jika apa yang terjadi dalam karirnya murni lantaran kerja keras yang ia lakukan di berbagai situasi.
“Mungkin orang-orang menilainya dengan cara yang salah. Anda melihat komentar-komentar di sana sini, tapi saya bukan orang yang sibuk di media sosial. Itu tidak mengganggu saya sama sekali,” dia seperti diwartakan Dialy Star beberapa waktu lalu.
Mason Mount vs Man City / All Touchespic.twitter.com/bsHUjgfgAp
— Mount Out (@MountOut10) January 8, 2023
“Saya tahu banyak orang mengatakan hal buruk tentang saya, tapi saya sangat keras kepala dan saya tidak akan membiarkan terlalu banyak hal mengganggu saya. Saya senang menghadapinya dengan cara saya sendiri dan memahami apa yang dikatakan,” demikian kata Mason Mount.
Mount dengan gaya permainan yang cenderung lebih menyerang jika dibandingkan sepasang rekan setimnya macam Jorginho atau Matteo Kovacic memang menjadi tumpuan the Blues kala melakukan penetrasi. Ia memiliki umpan kunci mumpuni dan distribusi bola lumayan baik ke area winger.
Tak jarang, ia juga kerap merepotkan pertahanan lawan dengan pressing yang kerap ia peragakan. Selain itu, Mount juga terbilang lumayan fasih mengeksekusi bola-bola mati dan tak jarang peluang dari set-piece sukses ia kreasikan sebagai assist untuk rekan setimnnya.
Baca Juga:
- 5 Fakta Pelatih Top Berstatus Pengangguran
- 5 Fakta Bintang Sepakbola Dunia yang Mentas dan Pensiun di Asia
- 5 Fakta Pemain Timnas Indonesia yang Bakal Jadi Pembeda di Piala AFF 2022
- 5 Fakta Jersie Terbaik di Piala Dunia 2022
Dalam skema yang diterapkan Graham Potter, pelatih baru Chelsea saat ini, Mount masih lumayan berperan sehingga musim ini dirinya kembali diandalkan. Tak jarang, gol-gol yang dilesatkannya bisa menjadi pembeda dalam sebuah laga. Apa yang diterapkan sosok asal Inggris seakan menjadi bukti nyata betapa pentingnya peranan sang pemain di sepertiga akhir penyerangan.
Musim ini, performanya di klub terbilang apik. Dari 24 laga yang dimainkan Chelsea di berbagai kompetisi, Mount sukses mengepak tiga gol dan tiga assist. Namun yang paling menonjol di antara statistiknya adalah kemampuan passing sang pemain. Whoscored mencatat ia mampu memberikan akurasi passing di angka 82,4 persen dan kemampuan duel areanya ada di angka 0,3 per laga.
Di usia yang baru menginjak 24 tahun, Mount masih memiliki waktu untuk berkembang lebih baik lagi. Terlebih, ia masih mendapatkan kesempatan bermain lebih baik dan potensinya bisa tergali maksimal. Hanya tinggal tunggu waktu dirinya bisa bertransformasi menjadi Next Frank Lampard dalam beberapa tahun ke depan.
Happy Birthday, Mason!
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com















