
Obrolan Vigo: Michael Owen, Si Kecil yang Berkhianat
Owen yang Berkhianat ke Manchester United

Secara mengejutkan Owen menerima pinangan Manchester United pasca kontraknya berakhir. Ia mengklaim keputusan bergabung dengan United adalah hal yang krusial. Namun di sisi lain, ia dicap pengkhianat lantern memilih gabung dengan rival berat the Reds.
“Saya sepakat ke MU tanpa pikir panjang. Ini kesempatan yang sangat fantastis untuk saya dan saya menerima tawaran ini dengan tangan terbuka. Saya sekarang bersiap menjadi pemain Manchester United, dan saya beruntung saya telah mengenal beberapa pemain di sini,” ujar Owen pada BBC.
“Saya ingin berterimakasih pada Sir Alex [Ferguson] atas kepercayaannya. Dan saya berjanji akan menjawab kepercayaannya tersebut dengan gol beserta permainan terbaik saya,” ujar Owen.
Di United, Owen hanya dibayar per pertandingan. Andai tak bermain, ia tak mendapatkan gaji di Setan Merah. Fakta pun terungkap pada 2016. Owen sejatinya selalu ingin pulang ke Liverpool setiap bursa transfer dibuka. Namun kesempatan tak pernah ada. Dalam kata lain, Liverpool menolak untuk mendatangkan mantan ikonnya tersebut.
“Setiap saat, setiap musim panas, saya selalu menelepon Carra dan meminta sarannya agar saya bisa kembali ke Liverpool. `Apakah Rafa [Benitez] menginginkan saya? Apakah Kenny [Dalglish] menginginkan saya? Apakah Brendan [Rodgers] menginginkan saya?`, itu yang saya tanyakan padanya,” tutur Owen dalam buku Ring of Fire karangan Simon Hughes. Buku tersebut memang mengangkat cerita terkait kisah-kisah pemain Liverpool.
Baca Juga:
- Obrolan Vigo: John Terry, di Antara Loyalitas dan Perselingkuhan
- Obrolan Vigo: Pedri, Jendral Baru Barcelona
- Radja Nainggolan yang Mempersetankan Bahaya Merokok Bagi Pesepakbola
- Obrolan Vigo: Cuma Jago Ngomong, Legenda Sepakbola Inggris Memang Katro!
“Saya berbicara pada Carra untuk membujuk Benitez melakukan sesuatu. Saya ingin melakukannya sendiri terkadang. Tapi ketika semuanya jelas bahwa Benitez tidak menginginkan saya [saat itu Liverpool memiliki Fernando Torres], saya bertemu kembali dengan Ferguson. Ia sangat positif melihat saya. Saya saat itu berusia 29 tahun. Haruskah saya memutuskan pensiun [karena tidak mendapatkan tawaran Liverpool]?”
Di United, Owen sukses memenangi satu gelar yang tak pernah diraih Steven Gerrard sampai akhir karirnya yakni Premier League di musim 2011 silam. Di musim tersebut, ia hanya mencatatkan 11 menit mentas di Liga. Namanya lebih banyak mentas di Cup Competition bersama United. Dengan gelar tersebut, Owen seakan sanggup memukul telak Gerrard yang hanya hampir memenangi gelar tersebut beberapa kali.
Pasca United, Owen pun melanjukan karir di Stoke City semusim berselang dan tak mampu tampil impresif. Di musim terakhirnya, 2012/2013, ia hanya mentas dalam 9 laga dan mencetak satu gol. Pasca musim tersebut, Owen putuskan pensiun dan kini mulai menjadi pundit di berbagai media Inggris.
Happy Birthaday, Michael.
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com















