
Obrolan Vigo: Proyek Ambisisius Nottingham Forest yang Terlihat Nyata
Vivagoal β Berita Bola β Nottingham Forest tak hanya sekedar ingin numpang lewat di Premier League. Mereka sekaan menunjukan ambisi besar di bawah Evangelos Marinakis yang sudah menjadi pemilik klub sejak 2017 mulai menemukan jalannya di musim 2024/25 ini.
Di awal kedatangannya, klub membuat kebijakan ketat dengan batasan gaji yang harus diterima oleh klub seraya mencanangkan target untuk kapan bisa promosi ke Premier League. Mereka juga memiliki kebijakan untuk memaksimalkan pemain pontesial da guna menjadi sumbe kekuatan maupun cadangan dana darurat lain bagi klub.
Pasca proses panjang pergantian pemain dan pelatih yang terjadi dalam tubuh the Garibaldi, Forest kemudian mampu promosi ke Premier League di musim 2021/22 kemarin di bawah komando Steve Cooper. Hal ini sudah barang tentu disambut dengan gegap gempita lantaran pemenang dua gelar Liga Champions suskes bangkit dari tidur panjangnya.
πππππππππΌπ ππππππ πΌππ ππππππππΏ ππ πππ πππππππ πππΌπππ π΄π³ pic.twitter.com/MXuhG29AQD
β LiveScore (@livescore) May 29, 2022
Bangun setelah 23 tahun tak mentas di tier atas jelas bukan momen numpang lewat yang perlu dirayakan berlebihan. Forest langsung menggelontorkan banyak dana guna mengamankan sosok-sosok macam Taiwo Awoniyi, Orel Mangala Morgan Gibbs-White, hingg Danilo dalam tim mereka. Permainan masih lumayan inkonsisten lantaran masifnya pemain baru yang datang.
Baca Juga:
- 5 Fakta Klub yang Menumpang di Liga Lain
- 5 Fakta Pemain Besar yang Pernah Merapat ke QPR
- 5 Fakta Pelatih yang Mampu Menghentak LaLiga
- 5 Fakta Penyerang Underrated Terbaik yang Sempat Mentas di LaLiga
Meski begitu, secara hasil tim terbilang lumayan. Mereka mampu duduk di peringkat 16 klasemen akhir dan sempat menembus babak semifinal Piala Liga. Semusim berselang, tim masih bermain inkonsisten di bawah arahan Cooper meski ia sudah dibekali dana besar untuk belanja nama-bama baru guna menyongsong musim 2023/24 kemarin.
Sosok macam Chris Wood, Anthony Elanga, Ola Aina dan Murillo serta Callum Hudson-Odoi resmi diamankan. Ada harapan capaian the Garibaldi lebih baik dari musim lalu. Namun harapan hanya tinggal debu. Skema Cooper yang memaksakan memainkan bola crossing dalam setiap laga sudah mulai terbaca. Forest pun terseok. Pemecatan tak terelakan lagi. Posisinya kemudian digantikan oleh Nuno Espirito Santo yang baru saja dipecat Al-Ittihad akhir Desember 2023 kemarin.
It feels like an appropriate time to reveal your February Player of the Month… π pic.twitter.com/tM2Igl1QXP
β Nottingham Forest (@NFFC) March 4, 2025
Bersama juru taktik asal Portugal, Forest lumayan bebenah. Mereka yang digadang bakal terjun bebas ke Championship masih bertahan di posisi 16 klasemen akhir. Forest selamat. Namun secara langkah dibanding musim sebelummya, capaian mereka terbilang lumayan jauh dari harapan jika menilik jumlah uang yang harus keluar.
Pada musim penuh pertama Espirito Santo di 2024/25 ini, tak banyak pergerakan yang dilakukan. Ia hanya mengamankan pemain yang pergi di posisi serupa. Transfer klub lebih efektif jika dibandingkan dengan era kepemimpinan Cooper. Hasil di lapangan juga terbilang lumayan memuaskan.
Baca Juga:
- Obrolan Vigo: David Moyes seakan Ditakdirkan untuk Everton
- Obrolan Vigo: Borussia Moenchengladbach yang Menggali Tambang Emas Bernama Kevin Diks
- Obrolan Vigo Roy Keane: Si Pemarah di Dalam Maupun Luar Lapangan
- Obrolan Vigo: Adrien Rabiot yang Bertransformasi Menjadi Senjata Rahasia Marseille
Sejak musim dimulai. Mereka lumayan sulit mendulang kekalahan. Setelah empat atau lima laga, mereka biasanya baru kalah sekali. Selain pada November, mereka mampu mengunci berbagai catatan krusial. Bahkan sejak awal Desember hingga Januari 2025, tim mencatatkan enam kemenangan beruntun yang membuat mereka menyamai catatan tim di medio 1967. Spesialnya, dalam daftar tim yang mereka kalahkan, tersemat nama Arsenal dan Manchester United.
Di luar hasil yang impresif, mereka juga mulai menarik perhatian sosok yang besar di belakang layar guna menjadi Direktur Olahraga. Edu Gaspar dari Arsenal hadir dalam tim. Ia sudah memberikan berbagai pemain penting dalam asa Gunners bersaing memperebutkan gelar dalam dua musim terakhir bersama Manchester City.
Di Forest, Edu, yang kabarnya diberikan gaji beberapa kali lipat dibanding dari apa yang didapatkan di Arsenal, memiliki keleluasaan menentukan pemain mana yang dirasa tepat baginya. Tak hanya Eropa, ia juga memiliki koneksi dari Amerika Selatan. Nantinya, andai tak masuk dalam rencana Forest, pemain bidikannya bisa βbersekolahβ dulu di dua tim lain milik Marinakis yakni Rio Ave dan Olympiacos.
Dengan kehadiran Edu, Nuno Santo dan Forest yang tengah duduk di peringkat ketiga guna mentas di Eropa, entah dalam wujud Europa League ataupun Liga Champions, ungkapan mantan chairman klub, Nicholas Randall ang berjanji Forest akan bermain di Eropa 5 tahun pasca akuisisi Marinakis akan terjadi, meski waktunya agak sedikit molor dari apa yang dicanangkan.
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com















